Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
SMA


__ADS_3

Didalam ruang kantor sien,, sien terlihat sangat marah mendengar ucapan Shin melalu panggilan.. segera ia bergegas pergi menuju kantor perusahaan Lu untuk menemui royan..


Setelah beberapa jam perjalanan dari kota A menuju kota D, akhirnya sien telah sampai..


“Tapi tuan.. presdir lu tidak ingin diganggu” seru seorang sekertaris Perusahaan Lu kepada Sien..sien tidak menjawabnya dan terus saja berjalan menuju ruangan royan setelah sampai didepan pintu,, kemudian dia membuka paksa pintu ruangan teraebut.. Royan berdiri seketika melihat kedatangan Sien.


“Lepaskan ba**s*t.. “ ucap Sien kepada royan ..dia mendatangi royan lalu memukulnya.. semua orang yang melihat terkejut seketika. “kau mau main main denganku.. hah... “ sien masih memukul Royan.. beberapa orang mulai menolong royan dan menghentikan Sien untuk memukulinya.rouan sadar bahwa yang dimaksud sien adalah ansi yang dia tangkap beberapa jam yang lalu.


“Kau juga mencintai bibi mu? Bukan kah kau mencintai anak emas?” ucap Royan sembari mengelap bibirnya yang berdarah..


“Lepaskan ku bilang b**ng*t” bentak Sien lagi.. dia meronta ronta untuk melepas kan diri dari orang orang yang menahannya. royan yang merasa tidak enak untuk melawan sien lalu mengambil ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Ansi Yang asli..


******


Didalam ruang kantor Shin...shin masih belum mau melepaskan pelukannya kepada yuanna padahal sudah dua jam lamanya...yuanna merasa sangat aneh dengan shin.. dia berpikir bahwa apa mungkin shin sudah mencintainya.. tapi terus menyangkalnya.. lalu ponsel Yuanna pun berbunyi..


“Wanita licik.. terima kasih sudah menyelamatkan Istriku” ucap Wan Zi senang.. akhirnya ia bisa melihat istrinya lagi.. dia lalu menutup panggilan telponnya.. Yuanna yang masih tidak percaya dengan perkataan Wan zi terdiam membisu.. dia tidak menyangka bahwa sien benar benar menyelamatkan Ansi yang asli..


“Sudah di selamatkan,, sekarang ayo aku antar kembali keapartemen kakakmu.. disana mungkin sedikit lebih aman.. kau harus beristirahat selama beberapa hari lagi” perintah Shin.. lalu menarik lengannha pergi meninggalkan ruang kantor.


*******


Shin duduk di sebelah yuanna yang terbaring tidur dikasur idris setelah beberapa lama mereka sampai.. dia mengingat ketika pertama kali melihat yuanna sembilan tahun yang lalu.


Dalam ingatannya, Yuanna berlari kencang menuju gerbang sekolah yang hampir tertutup dengan membawa menggigit sepotong roti dimulutnya..


“Buka.. “ ucap yuanna yang tidak dapat masuk kedalam sekolahnya..


“Kau telat..”ucap salah seorang komite kedisiplinan..


“Ahhhh..... “ desah kesal Yuanna lalu meninggalkan gerbang.. setelah komitte kedisiplinan pergi meninggalkan gerbang , yuanna lalu memanjat gerbang lalu melompat.. Shin yang saat itu berada diatap sekolah melihat tingkah Yuanna.. dia tersenyum geli melihatnya.

__ADS_1


*****


6 tahun yang lalu..


Yuanna berjalan bersama teman dekatnya disekolah sembari saling mengobrol satu sama lain.


“hey .. sudah kalian lihat belum murid pindahan yang ada dikelas dua A... dia tampan sekali lho.. dengar dengar dia datang jerman!” ucap salah seorang murid perempuan yang melewati yuanna dan temannya yang bernama Yu Vivia.


“Ayo kita lihat dia di kelasnya” ucap temannya .. mereka lalu berbondong bondong pergi ke kelas dua A.


Yuanna dan Vivia yang mendengar kan ucapan mereka pun saling bertatap mata... memberi kode isyarat bahwa mereka juga ingin melihat murid baru yang digosipkan itu.


“Ehhh.. kayak nya ini menarikk... “ ucap Yuanna dengan senyuman khas liciknya..


“Mau bertaruh ...” tantang vivia.


“Kau belum lihat orang nya saja sudah berani menantangku.. kalau begitu ayoo lah.. “ ucap yuanna menerima tantangan dari vivia..


“Yo .. yuanna” ucap salah satu dari mereka yang tak lain adalah zi ye.. Zi yee adalah kakak kelas yuanna.. sebelum yuanna masuk sekolah itu.. dia adalah murid paling populer dan dikagumi dibidang olahraga.. saat festival olahraga pertama yuanna disekolah itu diadakan dia telah kalah dari yuanna pada hampir seluruh pertandingan..


