Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dimana silly


__ADS_3

Malam itu, Shin yang terpaksa menuruti perintah Idris untuk pindah rumah menghela nafas dalam dalam berdiri memandangi sebuah rumah tua yang terbuat dari papan kayu di depannya..


Dengan senyum kecut,,dia melangkahkan kaki masuk kedalam ruang tersebut.. tiba tiba..


"Buukk" sebuah gagang sapu hampir mengenai kepala Shin jika ia tidak menahan dengan lengannya..


"Maling.. " teriak Silly ketakutan .. Shin yang mendengar teriakan tersebut lalu melepaskan koper yang ia bawa dan menutup mulut silly.


"Ini aku bodoh" ucap Shin menghentikan teriakan silly..


"Kau... " Silly melepaskan tangan Shin yang menutup mulutnya.. "kenapa kau disini!" Tanya Silly tidak senang melihat Shin..


"Bukan hanya kau saja yang tinggal disini'" ucap Shin sembari berjalan menuju tombol lampu untuk menyalakan lampu rumah yang tadinya mati..


"Jadi aku harus tinggal bersamamu !.. haa.. sial sekali" ucap Silly kesal terdengar di telinga Shin yang seketika berubah menjadi geram..


"Jadi maksudmu tinggal denganku itu sial" ucap keras Shin kepada silly yang sedang menutup pintu.. silly hanya tersenyum kecut tidak menjawab perkataan Shin.. dia lalu pergi masuk kedalam kamarnya..


Shin yang masih kesal dengan ucapan Silly berjalan mencari kamar untuk ditempatinya.. tapi ia tidak menemukan satu kamarpun..


Dia telah memasuki semua ruangan kamar dirumah itu tapi semua kamar tersebut terpenuhi dengan barang barang berat yang tidak terpakai.. dia mengetahui dengan pasti siapa yang telah merencanakan hal itu terhadapnya..


"Aku tidur disini" ucap Shin mengejutkan Silly yang tadinya terbaring diatas kasur...


"Jadi aku tidur dimana!" Tanya Silly tidak senang dengan perkataan Shin..


"Keluar" perintah Shin membuat geram silly yang tidak bisa berbuat apa apa..


Dengan terpaksa Silly keluar dari kamar yang telah memiliki AC tersebut.. dia mengambil kasur kecil untuk di pakainya diruang tamu kamar tersebut..


Beberapa Menit kemudian pakaian Silly basah terguyur keringat akibat panasnya hawa ruang tamu malam itu.. silly mencari cari kipas tapi tidak menemukannya...


Dengan terpaksa ia masuk kedalam kamar Shin untuk tidur disana..


"Aku tidur disini" ucap nya kepada Shin yang saat itu sedang bermain game diatas kasur..

__ADS_1


"Aku sudah bilang jangan muncul dihadapan ku.. aku tidak suka melihatmu" ucap kasar Shin masih dengan Memainkan game ditangannya.


"Tenang saja.. kau tidak perlu khawatir.. aku tidak akan muncul dihadapanmu" ucap Silly.. dengan cepatnya ia menghampiri kasur Shin yang membuat Shin berhenti sejenak memandang silly..


"Aku bilang aku..."


"Aku tahu.. diam saja lah.." silly memotong pembicaraan Shin,, ia lalu melentangkan kasur kecilnya dibawa kasur Milik Shin..


"Kau mau tidur dikolong kasur begitu!" Tanya Shin tersenyum geli saat silly telah masuk kedalam kolong kasurnya..


"Mau bagaimana lagi.. diluar sangat panas.. dan juga kau bilang tidak ingin melihat wajahku kan,, kalau dikolong kasur seperti ini.. kau tidak harus mengeluh lagi.. tenang saja.. aku tidak akan membuat keributan " jelas silly sembari memiringkan tubuhnya dan menutup matanya mencoba untuk tidur.


"Kau..."


"Diam sajalah . Aku sudah mau tidur" potong silly lagi,, dia merasa sangat malas untuk melayani ucapan kasar Shin.. Shin hanya bisa menahan tawa geli melihat ide gila silly malam itu.


*******


Silly berjalan keluar kamar meninggalkan Shin yang masih tidur diatas kasurnya..


Hari itu adalah hari tayang perdana sinetron romantis yang telah silly ikuti beberapa hari yang lalu.. dia sengaja bangun pagi hari untuk bersiap siap melihat penampilan penyapu jalanan yang ia telah perankan disinetron tersebut..


Televisi telah menyala... Silly saat itu menunggu sinetron lain selesai ditayangkan.. dengan perasaan yang menggebu gebu dan penantian panjang akhirnya Sinetron yang ia mainkan didalamnya telah tayang..


Beberapa jam kemudian silly masih terbaring miring dengan menahan kepala pada lipatan lengan tangannya.. saat itu dia merasa aneh karena tidak menemukan dirinya sama sekali masuk didalam televisi..


