
Disebuah ruangan terlihat Presdir nero berdiri berhadapan dengan Diahu dengan menodongkan pistol kekepalanya sendiri.
“Lebih baik aku mati daripada kau gunakan untuk mengancam Yuan” ancam Presdir nero kepada Diahu.
“Ayah.. aku melakukan semua itu untuk membantu yuan menggapai impiannya.. ayah aku mohon jangan bertindak senekat itu” ucap diahu mencoba menenangkan presdir nero.
“Menggapai impiannya dengan cara membuatnya bekerja sama dengan Klan Xu... kau sudah gila Diah,, “ucap presdir nero dengan marahnya,, dia tidak dapat menerima kenyataan bahwa putri satu satunya mengkhianatinya.
“Ayah... kau dan ibu bercerai saat aku masih kecil.. aku tidak menyalahkan mu.. sekarang aku ingin membantu yuan.. kenapa kau malah menyalahkanku.. aku mencintai nya ayah. Aku akan membantunya mencapai impiannya.. setelah itu hidup bersama dengannya selamanya.. jika ini tidak aku lakukan.. yuan.. dia tidak akan pernah mau hidup bersamaku” maki Diahu kecewa dengan ayahnya.. seseorang dari belakang presdir nero tiba tiba muncul lalu memukul kepalanya dengan sebuah tongkat.
“ Kerja bagus andi.. “ ucap diahu yang sengaja mengulur waktu untuk menunggu kedatangan Andi.
“Beri obat ketiga ini untuknya.. kita akan gunakan dia untuk mengancam Yuan jika dia berkhianat” ucap Andi lalu memberikan Obat itu kepada Diahu.
“Kau bisa membuatnya juga ternyata!”
“Semua klan Xu bisa membuatnya kecuali obat keempat ,, obat itu hanya bisa dibuat oleh Yuan” jelas nya pada diahu.
********
Shin berjalan keluar dari kediaman co.. diambilnya ponsel dari kantung jas nya .. lalu menekan memilih nama dalam kontak ponselnya dan memanggilnya.
“Hallo,, shin” ucap seseorang dari dalam telpon.. dia adalah yuanna.
“Kau dimana?” tanya Shin sambil terus berjalan menuju mobilnya..
“Di apartemen ku” jawab yuanna berbohong.. saat itu dia masih berada dirumah sakit bersama Lian.. keadaan tubuh nya sudah mulai membaik.
“Kau mau melakukannya,, malam ini?” tanya Shin membuat Yuanna tidak mengerti
“Maksudnya?” yuanna balik tanya.
__ADS_1
“Melakukan hal yang biasanya di lakukan suami istri.. bukankah kau selama ini menginginkannya?” ucap Shin membuat Wajah yuanna memerah.. Lian yang masih duduk disebelahnya pun merasa aneh dengan Perubahan wajah Yuanna.
“Benarkah?apa harus malam ini?” tanya yuanna malu malu.
“Iya harus.. aku akan jemput jam 7 malam nanti..bersiap siaplah kita akan pergi kehotel bersama” jelas Shin lalu mematikan panggilannya.. mendengarkan ucapan Shin yuanna masih sangat malu.. dia terdiam sesaat dengan mengenggam ponselnya di dadanya. Lalu bangun dari baringannya dan bersiap pergi kembali ke apartemennya.
“Hei... kau mau kemana?” tanya Lian khawatir melihat yuanna bergegas pergi.
“Aku ada urusan penting.. bilang saja ke dokter aku sudah sehat tidak perlu dirawat lagi” jawab yuanna seenaknya.. lalu bergegas pergi meninggalkan Lian.. Lian merasa kecewa saat itu,, dia yakin bahwa Shin lah yang menghubungi yuanna dan mengajak nya pergi sehingga yuanna mau meninggalkan rumah sakit padahal sebelumnya ia telah mengajak yuanna untuk keluar makan siang bersama tapi dia menolak keras ajakannya.
Shin berjalan sembari menggenggam tangan yuanna masuk kedalam hotel.. dia telah menyuruh joila untuk membuat reservasi terlebih dahulu sebelum mendatangi hotel tersebut..
Dia menempelkan sebuah kartu kunci otomatis disamping pintu masuk kamar hotel.. setelah pintu terbuka merekapun masuk kedalamnya.. Yuanna merasa sangat malu saat itu.. jantungnya berdetak tidak karuan.. sebenarnya dia belum siap untuk melakukannya terlebih lagi dia baru sembuh dari rasa sakitnya..
Shin menarik tangan Yuanna mendekat kepadanya.. lalu memeluk yuanna untuk kemudian mencium bibirnya.. yuanna mencoba menghentikan Shin karena dia ingin berbicara sesuatu tapi Shin tidak memperdulikannya. Setelah puas mencium bibir yuanna.. kemudian Shin mulai mencium Leher yuanna dan menggigitnya.
“Tunggu.. aku mandi dulu” ucap yuanna yang masih belum siap melakukannya.