“Hayooo... senior zi yee.. ckckck tidak ada hari tanpa menganggu” ucap yuanna sedikit kesal.. setelah Zi yee kalah melawan Yuanna.. hampir setiap hari dia menemui yuanna untuk bertanding catur dan tenis meja melawannya.. tapi yuanna tidak pernah memperdulikannya .


“Kau harus bertaruh padaku.. jika besok kau bisa membawa Murid baru Itu kekantin sekolah bersama mu.. aku akan berhenti mengganggumu. tapi kalau kau kalah.. kau harus bertanding catur dan tenis meja melawanku” ucap zi yee menantang.. yuanna dan Vivia hanya terdiam dan tidak mempedulikan nya. mereka kemudian berjalan dan berlalu begitu saja..zi yee memberikan isyarat pada kedua teman yang dibawanya untuk menghalangi langkah kaki mereka..


“Hah.. senior.. ini sudah keterlaluan.. bagaimana mungkin aku bisa melakukannya.. mana ada orang yang mau diajak begitu saja dengan orang yang baru ia kenal”ucap Yuanna malas menerima tantangan..


“Oke.. kalau begitu .. bersiap siaplah aku akan membawa kalian ke gudang tua hari ini” ucapnya mengancam yuanna..


“Baik lah baiklah.. aku terima tantangan mu” ucap yuanna berbohong untuk meloloskan diri.. Mereka pun melepaskan yuanna.. setelah lepas yuanna dan vivia berlari kencang meninggalkan zi yee dan teman temannya..


“Hahahhahahaahhah” tawa mereka bersamaan..

__ADS_1


“Kau benar mau terima tantangan senior itu” tanya vivia sambil mengelap air mata tawanya setelah mereka berada jauh dari zi yeee.


“Tentu saja tidak.. aku sengaja berbohong agar dia melepaskanku” jawab yuanna dengan mudahnya.


“Bagaimana kalau dia tidak melihatmu bersama anak baru itu dikantin,, apa kau akan menuruti permintaannya?” tanya vivia lagi.


“Ahhh.. itu nanti saja dipikirkan.. sekarang ayo kita lihat murid baru itu.. sepertinya lumayan seru kalau bisa mendekatinya” ajak yuanna dia memulai lagi senyum liciknya.


“Ayo.. “


Setelah berjalan beberapa menit menelusuri koridor sekolah,, akhirnya mereka telah sampai dikelas yang mereka tuju.. didepan pintu dan diluar jendela dipenuhi murid murid perempuan sekolah tersebut..ketika melihat hal itu. yuanna dan vivia saling bertatap mata lagi. mengisyaratkan bahwa mereka tidak menyangka dengan situasi yang mereka lihat..


“Bagaimana menurutmu?” Tanya Vivia kepada yuanna..


“Aku sangat sangat yakin.. murid pindahan itu pasti super tampan.. lihat saja mata mereka.. semua memandang penuh kekaguman” jawab yuanna..


“Apa kau yakin bisa mendekati nya?” tanya vivia merasa tidak yakin.. Yuanna hanya bisa menggeleng gelengkan kepala.. dia juga merasa ragu bisa dengan mudah mendekati murid pindahan itu..


“Yang penting berusaha saja dulu” ucap vivia menyemangati.. yuanna hanya mengagguk kan kepala.. lalu melepaskan ikatan rambutnya,,


“kau bawa barangnya?” tanya yuanna


“Tentu saja” jawab vivia.. dia lalu mengeluarkan kaca dari kantung depannya.. dan yuanna juga mengeluarkan Lipstik dari kantungnnya. Mereka memakai barang tersebut secara bergantian..setelah itu mereka mulai merapikan rambut panjang mereka.


“aaaahhh... sungguh sangat tampan..melihatnya saja membuat ku tergila gila..” gumam salah seorang murid perempuan yang melihat murid pindahan itu.


“Dia lebih dari seorang pangeran.. sungguh luar biasa didesa seperti ini masih saja ada orang setampan itu" ucap yang lainnya..


Yuanna dan Vivia menyelip diantara kerumunan murid murid perempuan itu.. mereka melihat seorang murid laki laki sedang duduk dibangkunya sambil mengobrol dengan lima murid laki laki yang berdiri disekitarnya.. yuanna yang telah berhasil menyelinap akhirnya bisa melihat murid pindahan itu.. matanya seketika membesar tidak percaya.. bahkan dia berdiri terpaku membisu.. dia melihat sosok yang ia telah kenal sebelumnya.. murid baru itu adalah mantan presiden sekolah yang pernah ia kalah kan dalam pertandingan catur satu setengah tahun yang lalu.. dia yang masih ingat dan masih merasa bersalah kepadanya karena dia telah membantu sien menghancurkaan rumah tangga orang tua murid pindahan teesebut.


“ presiden shin” ucap yuanna tak sengaja.. Shin yang tadinya mengobrol tidak sengaja mendengarkan ucapan yuanna.. matanya melihat kearah yuanna yang sedang berdiri didepan pintu, tersenggol senggol murid lainnya.

__ADS_1


__ADS_2