"Brengsek natto.. sudah lelah menyapu,, masukpun tidak di televisi" gumamnya kesal sembari duduk dengan membanting remote diatas meja..


Shin berjalan menghampiri Silly saat telah selesai mandi dikamarnya.. dia duduk dikursi lain mencari cari sesuatu miliknya diatas meja..


"Kau lihat lolipopku?" Tanya Shin kepada silly yang masih memandang kesal didepan televisi.. Silly yang masih kesal tidak menjawab pertanyaan Shin yang berada disampingnya.


Shin yang sangat kesal pertanyaannya tidak dijawab berdiri mendekati Silly dari depan..


"Hei wanita bodoh... Kau lihat lolipopku tidak!" Tanya Shin lagi yang sudah berada didepan Silly.. Silly yang masih memakan lolipop dimulut mendongak kan wajahnya melihat kewajah Shin..

__ADS_1


"Ini yang kau maksud!" Ucapnya sembari memperlihatkan lolipop terakhir yang telah ia habiskan dari atas meja kepada Shin..


Shin melihat kelantai di bawah sofa.. dia menemukan puluhan gagang lolipop berserakan diatas lantai..


"Kau menghabiskan semua lolipop ku ya" bentak Shin tidak terima karena lolipop yang telah dia beli dihabiskan oleh silly tak tersisa..


"Aku ... " Silly baru menyadari bahwa dia telah menghabiskan banyak lolipop saat menonton drama yang tidak masuk ia didalamnya.. "astaga..matilah aku" gumamnya kemudian dalam hati..


"Iya.. kau .. siapa lagi yang menghabiskan lolipop kalau bukan kau..memang dirumah ini ada orang lain selain kau dan aku!" Bentak Shin lagi masih tidak terima..


"Maafkan aku.. sungguh aku tidak sadar telah menghabiskan lolipopmu" silly memohon maaf kepada Shin dengan memeluk kaki laki laki yang ada didepan dia..


"Beli sana... " Perintah Shin marah.. dia tidak tahan melihat Wajah memelas silly saat itu.. dengan Sigap dia melepaskan pelukan tangan silly di kakinya.


"Uangnya.."silly mengulurkan tangan meminta uang kepada Shin yang masih berdiri didepannya .


"Uang kau bilang.. kau telah menghabiskan lolipopku.. tentu kau lah yang harus mengeluarkan uangnya" maki Shin dengan kesalnya melihat Silly yang tidak bertanggung jawab..


"Ckk.. padahal harus irit uang " gumamnya pelan terdengar Shin..


"Kau mau melawan ya" maki Shin lagi kali itu ia telah duduk disofa..


"Baiklah baiklah.. aku pergi.. ,," silly kemudian mengambil bungkus permen yang terjatuh dilantai..setelah itu ia bergegas pergi meninggalkan Shin yang terbaring disofa sembari memainkan game Lord of Royal empire kesayangannya.


******


Shin tanpa sadar tertidur saat sedang bermain sejam yang lalu.. keringat bermunculan membasahi tubuhnya.. Shin,, dia sedang bermimpi buruk pagi itu..


""Drudukkk..drudukkk.. drdukkk.... Shin aku mencin...." Shin terbangun langsung dari tidurnya.. jantungnya berdetak kencang,, dia sangat takut akan sesuatu saat itu... Dia berdiri dari Tidurnya,, beberapa saat kemudian dia melirik ke jam diatas dinding..


"Sudah satu jam'" gumamnya dalam hati "kemana dia?" Shin mulai khawatir dengan silly yang belum juga kembali dari warung membeli lolipop untuknya.."wanita bodoh itu,, apa yang terjadi kepadanya" tambahnya lagi semakin khawatir,, Shin mengambil jaket nya dari kamar lalu berjalan keluar rumah untuk mencari tahu keberadaan silly...


Dia pergi menuju kewarung terdekat dan bertanya tentang kepada pemilik warungnya..


"Oh.. yuanna,, dia tadi datang sebentar membeli lolipop setelah itu pergi lagi kearah sana..." Pemilik warung menunjukan arah berlawanan dari rumah mereka.. dengan bergegas Shin lari mencari Silly yang tidak kunjung ia temui..

__ADS_1


"Kemana dia!" Gumam Shin hampir menangis terus berlari mencari Silly...


Shin yang sangat khawatir menanyai ke orang sekitarnya.. semua orang yang ia temui berkata tidak melihat keberadaan silly.. Shin bahkan sampai mengunjungi istana kerajaan yang tak jauh dari rumahnya.. tapi tidak juga menemukan wanita tersebut malahan membuat Idris dan Nana khawatir setengah mati jika silly ditemukan Sien...


__ADS_2