Unknown Love

Unknown Love
Season 1 - #4


__ADS_3

"Morning, love." sapa Arthur sambil meneguk susu dan sudah duduk di meja makan.


"Morning Arthur." balasku yang kaget melihat dia sudah terbangun sepagi ini, apalagi ini hari minggu.


"Sarapan dulu." perintahnya sambil memberikan kode bahwa hari ini dia membuatkanku sarapan. Tanpa basa basi aku segera duduk di sampingnya, Arthur agak terkejut karena biasanya aku selalu duduk di sebrangnya dan jarang duduk di sampingnya.


"Mimpi indah?" tanya Arthur sambil melihatku.


"Ya, tapi agak sedikit aneh." balasku sambil mengaduk-aduk salad buahku.


"Tentang apa?" tanya Arthur penasaran.


"Hm? Aku sih gak mau cerita tapi ini agak menggangguku, karena efeknya sekarang aku bangun lebih awal di hari minggu." jelasku dengan menekukkan bibir bawahku.


"Oh ya? Aku makin penasaran." balasnya


"Aku mimpi..., kamu masuk kamarku dan mencium pahaku." ucapku sambil mengunyah. Arthur yang sedang minum susunya mendadak tersedak.


"Uhuk! Uhuk!"


"Kamu kenapa? Kalau minum pelan-pelan." kataku sambil menepuk-nepuk punggungnya


"Gak apa-apa Anya, aku terlalu haus." jawab Arthur dengan berbohong


"Ini air putih." sodorku padanya. Arthur mengambilnya dan segera menenggaknya.


"Sudah enakan?" tanyaku memastikan.


"Ya, makasih Anya." jawab Arthur sambil mengelap tangan dan mulutnya.


"Arthur...."


"Ya?" balas Arthur dengan melirik sekilas.


"Untuk yang semalam, maaf ya kalau agak lancang masuk kamar kamu tiba-tiba! Dan maaf juga kalau aku membuatmu kesal dengan datang ke acara reuni dan bertemu Alvin.." ucapku dengan menatap fokus ke wajahnya, Arthur tersenyum.



"Aku yang kekanakan Anya! Maaf juga yaa..., gak seharusnya aku yang sudah tua ini bersikap begitu padamu. Aku tau batasanku, seharusnya aku tak mengusik dan mengatur tentang kehidupanmu. Bukankah begitu perjanjian dari pernikahan kita?" balasnya dengan bijak.



"Ya, mungkin kita berdua semalam terlalu lelah. Jadi kita baikan ya?" kataku dengan memberikan jari kelingking sebagai tanda damai.


"Ya." balasnya dengan memberikan jari kelingkingnya padaku.


"Agenda kamu kemana Arthur?" tanyaku sambil melanjutkan makan salad.


"Mungkin aku mau ke rumah ibuku." balasnya


"Tumben? Ada acara?"


"Bukan, hanya ingin berkunjung dan bertemu dengan Alvin. Semenjak dia pulang ke sini aku belum menemuinya Anya." jelas Arthur sambil mengelap mulut, tanda bahwa dia sudah selesai dengan sarapannya.



"Oh, oke. Aku paling disini saja ya. Aku mau 'me time' hehehe." kataku dengan tertawa riang


"Tentu saja boleh." ucap Arthur sambil memencet hidungku.



Aku pun segera menghabiskan sarapanku dan membuka ponselku untuk melihat-lihat sosial media. Sekilas aku melihat foto dan video tentang bayi, tak menyangka Arthur pun diam-diam melirik sedikit lewat ujung matanya apa yang sedang aku lihat.



"Gemes ya Arthur." celetukku sambil masih melihat-lihat video bayi.


"Apa tuh?" tanya Arthur pura-pura tak tau.

__ADS_1


"Ini, bayi." jawabku sambil menunjukkan apa yang ku maksudkan padanya.


Arthur mendekat padaku.


"Iya gemesin, tapi kalau udah besar gak gemesin Anya! Bikin pusing iya."


