Unknown Love

Unknown Love
Hanya pengganti


__ADS_3

Kirana merapikan Pakaian nya di Ruang Walk in Closet milik Altezza, namun ia hanya meletakkan beberapa Pakaian saja.


Ia harus meminta izin terlebih dahulu pada Altezza jika ingin meletakkan semua barang miliknya.


Kirana melihat Jam dinding, sudah hampir jam 10 malam namun Altezza tidak juga pulang.


Saat Kirana akan tidur pintu terbuka, ia segera duduk dan tersenyum melihat Altezza datang.


Namun Altezza berjalan dengan cepat dan menarik nya turun dari kasur.


"Al apa yang kau lakukan?." Tanya Kirana ketika Altezza menyeretnya ke kamar lain.


Altezza memegang tangan Kirana hingga terlihat bekas merah.


"Harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada di kamarku?."


Jantung Kirana berdegup kencang, ia takut dengan kemarahan Altezza dan menjawab dengan tergagap, "Bu-bukankah kita sudah menikah."


"MEMANG, namun kenapa kau harus tidur kamarku? Kirana kau harus tau posisimu." Ucap Altezza dengan penuh penekanan.


Kirana terdiam, matanya berkaca-kaca ia tak paham dengan ucapan Altezza, "Apa maksudmu? Posisi apa?."


Altezza menampilkan sebuah foto wanita cantik, ia sedikit mirip dengan Kirana.


"Ini Izumi, dia mantan pacarku."


"Lalu?." Kirana berusaha berpikir positif namun perlakuan Altezza tidak membiarkan memikirkan hal itu.


Jelas! Altezza menikahinya karena wanita itu.


"Kau pasti mengerti setelah melihat foto ini kan?." Altezza tersenyum miring lalu memegang wajah Kirana, "Senyummu dan semua perilaku mu, jika berbeda dengannya maka aku tidak akan segan-segan melakukan hal yang tidak kau sukai."


"Aku akan mengirimkan semua video tentangnya dan kau harus belajar menjadi dirinya." Lanjut Altezza lagi dan berbalik pergi.


Namun baru beberapa langkah Kirana meneriakinya.


"KENAPA AKU HARUS MELAKUKAN ITU?."


Altezza berbalik, "Karena kau mirip dengannya."


Kirana mendekati Altezza dengan wajah marah, "Lalu kenapa jika aku mirip dengannya? Aku bukan dia, aku tidak mau menirunya."


"Karena kau bukan dia maka kau harus menirunya."


Kirana menelan saliva nya, "Jika kau mencintai dia kenapa tidak menikahinya? Kenapa harus aku yang menirunya?."


Altezza menatap tajam Kirana, "Jika aku bisa aku akan menikahinya bukan menikahi mu."


"Kirana kau dengarkan saja perintahku." Ucap Altezza hingga kemudian dia di ambang pintu, "Jika kau bahkan tidak bisa meniru senyumnya, kau tidak boleh keluar dari kamar ini."


Pintu tertutup.


Kirana masih mematung tak menyangka akan ucapan Altezza. Ia terduduk di lantai yang dingin, Apa-apaan semua ini?

__ADS_1


Ia menangis namun kemudian ia mengelap air matanya dengan kasar, sebelum nya dia menyukai Altezza hanya rasa suka.


Setelah ia menangis rasa suka itu pudar dan diganti dengan kebencian.


Meniru mantannya? Hanya meniru saja itu bukan masalah besar, ia tidak perlu lari, ia tidak perlu di maki lagi, ia juga tidak perlu memikirkan bagaimana mendapatkan uang.


Tapi hati Kirana merasa sakit, selama ini dia benar-benar dibohongi Altezza. Perlakuan manisnya, perkataan romantisnya semua hanya kebohongan.


Namun di satu sisi Kirana merasa lega, ia tidak perlu memaksa untuk mencintai Altezza.


Kirana menuju meja disudut ruangan, ia membuka laptop dan menerima file dari Keenan.


Ia memejamkan matanya tak percaya, Keenan jelas tahu bahwa Altezza hanya memanfaatkan nya hanya untuk memenuhi obsesinya.


Kirana kira semua orang baik padanya namun kenyataannya itu semua kebohongan.


Sebuah Video ditampilkan di layar laptop, Kirana memperhatikan nya dengan baik.