“Bukan kah aku tadi bilang kau harus bersiap siap sebelum pergi.. kenapa sekarang mau mandi lagi?” ucap Shin yang telah menghentikan Gigitannya dileher yuanna..
“Kalau sakit,, teriak saja.. atau kau boleh mencakar punggungku jika kau mau.. aku mohon tahanlah sebentar saja .. “ ucap shin kepada yuanna,, yuanna hanya bisa mengangguk pasrah.
Malam panjang telah berlalu,, pagi yang dinanti telah datang.. hari telah berganti.. Yuanna membuka matanya..
“Aku benar benar melakukannya dengan shin tadi malam” gumamnya dalam hati,,dia lalu melihat wajah Shin dengan mata penuh cinta.. masih terasa sisa sisa rasa sakit pada bagian sensitifnya.. yuanna mencoba memegang wajah shin yang saat itu sangat dekat dengan wajahnya.. hal itu membuat jantungnya berdetak semakin kencang Shin masih memeluk Yuanna bahkan ketika yuanna akan pergi kekamar mandi pun dia tidak membiarkannya pergi begitu saja.
“Kau sudah bangun?” ucap Shin ketika matanya terbuka.. dia melihat yuanna sedang gugup melihat kearah wajahnya.. Shin lalu mencium dahi yuanna kemudian mulai mencium bibirnya.
“Hei..aku belum cuci mulut” ucap yuanna tidak terima dicium oleh shin.. Seperti biasa Shin tidak memperdulikannya.. dia tetap mencium yuanna dan melakukannya lagi untuk kedua kalinya.
“Shin br*ng**k ..tidak cukup tadi malam.. pagi ini pun tetap dilakukannya” ucap yuanna dalam hati yang saat itu masih harus melayani keinginan Shin.
__ADS_1
Setelah beberapa jam menyelesaikan urusannya dengan Shin,, Shin membawa yuanna untuk sarapan.. dia membawanya kesebuah restoran mewah yang pernah Diminta Yuanna untuk mengunjunginya sebelumnya.. disana ia melihat joila sedang duduk menunggu mereka. Saat itu yuanna merasa sangat aneh tentang keberadaan Joila.
“Kenapa kau disini?” ucap yuanna setelah dekat dengan joila dan duduk disebrangnya.
“Kau bawa barangnya?” ucap Shin kepada joila.
“Shin ada yang ingin aku bicarakan” ucap Yuanna,
“Aku tidak punya banyak waktu” jawab Shin seenaknya.. membuat Yuanna menghentikan niatnya.
“Aku membawanya” jawab joila atas pertanyaan shin tadi lalu mengeluarkan sebuah surat dan sebuah pil kontrasepsi ,, untuk kemudian diberikan kepada yuanna.
“Tanda tangan” perintah Shin seenaknya.. Seketika itu juga mata yuanna membesar melihat surat yang ada didepannya.. surat itu adalah surat perceraian yang sudah dipersiapkan oleh joila.
“Kau mau menceraikan ku.. setelah melakukannya padaku dan bahkan kau sudah melakukan itu sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan” ucap yuanna masih tidak terima.
“Tanda tangan lalu minum ini” perintah shin lagi mengabaikan ucapan Yuanna..
“Br**g**k.. sialan kau Shin” maki yuanna sembari mengambil gelas yang berisi air dihadapan joila lalu menyiram kannya kewajah Shin untuk kemudian menandatangani Surat perceraian dan menelan sebutir pil kontrasepsi.. “mati saja kau sana” maki yuanna lagi lalu pergi meninggalkan Shin dan joila dengan marahnya..
“Kau melakukannya?” ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari balik dinding setelah kepergian yuanna..orang itu adalah idris..
“Sial” ucap shin sembari membanting gelas kelantai yang tadinya di gunakan Yuanna untuk menyiram wajah Shin.
“hahahahaha” tawa idris dan joila bersamaan.
“Kalian puas menertawakan ku..” ucap shin kesal,, lalu menandatangani surat perceraian tersebut untuk kemudian memfotonya dan mengirimkannya kepada seseorang “ sebarkan berita perceraian ku dengan yuanna” perintahnya kepada joila.
“Baiklah baiklah.. aku pergi.. senang sekali melihat wajah kesalmu” ledek joila sebelum pergi melaksanakan perintah Shin..
“Kenapa kau melakukannya?, aku kira kau akan sanggup menahan diri” tanya idris lagi sambil tersenyum.
__ADS_1
“Aku percaya sekarang aku tidak akan mudah mati,, dan lagi mana mungkin aku membiarkan dia bersama orang lain saat rencanaku sedang berjalan” jelas Shin masih merasa rasa kesal pada dirinya sendiri lalu meminta Idris memberikan kepadanya korek api yang ia telah minta untuk dibawakan sebelumnya lalu membakar surat perceraian tersebut.
“Kau tidak menceraikannya?” tanya idris yang masih merasa lucu melihat Shin