"Curhat...." candaku dengan muka mengejek


"Hahahaha, rese kamu." sambil mencubit kecil lenganku


"Gemesin kan?" lanjutku kembali sambil mengscrollnya.


"Kalau kamu mau, aku bisa kasih kok." jawab Arthur dengan nada datar. Aku kaget mendengar jawabannya, Arthur yang menyadarinya hanya tersenyum nakal.


"Yakin gak mau?" tanyanya tambah nakal.


"Aku mandi dulu ah!" balasku yang segera berdiri dari meja makan dan sedikit berlari memasuki kamar untuk menghindari Arthur.


Samar-samar terdengar dia tertawa cekikikan sendiri karena senang melihat ekspresiku setelah menjahilinya.



*****



"Anya sarapan sudah siap!" teriak Arthur dari arah dapur. Aku yang baru bangun tidur mengucek-ngucekan mataku dan melihat jam di meja nakasku.



(Tumben Arthur sudah bangun? Dan dia menyiapkan sarapan untukku?)



Gumamku dalam hati. Aku turun dari tempat tidurku dan bergegas berjalan menuju dapur untuk bertemu dengan Arthur. Aku melihat dia sedang sibuk didepan kompor menyiapkan sarapan untuknya, sedangkan untukku sudah terhidang di meja makan. Aku segera berjalan menuju meja makan dan duduk.



"Morning." balasku dengan tersenyum sambil meminum susu yang dihidangkannya.


"Mimpi indah?" tanya Arthur dengan tetap fokus didepan kompor.


"Ya." balasku sekenannya.



Aku menunggu Arthur dimeja makan, dia pun segera menyelesaikan acara masak memasaknya dan melepaskan celemek yang berada di badannya. Arthur memasuh tangannya dan berjalan menuju meja makan dan kini dia duduk dihadapannku.


"Makanlah, aku sudah membuatkan sarapan kesukaanmu." ucap Arthur sambil melihat ke arahku.


"Aku menunggu kamu Arthur, biar kita makan bareng." balasku dengan menopangkan dagu.


"Wow, manis banget ya kamu! Oke yuk sarapan." ajaknya sambil memulai menyendokkan sarapannya tersebut, dilanjutkan dengan aku yang memulai untuk makan.



Kami berdua asik menikmati sarapan di hari weekend yang cerah ini. Saling mengobrol dan menikmati obrolan kami satu sama lain. Hari ini Arthur tampak rapi dan tampan, entah aku mungkin sudah terbiasa dengan melihat gaya rapi dan necis nya ini, hanya saja karena ini weekend aku agak sedikit berbeda menanggapinya.



"Kamu mau kemana Arthur?" kataku sambil menenggak susu.


"Aku mau kerumah Mama." balasnya sambil melipatkan kedua tangannya.


"Tumben?" tanyaku kembali dengan mengerenyitkan dahi.


"Kamu lupa? Alvin kan sudah kembali kesini, dan kebetulan Clara putriku juga sedang berlibur kerumah Mama." terangnya sambil menenggak jusnya.


"Oh aku lupa!" ucapku dengan menepuk dahi.

__ADS_1


"Aku titip salam saja untuk Mama ya?" lanjutku kembali.


"Tentu, sayang." balas Arthur dengan tersenyum.



Aku memang suka pergi kerumah Mama nya Arthur, namun jika tidak ada anak-anaknya terutama Alvin. Untuk kali ini aku memang tak bisa ikut, karena aku dan Arthur memang belum menceritakan pernikahan kami berdua. Terlebih aku dan Alvin pernah satu sekolah saat SMA dulu, dan kami berdua pun pernah menaruh saling suka satu sama lain namun tidak berlanjut ke pacaran.



"Aku pergi dulu ya. Kamu hari ini gak kemana-mana kan Anya?" tanya Arthur yang segera beranjak berdiri dari meja makan.


"Gak Arthur. Aku mau diam diapartement aja." ucapku dengan menaikkan kedua bahuku.