Dia sangat cantik, anggun dan juga tampak angkuh.


Dia tersenyum namun juga tidak. Senyuman kecil itu...


Kirana mengingatnya.


_&_&_


Altezza di dalam kamarnya dipenuhi dengan rasa bersalah, ia tidak tau kenapa saat melihat Kirana menangis ia tidak tega.


Namun ingatannya tentang Izumi tidak bisa pudar, mau tak mau Kirana harus melakukannya.


Altezza menuju ruang kerja nya, ia tak akan bisa tidur lagi.


Beberapa menit terdiam di kursinya ia memutuskan untuk membuat kopi di dapur.


Saat akan sampai ia melihat cahaya dari kulkas yang terbuka, langkah nya memelan dan ia mengintip wanita yang ia kenal itu makan dengan lahap nya didepan kulkas.


Altezza hampir lupa, Keenan mengatakan bahwa Kirana belum makan apa-apa semenjak pulang tadi.


Ia bermain dengan Liam baru pulang, tak ada waktu untuk makan.


Altezza menatap Kirana sebentar kemudian berbalik dengan pelan agar tidak ketahuan.


Biarkan malam ini dia seperti itu tapi...


Bukankah Kirana selalu menjaga perilaku nya? Namun kenapa dia sangat berantakan?


....


Kirana menoleh dan menatap sekitarnya dengan mata memicing kemudian makan lagi.


Ia merasa seseorang sedang menatapnya namun itu mungkin hanya perasaannya saja.


Roti, Kue, Eskrim, buah dan semua yang ada di kulkas Kirana makan. Ia bahkan terkejut melihat kulkas Altezza yang begitu berwarna tidak seperti hidupnya.

__ADS_1


Setelah merasa kenyang, Kirana kembali ke kamarnya dengan mata yang masih mengawasi sekitarnya.


Setelah sampai di kamar ia menutup pintu dengan pelan dan tersenyum puas.


Menguncinya?


Jangan harap, tidak tau saja bahwa Kirana dulu suka kehilangan kunci rumah hingga kemudian ia sering membuka pintu rumah dengan peniti atau jepit rambut.


Semua orang tau Kirana adalah orang yang ceroboh.


Sering kehilangan sesuatu dan merusak barang tanpa sengaja.


Kirana memukul perutnya pelan dan lanjut menonton Video Izumi.


Setelah menontonnya Kirana paham bahwa Izumi begitu bersinar namun ada banyak kebohongan dan kepalsuan dalam hidupnya. Kirana benar-benar tak menyukainya.


_&_&_


Altezza sudah bersiap-siap akan pergi ke kantor, ia melewati Kamar Kirana namun ia ragu untuk mengetuk pintunya.


Setelah beberapa saat terdiam Altezza mengetuk pintu Kirana, hingga kemudian Pintu itu terbuka.


Sejenak Altezza mematung menatap wanita didepannya, "Izumi."


Kirana tersenyum tipis seperti Izumi dan keluar dari kamar. Setelah menonton Video Izumi, Kirana berusaha membuat dirinya semirip mungkin dengan Izumi.


Gaya pakaian, senyum bahkan rambutnya.


"Kita makan bersama." Altezza menggandeng tangan Kirana, ia menganggap bahwa wanita didepannya adalah Izumi.


Walau ia tahu kenyataannya bahwa wanita itu adalah Kirana.


Di meja makan mereka saling berpandangan, Kirana sama sekali tak mengatakan apapun.


Sedangkan Altezza terus memandanginya dengan senyuman, sejenak senyum Kirana turun.


Namun ia segera tersenyum kecil lagi, ia sangat iri pada Izumi. Altezza begitu mencintainya hingga menjadikan ia pengganti mantannya.


Begitu terobsesi.


Tak..


Kirana mengangkat wajahnya menatap Altezza yang marah, "Jika kau tidak bisa memerankan nya dengan baik, maka jangan menirunya."


Usai mengatakan hal itu Altezza pergi keluar meninggalkan Kirana yang masih bingung.


Apa kesalahannya?


Dengan wajah teramat kesal, Kirana makan dengan cepat dan segera membereskan dapur.


"Biar saya saja yang bersihkan." Ucap Seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul dan segera merapikan meja.


Wajahnya tampak tak bersahabat, membuat Kirana mundur dan pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kenapa udara disini sangat dingin?."


 


__ADS_2