Unknown Love

Unknown Love
Akhirnya Menikah


__ADS_3

"Lo kelihatan gagah, Han", puji Farhan melihat penampilan Farhan dengan tuxedo grey stone yang dikenakannya. Farhan tersenyum.


"Gak beda jauh lah kegagahan gue sama lo, Rik", balas Farhan memuji Erik. Giliran Erik yang tersenyum.


"Akhirnya Tuhan mempersatukan lo dan Kinara. Memang jodoh itu gak bisa ditebak. Dia yang sudah dimiliki orang lain, ternyata bisa kembali ke tangan kita", ucap Erik.


Farhan mengangguk kecil dan tersenyum, "Gue masih merasa ini mimpi, Rik", jawab Farhan pendek.


"Tapi inilah kenyataan, Han. Gue ikut berbahagia, Han. Akhirnya sepupu gue ini mendapatkan jodoh yang selama ini ditunggu-tunggu", Erik memeluk Farhan. Farhan menyambut pelukan itu.


"Thank's ya Rik".


Erik mengangguk. Tak lama seseorang membuka pintu dari luar.


"Han, ayo, sebentar lagi akad nikahnya dimulai", ternyata Bu Asri yang datang.


Farhan mengangguk pasti, dia melirik ke arah Erik sebentar dan Erik membalasnya dengan anggukan juga.


Bu Asri, Erik dan Farhan berjalan beriringan menuju tempat akad nikah.


Ballroom itu sudah dihiasi bermacam jenis bunga dan dekorasi yang indah. Sajian untuk jamuan tamu pun sudah terhidang. Semua keluarga dan undangan menatap kedatangan Farhan yang nampak tampan dan gagah. Tatapan matanya yang tajam mengilatkan keyakinan yang dalam.


MC mulai memandu acara. Waktu terus berjalan dan kini Farhan sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan Pak Prastowo, ayah Kinara.


"Sudah siap?", tanya Pak Penghulu menatap Farhan, Erik dan Pak Wijaya yang menjadi saksi pernikahan itu. Semua yang ada di meja akad menganggukkan kepala.


"Baik, jika sudah siap semua, akad nikah ini akan saya mulai", lanjut Pak Penghulu.


Suasana berubah khidmat. Bu Asri dan Bu Hasna yang duduk tak jauh dari meja akad menatap haru proses sakral itu.


"Ananda Farhan Ganindra, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya, Kinara Cyzarine dengan mas kawin satu paket perhiasan berlian dibayar tunai".


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Cyzarine binti Prastowo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai", jawab Farhan pasti menjabat kuat tangan Pak Prastowo.


"Bagaimana saksi, sah?", tanya Pak Penghulu menatap Erik dan Pak Wijaya bergantian. Keduanya menganggukkan kepala pasti.

__ADS_1


"Alhamdulilah...", gemuruh suara syukur dari para hadirin.


Lantunan syukur dan do'a pun dipanjatkan oleh semua orang yang ada di sana. Mata Bu Hasna dan Bu Asri berkaca-kaca, mereka saling berpelukan.


"Alhamdulillah, Kinara sekarang sah menjadi putri dan menantu saya, bu", bisik Bu Asri dalam keharuannya. Bu Hasna mengangguk bahagia.


Sementara itu, Kinara yang sedari tadi berada di bagian lain ruangan itu meneteskan air mata. Ada haru dan bahagia yang menyeruak dalam hatinya. Ajeng pun demikian, dia ikut meneteskan air mata dan memeluk erat Kinara.


"Selamat ya kak, akhirnya kakak resmi menjadi istrinya Farhan", ucap Ajeng.


"Iya, kak, selamat. Aku punya kakak ipar lagi sekarang, yeeaayy", seru Alisa senang.


"Iya, terimakasih, Jeng, Al", jawab Kinara.


Mereka bertiga masih berpelukan sampai mbak perias datang untuk merapikan sedikit riasan Kinara sebelum Kinara, Ajeng dan Alisa meninggalkan ruangan itu.


"Ayo, sekarang kita ke sana", Ajeng mengajak Kinara karena terdengar suara MC memanggil mempelai perempuan. Kinara mengangguk.


Diambilnya buket bunga mawar putih, Kinara menggenggamnya dengan kuat. Senyum bahagia terukir indah di bibirnya. Perlahan tapi pasti, Kinara didampingi Ajeng dan Alisa berjalan menuju pelaminan.


Farhan menatap kedatangan istrinya dari jauh. Hatinya berdebar hebat tapi rasa bahagia jauh lebih membuncah.


"Tuh, bidadari lo datang, Han", bisik Erik menggoda. Farhan tersipu.


