Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
GADIS CEROBOH


__ADS_3

...🌺🌺🌺...


...Iyes sampai juga di 100 bab. Sebelum lanjuut aku mau bilang makasih banget lho yang setia baca cerita ini sampai di sini. Apalagi yang udah selalu like, komentar, votenya. Itu support berarti banget buat saya. I love u sekebon cabe buat kalian semua, πŸ₯°πŸ₯° sayang banget-banget.....


🌺🌺🌺🌺


"Kamu kan..."


Keduanya saling menunjuk dengan raut wajah terkejut.


"Kalian udah saling kenal?"tanya Julian dengan raut wajah berbinar bahagia. Duh pak, gak liat tuh muka putramu menahan kesal gitu.


"Enggak..."jawab keduanya kompak.


"Kalau gak kenal kok bisa seakrab gitu..."timpal Liliana.


Jon melengos, akrab dari mananya coba.


"Tapi kok-"


"Aku beberapa kali bertemu dengannya secara tak sengaja, dia itu ceroboh suka nabrak-nabrak orang,.."decak Jona masih memandang wajah wanita di depannya itu dengan perasaan kesal. Ia mengingat kembali pertemuan pertama sesaat di mana Calista di culik, Jona mengantarkan Darren ke rumah sakit saat di koridor rumah sakit Darren menabrak dirinya, lalu Jona datang berniat membantunya, bukannya bilang makasih wanita di depannya itu malah marah-marah. Kedua, juga sama saat di mana ia mengantarkan Dita ke rumah sakit, ia kembali bertemu dengannya.


"Kok aku, kamu yang salah kok.."Belanya, wanita itu sungguh tak terima di tuduh demikian, jelas-jelas Jona yang salah kenapa menyalahkan dirinya.


"Oh ya saya lupa Melodi, ini bekerja di salah satu bank swasta, kalau tidak salah tempatnya tidak jauh dari perusahaan kamu nak Jona.."ujar Arji.


"Wah kebetulan sekali kan kalian bisa lebih dekat kalau gitu, mungkin pertemuan-pertemuan itu jalan jodoh untuk kalian.."ucap Liliana dengan girang.


"Aku gak mau nikah sama dia..."ucap keduanya kompak, saling melempar pandangannya tajam.


Yang gue tau itu, pegawai bank itu kalem, lemah lembut, sopan, suaranya bahkan mendayu-dayu. Lha ini apa? sangat jauh dari kriteria, gue jadi mikir kalau pegawainya macam dia, apa customer nya gak pada kabur ya..gumam Jona.

__ADS_1


"Tuh kan kompak banget.."Liliana justru makin gencar menggoda keduanya.


"Jona duduk..."titah Julian. Begitupun dengan istrinya Arji yang menyuruh putrinya untuk duduk.


Di tengah obrolan kedua orang tuanya baik Melodi dan Jona saling melempar tatapan tajam, tak memperdulikan obrolan orang tuanya. Bahkan keduanya kaki keduanya saling menendang di bawah meja.


"Kalian setuju kan?"ucap Julian dan Arji bersama-sama.


"Eh iya..."jawab kedua secara kompak, karena rasa terkejut.


"Tuh kan aku bilang apa. Mereka itu cocok, oke deal pernikahan di langsungkan bulan depan.."Jelas Liliana.


"Apa.....???"keduanya terlonjak kaget.


β€’


β€’


β€’


β€’


"Em jadi gini lho aku-"


Leno tak sanggup menahan ketawanya saat melihat wajah Dita, "sebentar ya aku masuk dulu. Kamu jangan kemana-mana entar ilang.."ucapnya.


Dita tak menyahut apapun, mengingat masih kesal pada pria itu. Menghela nafasnya mata Dita menjelajah halaman rumah miliknya, yang hanya beberapa jarak dari jalan raya. Rintik hujan yang turun perlahan membasahi bumi.


Tuk..


Leno datang dengan membawa kapas beserta permbersih make up.

__ADS_1


"Buat apa sih..?"tanya Dita heran.


Leno menggeser kursinya mendekati Dita, ia menuangkan pembersih itu di kapas, "Sambil ngobrol, aku bersihin muka kamu ya..."ujarnya.


"Eh aku bisa sendiri.."Dita berusaha menolak.


"Gak, biar aku saja, kamu cukup diam terus dengerin aku cerita deh..."titah Leno, anehnya Dita pun mengangguk.


Leno mulai mengusap wajah Dita menggunakan kapas yang sudah ia basahi, "niat banget dandan gini, biar aku ilfil gitu. Tau banget aku mah jalan pikiran kamu,.."Leno terus mengoceh tak memperdulikan wajah wanita di depannya yang kesal, "ini rambut lagi. Ngapain di ikat dua gini..."sambungnya sambil memegang kunciran Dita.


Dita mendengkus memukul kecil lengan Leno membuat Leno meringis sakit. "Dah beres, kamu mah gak usah dandan juga udah cantik kok kaya biasanya aja, udah cukup buat aku selalu merindukanmu.."goda Leno usai dirinya selesai membersihkan wajah Dita, eh belajar gombal dia. Hal itu tentu saja membuat wajah Dita merona malu.


Dita melengos memalingkan mukanya ke arah lain, Leno tersenyum tipis, "Dit..."


"Hem.."


"Hadap sini dong, calon suami mau ngomong juga.."


"Apaain sih.."seru Dita, karena kesal Dita memberanikan diri menatap wajah Leno, alhasil keduanya saling bertatapan.


"Aku serius mau lamar kamu buat jadi istri juga ibu dari anak-anak aku..."Leno mengambil tangan Dita yang tampak berkeringat dingin, lalu menggenggamnya.


"A-aku..."


β€’β€’β€’


Boleh minta gak,


Jangan lupa tombol like nya, syukur-syukur komentar sama hadiahnya..πŸ˜€πŸ˜€


*Banyak maunya lo Thor..

__ADS_1


🀣🀣 ya mangap, eh maaf maksudnya*..


Tbc


__ADS_2