"Oke, aku pamit ya!" ucap Arthur yang menghampiriku dan mengusap-usap rambutku. Aku membalas hanya dengan tersenyum, dan Arthur pun melangkah meninggalkanku di ruang makan berjalan menuju pintu keluar apartement. Dari jauh ku mendengar samar-samar pintu terbuka dan tertutup.



"Alvin...." gumamku sendiri.



Arthur melajukan mobilnya menuju rumah Mamanya yaitu Eva. Tak beberapa lama pun mobilnya sampai dirumah Eva dan masuk ke dalam garasi rumahnya. Arthur turun dari mobilnya dan membuka pintu belakang mobilnya untuk mengambil bingkisan berupa makanan ringan kesukaan Mamanya tersebut. Arthur berjalan melangkah menuju dalam rumah melalu pintu yang berasal dari garasi rumah Eva. Baru saja memasukkan kakinya ke dalam rumah dia sudah bisa mencium aroma kue khas buatan Mamanya tersebut.



"Cinnamon Muffin Cake." gumamnya sambil tersenyum.



Arthur melangkahkan kembali dan dari kejauhan sudah bisa melihat punggung Mamanya sedang mengeluarkan kue muffin tersebut dari ovennya. Arthur kemudian berjalan mendekati dan memeluk Mamanya tersebut dari belakang sambil mengecup pipinya.


"Morning Ma.." ucapnya sambil tersenyum.


"Anakku, Arthur! Hohoho..." balasnya dengan memegang kedua pipinya dan mengecupi pipi Arthur kanan dan kiri. Arthur hanya membalas dengan tersenyum saja melihat sikap Mamanya tersebut.


"Sepagi ini Mama membuat kue?" tanya Arthur sambil melihat ke arah kue muffin buatannya.


"Ya karena hari ini spesial aku kedatangan kedua cucuku dan kamu anakku Arthur! Aku sudah menduganya makanya aku bangun sepagi mungkin, dan menyuruh Fadel untuk membelikan bahan baku kue dari jauh-jauh hari." terangnya sambil melepaskan celemek dan sarung tangan anti panasnya.


"Fadel? Mama mengajarinya untuk berbelanja kebutuhan kue?" tanya Arthur dengan mengerenyitkan dahinya.


"Ya tentu! Anak itu cepat sekali tanggapnya! Mama suka dengan anak buahmu yang satu itu, makanya Mama tidak keberatan jika berbelanja dengannya." terangnya dengan masih sumringah.


"Ya dia masih muda, wajar sih. Tapi aku tak menyangka dia cekatan juga dengan Mama." balas Arthur dengan mimik muka berpikir.


"Oke, apa yang kau bawa itu nak?" tanya Eva sambil melihat bingkisan yang aku pegang.


"Oh, ini makanan ringan kesukaan Mama. Aku lewat toko roti Lily Bakery dan membelikannya untuk Mama." terang Arthur sambil memberikan bingkisannya.


Eva melihat apa yang dibawakan anaknya tersebut, "Roti Cinnamon?" sambil melihat pada Arthur.


"Mama kan suka yang berbau kayu manis jadi ya....." balas Arthur dengan mimik muka konyol.


"Dasar kau! Hahahahaha..." balas Eva dengan mencubit perut anaknya tersebut.


"Sakit Ma!" protes Arthur sambil mengusap perutnya.


"Biarin! Perut kamu masih saja bagus begitu, padahal umurmu sudah kepala 4 Arthur." celetuknya sambil meledek anaknya itu.


"Jangan suka berlebihan Ma." rajuk Arthur dengan posisi memeluk Mamanya tersebut.


"Hahahaha, pantas Anya betah denganmu." balasnya dengan muka senang.


"Ma...."


"Papa?" tetiba saja ada yang membuyarkan momen tersebut. Tak lain adalah Alvin, anak sulungnya Arthur yang masuk ke dalam dapur dan melihat Papanya hadir kerumah Omanya Eva.


"Alvin?" ucap Arthur dengan muka senang melihat anaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2