Jujur saja, Farhan begitu terpesona dengan penampilan Kinara. Baru kali ini dia melihat Kinara tampil berbeda, begitu cantik dan membuat hatinya luluh.


Kinara masih menundukkan pandangannya, malu. MC memandu Kinara untuk mencium tangan Farhan dan Farhan mengecup kening Kinara saat mereka berdua sudah saling berhadapan.


Kinara sempat ragu karena selama mengenal Farhan, mereka tidak pernah melakukan hal seperti itu.


"Ayo, kak", Ajeng mendukung.


Akhirnya dengan wajah merona Kinara mencium tangan suaminya dan tanpa ragu Farhan mengecup Kening Kinara dengan dalam. Ada rasa syukur dan harapan yang besar di sana. Kinara menutup kedua matanya saat Farhan mengecup keningnya, begitu pun dengan Farhan.


"Wah sepertinya kedua mempelai begitu menghayati sesi ini ya...", goda MC yang melihat Farhan dan Kinara larut dalam momen kedekatan mereka untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Hadiri tersenyum, sedangkan Farhan dan Kinara segera mengembalikan kesadaran mereka berdua dan keduanya tersipu malu. Selanjutnya kedua mempelai itu menemui kedua orang tua masing-masing untuk meminta do'a dan restu dari mereka.


"Bapak dan ibu titip Kinara ya, Han. Cintai dan jagalah dia dengan baik. Jika nanti kamu menemui hal yang tidak kamu sukai darinya, jangan menyakitinya, kembalikanlah dia kepada bapak dan ibu dengan cara yang baik sebagaimana kamu memintanya dari kami", pesan Pak Prastowo haru.


"Farhan janji akan mencintai, menjaga dan membahagiakan Kinara sepenuh hati Farhan, pak", janji Farhan. Pak Prastowo mengangguk bahagia.


"Tolong jaga putri ibu ya, Han. Bersabarlah dengannya jika nanti Kinara melakukan hal yang salah atau membuatmu marah", giliran Bu Hasna yang berpesan. Farhan mengangguk pasti.


"Ibu bahagia sekali kamu sekarang resmi menjadi istri Farhan, nak. Semoga kamu selalu menerima segala kelebihan dan kekurangan Farhan. Jagalah dia, jagalah cinta dan kepercayaannya kepadamu", giliran Bu Asri yang berpesan pada Kinara.


"Iya bu", jawab Kinara pendek. Dia sudah tidak bisa menahan air mata harunya.


Semua pesan tentang cinta, kepercayaan dan kesetiaan sudah Farhan dan Kinara dapatkan dari kedua orang tuanya.


Acara sakral itu pun sudah dilewati semua. Kini suasana malam semakin ramai dan hangat. Farhan dan Kinara sudah duduk di pelaminan menyambut ucapan selamat dan do'a dari para tamu yang datang.


"Terimakasih sudah mau menjadi istriku", Farhan menatap Kinara di pelaminan.


Kinara tersenyum manis, "Terimakasih juga sudah mencintai dan memilihku untuk menjadi istrimu", balas Kinara.


Hati mereka kini diliputi rasa bahagia. Senyum bahagia tiada hentinya terulas dari bibir Farhan dan Kinara. Pak Wijaya, Bu Tria, Ajeng dan Erik pun ikut berbahagia.


"Kak Angga pasti sekarang sedang tersenyum bersama kita", gumam Ajeng. Kilatan wajah almarhum kakaknya berkelebat begitu saja dalam ingatannya.


"Terimakasih sayang, kakakmu sudah mempercayakan Kinara kepada Farhan, sepupuku", Erik merangkul bahu Ajeng. Ajeng tersenyum dan mengangguk.


"Akhirnya ya pah, kita bisa melihat Kinara tersenyum bahagia lagi seperti saat ini", Bu Tria melirik Pak Wijaya yang duduk di sampingnya.


"Iya mah. Papa merasa lega sudah menunaikan tanggungjawab papa untuk menikahkan Ajeng dan Kinara. Mereka berdua mendapatkan pasangan yang baik. Semoga mereka bahagia selamanya", harap Pak Wijaya.


Di pelaminan, Kinara dan Farhan masih menyambut do'a dan ucapan selamat dari para tamu.


"Mas Angga, semoga kamu pun ikut bahagia melihatku hari ini. Terimakasih mas atas restu yang kamu berikan", ungkapan itu melintas begitu saja di hati Kinara.


Ya, baginya, apa yang terjadi hari ini tidak lepas dari sosok Erlangga. Kinara sudah membuka hatinya untuk Farhan, tapi Erlangga pun tetap memiliki tempat di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2