
"Ra, hari ini ayo datang ke rumahku", ajak Ananta selepas mereka selesai kuliah.
"Ada apa?".
"Hari ini ulang tahun daddy ku dan di rumah akan diadakan pesta".
"Oh begitu, baiklah. Jam berapa acaranya dimulai?".
"Jam delapan malam. I'll waiting you, ok?".
"Ok".
Kinara dan Ananta pun berpisah.
Setibanya di apartemen, Kinara segera membuka lemarinya, mencari-carai pakaian yang bisa dia gunakan untuk ke pesta nanti malam.
"Hm...sepertinya tidak ada baju pesta di lemariku", gumam Kinara, dia melirik jam di kamarnya, pukul lima sore waktu Paris.
"Masih ada waktu, sebaiknya aku keluar membeli baju baru", Kinara bergegas mengenakan mantelnya dan mencari taksi menuju sebuah pusat perbelanjaan.
Tak butuh waktu lama, Kinara sampai di tempat tujuannya. Dia segera memasuki toko pakaian favoritnya dan mulai mencari-cari pakaian yang cocok dengannya.
"May I help you?", tanya seorang pramuniaga menghampiri Kinara yang nampak bingung menentukan pilihannya.
"Oh yeah. I need a dress for night party", jawab Kinara.
Pramuniaga itu membantu mencari dan memilihkan pakaian yang diinginkan Kinara dan pilihannya jatuh pada sebuah dress satin dengan model A-Line dress berwarna biru langit. Tampilan dress itu nampak manis dengan tambahan akses pita di bagian pinggangnya.
Setelah mencoba dress itu, Kinara segera membayarnya dan bergegas kembali ke apartemen untuk membersihkan diri dan bersiap ke pasta Daddy Dave, ayahnya Ananta.
Selepas sholat maghrib, Kinara mulai sibuk merias dirinya. Make up natural dengan nuansa nude dia pilih dan tatanan rambut low chignon yang manis dan sederhana membuat tampilan Kinara malam ini begitu anggun. Dia berputar beberapa kali di depan cermin untuk memastikan penampilannya sempurna.
Pukul tujuh tiga puluh malam, Kinara sudah rapi dengan dress, sling bag warna senada dan flat shoes putih. Tak lupa dia kenakan mantel panjangnya sebelum keluar dari apartemen dan memanggil sebuah taksi.
Butuh waktu hampir tiga puluh menit untuk Kinara sampai di rumah keluarga Daddy Dave.
Suasana rumah sudah nampak ramai dan bergemerlapan dengan berbagai lampu dan dekorasi ruangan yang indah dan mewah.
"Nara, come here", sebuah suara yang tak asing di telinga Kinara membuatnya menoleh. Terlihat Ananta yang nampak cantik dengan empire dress bernuansa marun yang anggun.
Kinara tersenyum dan segera menghampiri sahabatnya itu.
"Wow, kamu cantik sekali", puji Kinara saat melihat penampilan Ananta dari dekat.
Ananta tersenyum senang mendengar pujian itu, "Thank you. Kamu pun nampak luar biasa", balasnya.
Sejenak, Kinara dan Ananta berbincang sebelum Mommy Rose datang memanggil mereka karena acara utama akan segera dimulai.
Acara ulang tahun Daddy Dave berjalan dengan hangat dan meriah. Wajah sumringah nampak dari Daddy Dave dan Mommy Rose, begitu pun dengan Giovani dan Ananta, keduanya ikut berbahagia dengan ulang tahun sang ayah.
Setelah acara puncak dilangsungkan, seluruh tamu undangan yang merupakan keluarga dekat, sahabat dan kolega bisnis keluarga Dave dipersilahkan untuk menikmati jamuan yang sudah tersedia.
"Ayo kita makan yang banyak", ajak Ananta, dia menarik tangan Kinara menuju deretan buffee yang menyajikan makanan mewah.
__ADS_1
"Apa tak masalah kita mengambil makanan sebanyak ini?", tanya Kinara melihat isi piring miliknya sendiri.
"Ck, kenapa? apa kamu takut gemuk?", tanya Ananta.
Kinara menggelengkan kepalanya cepat, "Bukan itu, hanya saja kita nampak seperti dua orang yang tengah kelaparan", tawa Kinara dan Ananta pun pecah bersamaan.
"Hai, boleh aku bergabung di sini?", Giovani yang datang tiba-tiba membuat Ananta dan Kinara sedikit terkejut.
Tanpa menunggu jawaban, Giovani sudah duduk di meja tamu yang sama dengan Kinara dan adiknya.
"Kamu cantik sekali", puji Giovani saat matanya menatap Kinara.
Kinara tersenyum tipis, "Terimakasih".
"Ehm...", suara Ananta memecahkan fokus kakaknya.
"Jangan coba-coba mengambil kesempatan ya kak. Matanya dijaga", tegas Ananta menatap galak pada kakaknya.
"Ck, cerewet. Memang Kinara malam ini terlihat sangat cantik, laki-laki manapun pasti akan memuji penampilannya", bela Giovani tak mau kalah.
Tatapan peperangan kakak adik itu pun mulai nampak, membuat Kinara menjadi tak nyaman melihatnya.
"Mmm...sebaiknya kita nikmati sama-sama pesta ulang tahun Daddy Dave, ya", bujuk Kinara.
Giovani tersenyum, begitu pun dengan Ananta. Giovani meminta seorang pramusaji untuk membawakan makanannya ke meja itu.
