Aku Yang Kau Buang

Aku Yang Kau Buang
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba, acara reuni bersama teman-teman Fatih di restorannya sendiri. Mereka mengenakan pakaian dengan warna senada, supaya terlihat serasi. Begitu kata Fatih saat membeli pakaian tersebut.


Ia bahkan mendatangkan seorang Make-up Artis untuk merias Seira secara khusus. Dress selutut yang longgar berwarna hitam menjadi pilihan Fatih untuk dikenakan istrinya di acara tersebut. Ia juga tidak mengizinkan Seira memakai high heels dan menyiapkan sendiri flat shoes untuknya.


Benar-benar penuh perhatian, semua Fatih sendiri yang menyiapkan. Ia tak ingin Seira menjadi bahan olok-olok di acara tersebut, yang akhirnya akan membuat istrinya itu malu.


"Mbaknya cantik banget, sih. Aku jadi terpesona, deh. Apalagi Masnya, pasti klepek-klepek," seloroh wanita yang merias Seira di kamarnya.


Wanita hamil itu tersipu, ia tersenyum menatap dirinya yang tampak berbeda karena jarang berdandan seperti sekarang ini. Make-up flawless dipoles sempurna semakin mempercantik wajahnya yang memang sudah jelita.


Rambut dibiarkannya tergerai. Seira siap tampil di hadapan semua orang.


"Kakak benar, Mamah sangat cantik." Rayan turut menggoda sambil memeluk kakinya.


Tangan Seira mengusap lembut kepalanya, terus tersenyum penuh kebahagiaan. Fatih tak ada bersama mereka, dia menyambut teman-temannya yang mulai berdatangan.


"Makasih, sayang." Seira memeluk anaknya penuh cinta.


Sementara Fatih, ia tengah berdiri di pintu restoran menyambut kedatangan teman-temannya. Senyum terpasang di bibir, kemeja berwarna hitam melekat pas di tubuhnya. Tangannya yang panjang digulung, terlihat santai.


Mereka datang secara berpasang-pasangan bahkan ada pula yang membawa anak. Pertemuan penuh rasa haru pun terjadi, mereka saling memeluk dan saling bertanya kabar satu sama lain. Berkumpul di satu meja panjang yang telah disiapkan Fatih sejak kemarin.


"Hallo, Bro. Kamu emang nggak pernah berubah, ya. Tetep ganteng kayak waktu seolah dulu, tapi sayang jomblo abadi."


Gelak tawa menggema dari beberapa teman Fatih yang berkumpul, hampir lengkap. Mereka semua duduk di meja panjang tersebut, berbincang-bincang sambil menunggu semua datang.


"Kamu pasti iri sama Dio, calon istrinya cantik gila, seksi, dan ... pokoknya bikin mata melek," bisik salah satu temannya memberitahu Fatih soal ketua mereka yang belum datang.

__ADS_1


Fatih tertawa garing, dalam hati tersenyum membayangkan wajah Seira yang sempat ia lihat tadi. Dalam pandangannya, tak satu pun wanita yang datang mengalahkan kecantikan istrinya. Fatih berlebihan, tapi memang seharusnya begitu seorang suami, bukan? Hijabnya adalah menundukkan pandangan, dan hanya melihat istri sendiri sebagai wanita paling cantik di dunianya.


"Tuh, dia dateng."


Semua mata mengarah pada pintu masuk restoran, sepasang kekasih masuk sambil bergandengan tangan. Wanita yang bersamanya tampak cantik dan elegan, dress tanpa lengan yang mengekspos bagian bahunya yang putih melekat pas di tubuh itu.


High heels dengan tali yang melilit betisnya, sangat pantas untuk kakinya yang jenjang. Ia berjalan bagai super model di karpet merah, senyum terpasang sempurna, bersikap ramah pada siapa saja yang dia lihat.


Mereka melakukan tos dan bersalaman dengan wanita yang baru datang itu, tapi tidak dengan Fatih. Ia mengangkat tangan dan menangkupkan di dada, menolak bersentuhan dengan wanita itu.


Sial! Siapa laki-laki ini? Sombong, tapi ganteng banget. Baru kali ini ada yang nolak jabat tangan sama aku. Aku harus cari tahu siapa laki-laki itu, beda banget sama Dio. Bagai langit dan bumi.


Ia membandingkan Fatih dan laki-laki yang datang bersamanya. Dalam hati mencibir meskipun bibir tersenyum. Tersipu saat laki-laki itu dibanjiri pujian karena datang bersamanya.


"Kayaknya udah lengkap, kita mulai aja, ya." Fatih berdiri dan membuka acara.


"Untuk menjalin silaturahmi di antara kita, saya sengaja memilih restoran ini sebagai tempat untuk acara kita. Karena tepat pada hari ini, restoran ini sedang berulangtahun yang ke enam. Jadi, pesan apa saja dan nikmati semua makanan yang sesuai selera kalian. Selain itu, ada acara spesial yang lain hari ini. Tunggu ...."


"Aku ke toilet dulu, ya," bisik wanita itu pada kekasihnya.


Ia berniat menggoda Fatih dengan alasan ke kamar mandi. Laki-laki itu mengangguk tanpa rasa curiga, membiarkan wanita tadi untuk pergi ke area sekitar toilet. Membuntuti Fatih yang berjalan menuju sebuah ruangan.


"Jadi dia yang punya restoran ini? Udah ganteng, sukses, apalagi coba? Aku denger dia masih jomblo, kesempatan buat dapetin laki-laki mapan kayak dia."


Senyum licik tercetak di bibirnya yang dipoles gincu merah muda. Ia bersembunyi di balik sebuah tembok menunggu Fatih yang sedang berbicara dengan Gilang. Tepat saat Fatih keluar ruangan, ia berpura-pura keluar dari toilet.


Melangkah sambil menunduk, sedang dari arah lain Fatih tengah sibuk berbincang dengan Gilang perihal acara hari itu.

__ADS_1


Brugh!


Mereka tanpa sengaja bertabrakan, wanita itu jatuh terjengkang, ia meringis mencari perhatian. Fatih bergeming, dari awal melihat ia tak suka pada wanita itu.


"Anda baik-baik saja, Nona?" tanya Gilang dengan cekatan berjongkok di depannya.


Ia bahkan membantunya untuk berdiri, bukan apa-apa, dia adalah pelanggan dan setiap pelanggan berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari mereka. Fatih meninggalkan mereka, tujuannya pergi adalah untuk menjemput Seira di kamar.


"Nggak apa-apa." Dia tersenyum kesal. Menatap punggung Fatih yang terus berjalan tanpa berbalik lagi.


Sial! Dia malah pergi. Emang apa yang salah sama penampilan aku, sih?


Dia mengumpati sikap Fatih yang tak acuh padanya. Wanita itu pergi meninggalkan Gilang sendiri, kesal karena rencana yang disusunnya secara mendadak itu langsung gagal total.


"Udah ke toiletnya?"


Wanita itu mengangguk manja, air liurnya hampir menetes melihat beraneka macam makanan terhidang di hadapannya. Semua mata tertuju pada kedatangan sang pemilik restoran.


"Selamat datang di restoran kami dan saya ucapkan terima kasih banyak pada kalian yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini. Ini istri saya, dan dia sedang mengandung anak kedua kami. Ini putra pertama kami, Rayan namanya. Terima kasih," ucap Fatih sambil tersenyum menatap teman-temannya satu per satu.


Ada yang kagum, ada yang terkejut, ada pula yang menatap takjub pada Seira. Wanita itu tersenyum dan akan mengangguk saat Fatih mengangguk.


"Silahkan! silahkan dimakan!" Fatih menunjuk makanan di atas meja.


Kini dia dapat tersenyum puas, melihat wajah pucat beberapa teman yang mengejeknya tadi. Menunjukkan pada mereka bahwa hanya Seira seorang, wanita tercantik di perkumpulan itu.


Namun, salah satu di antara mereka termangu, wanita yang menggoda Fatih tadi menatap penuh pada Seira. Seolah-olah bertemu dengan musuh bebuyutan setelah sekian lama tak bertemu.

__ADS_1


Dia ... sial! Ternyata dia udah nikah dan udah punya anak. Sialnya lagi, wanita itu juga istrinya. Wanita jahat, serakah!


Dia mengumpat dalam hati.


__ADS_2