"Oh ya, malam ini ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada kalian, khususnya pada adikku yang cerewet ini", ucap Giovani sambil menikmati makannya.
"Siapa?", tanya Ananta penasaran.
Kinara hanya diam mendengarkan percakapan itu.
Tak lama, Giovani permisi meninggalkan tempat duduknya untuk menyambut kedatangan sahabat lamanya.
"Terimakasih banyak kamu sudah meluangkan waktu jauh-jauh datang ke sini", sambut Giovani sambil memberikan pelukan.
"Tak apa. Aku senang bisa datang kemari, lama kita tak jumpa. Oh ya, mana daddy mu? aku ingin mengucapkan selamat padanya".
Giovani mendampingi sahabat lamanya itu untuk menemui daddy dan mommy yang sedang berbincang dengan beberapa tamu kolega.
"Dad, sahabatku datang ingin mengucapkan selamat untukmu", ujar Giovani.
Daddy Dave segera permisi sebentar dan menemui sahabat Giovani. Daddy Dave menerima ucapan selamat ulang tahun darinya.
"Oh thank you so much. Kamu datang dari jauh kemari, itu sebuah penghargaan besar untukku dan keluargaku", kata Daddy Dave.
"Nikmatilah malam ini, ya", tambahnya lagi.
Giovani dan sahabatnya menganggukkan kepala.
"Bro, aku akan mengenalkanmu pada seseorang", ajak Giovani.
"Hm...siapa?".
__ADS_1
"Nanti lah, kau lihat sendiri", Giovani merangkul sahabatnya, mengajaknya menuju meja tempat Kinara dan Ananta berada.
Kinara dan Ananta tengah berbincang bahagia saat Giovani dan sahabatnya datang.
"Hi girls, ini dia orang yang ingin aku kenalkan pada kalian", ujar Giovani.
Ananta dan Kinara menoleh bersama, dan betapa terkejutnya Kinara saat dia mengenali lelaki yang datang bersama Giovani.
"Fa...Farhan", pekik Kinara. Dia hampir tak percaya dengan sosok lelaki yang kini berdiri di hadapannya itu.
"Kinara...", Farhan tak kalah terkejut.
"Lho, kalian sudah saling mengenal?", tanya Giovani bingung.
"Oh ya, Kinara teman kuliahku dulu di Indonesia", jawab Farhan yang cepat menguasai keadaan.
"Wah, dunia benar-benar sempit ternyata. Baguslah kalau kalian sudah saling mengenal. Oh ya kenalkan, ini adikku, Ananta", Giovani memperkenalkan adiknya yang sedari tadi hanya termangu melihat ketampanan Farhan.
Farhan mengulurkan tangannya dan disambut oleh Ananta, mereka pun saling memperkenalkan diri.
Giovani memanggil lagi pramusaji untuk membawakan hidangan ke meja mereka.
"Apa kabar?", tanya Farhan menatap Kinara.
Kinara tersenyum tipis, "Kabarku baik", jawab Kinara pendek. Entah kenapa ada debaran yang berbeda di hatinya saat dirinya bisa kembali bertemu dengan Farhan.
"Ini dia Han, wanita yang aku ceritakan padamu selama ini. Kinara Cyzarine, sahabat baik adikku", ucap Giovani.
Farhan tersenyum, dia ingat perbincangannya dengan Giovani beberapa waktu yang lalu. Giovani memang bercerita tentang seorang perempuan yang dia sukai di Paris. Tapi dia tak pernah menyebutkan namanya pada Farhan, dia hanya mengatakan jika ada kesempatan dia akan mengenalkan wanita itu pada Farhan dan Farhan tak menyangka jika wanita yang dimaksud oleh Giovani adalah Kinara.
"Bagaimana menurutmu?", tanya Giovani tanpa ragu.
"Pilihanmu sempurna", jawab Farhan, ekor matanya melirik ke arah Kinara yang memilih diam.
"Kak Farhan, apa kakak sudah memiliki seorang kekasih?", tembak Ananta tanpa ragu.
"Wow berani sekali adik kecilku ini bertanya seperti itu", seru Giovani. Ananta tak mempedulikan ucapan kakaknya.
"Apa salahnya aku mencari tahu", kilah Ananta.
"Jadi, apa Kak Farhan sudah memiliki seorang kekasih?", Ananta mengulang lagi pertanyaannya.
Farhan tersenyum, "Memangnya kenapa?", tanya Farhan.
"Hm...kalau Kak Farhan masih single, aku rasa kakak lebih cocok menjadi pedamping sahabatku ini, daripada dia bersama kakakku yang menyebalkan itu", Ananta menunjuk merangkul Kinara.
Kinara terhenyak mendengar ucapan Ananta, dia menyikut Ananta tanda tak setuju.
Ananta tertawa kecil, "Apa salahnya sih Ra kamu belajar membuka hati. Aku rasa Kak Farhan jauh lebih baik daripada kakakku", imbuh Ananta lagi.
"Ck, seenaknya saja kamu bicara. Harusnya kamu mendukungku, aku ini kakakmu", seloroh Giovani.
"Justru karena Kak Gio adalah kakakku, makanya aku tak ingin sahabatku menjadi kakak iparku", kilah Ananta lagi.
__ADS_1
Kinara dan Farhan hanya terdiam, mereka larut dalam pikirannya masing-masing. Debaran di hati Kinara semakin menjadi karena ulah Ananta, begitu pun dengan Farhan, tapi dia pandai menyembunyikan perasaannya.