Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Kamu hanya milikku, Calista


__ADS_3

Calista tersentak kaget saat tiba-tiba Darren mencium bibirnya dengan penuh gairah. Lalu dengan perlahan Darren menggiring Calista ke ranjang.


Brugh.. Darren menjatuhkan Calista ke ranjang.


Manik mata Darren menatap Calista dengan amarah, ingatannya kembali melayang akan sebuah foto yang di berikan Meysa.


"Mas.. kamu.."


Ucapan Calista kembali tertahan saat Darren kembali mencium bibirnya dengan brutal. Dengan gerakan cepat, sekali sentakan Darren berhasil menarik gaun tidur istrinya. Lalu Darren kembali menjelajahi setiap lekuk tubuh Calista dengan kecupan, tak cukup itu Darren juga meninggalkan jejak kepemilikan dalam setiap kecupannya. Darren juga membuka seluruh pakaiannya sendiri.


Nafas Calista terengah-engah, antara terkejut dan menikmati, lama-lama ia juga terbuai akan sentuhan suaminya.


Darren kembali mencium bibir istrinya lalu ********** secara kasar, ia menggigit bibir istrinya hingga membuat bibir Calista berdarah.


"Kamu hanya milikku Calista..."gumam Darren dengan emosi yang menggebu.


Darren membuka paha Calista lebar-lebar, tanpa aba-aba dia menuntun miliknya memasuki lembah milik Calista.


Calista tersentak kaget, saat Darren memasuki dirinya dengan kasar.


"Mas..."rintih Calista dengan dahi yang mengernyit.


Darren seakan menulikan pendengarannya tidak memperdulikan rintihan istrinya, Darren terus memaju mundurkan pinggangnya dengan gerakan yang sangat cepat.


"Ingat itu Calista, kau hanya milikku.."desahnya parau.


Beberapa menit kemudian tubuh Darren ambruk di atas tubuh istrinya, Calista dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir di bawah sana.


Tanpa mengucap sepatah katapun Darren bangkit dari atas tubuh Calista meninggalkannya begitu saja. Darren memunguti pakaiannya lalu memakai celananya dan berlalu keluar kamar Calista.


Calista terpengarah, rasa sakit langsung menjalar keseluruh hatinya. Tidak ada kesenangan dan kelembutan ketika Darren menyentuhnya tadi. Calista fikir jika Darren hanya menganggap dirinya sebatas pemuas nafsu belaka.

__ADS_1


Calista terisak dalam lamunannya, sebelum kemudian ia merasakan kepalanya yang berdenyut sangat sakit.


"Ya Tuhan.."gumamnya sambil mengusap kasar kedua sudut matanya.


Calista mengambil selimut di bawahnya, lalu ia memutuskan untuk memejamkan kedua matanya.


🌹🌹🌹


Brakk...... Aeron menggebrak meja kerjanya dengan kencang, lalu melemparkan beberapa berkas di atas meja.


"Brengsek,, dia berani mengkhianatiku...."umpat Aeron dengan emosi yang meledek-ledak.


"Ayah..."Mona datang dengan terkejut di tengah ambang pintu.


"Apa yang terjadi..."lirihnya.


Aeron menatap tajam istrinya, "Kenapa kau tidak mengatakan siapa Darren sejak awal, Bu..?"Tanyanyaa


"Aku... aku..."


"Kamu sudah tau..."tanya Mona


Aeron tersenyum sinis, "Aku fikir aku tidak perlu menyelediki siapa Darren, aku menuruti perintah Calista. Karena aku fikir mereka menikah karena cinta, tapi ternyata..."


Aeron menghela nafasnya, Mona menunduk, "Dia menjadikan putriku ajang balas dendam,.."tambahnya.


"Beraninya pria itu bermain-main dengan keluargaku, lihat apa yang akan perbuat untuknya, akan ku buat dia sangat menyesal..."Ucap Aeron dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Maafkan aku...."lirih Mona


"Sekarang aku akan menjemput Calista, akan ku keluarkan dia dari lubang neraka itu.."seru Aeron.

__ADS_1


"Jangan..."cegah Mona


"Kenapa ? apa kau senang melihat putri kita menderita.."


"Bukan... Tapi Calista tidak akan mau pulang. Dia bilang dia ingin menebus perasaan bersalahnya.."


"Bodoh, apa dia sudah gila.."umpat Aeron


Ia memejamkan matanya lalu mencoba mengontrol emosinya kala melihat raut wajah takut istrinya.


Aeron mengusap wajahnya, "Baiklah aku tidak akan menjemputnya. Tapi aku akan menyelediki kasus kembali. Aku yakin putriku tidak bersalah..."ujar Aeron.


Aeron kembali ke meja kerjanya mencari ponsel miliknya, lalu ia menghubungi seseorang.


"Tolong selidiki kasus kecelakaan beberapa bulan lalu dengan korban yang bernama Breana ? dan selidiki juga kenapa tiba-tiba kasus itu di tutup."


"Usahakan semuanya terungkap secepatnya..."perintahnya, sebelum kemudian ia kembali menutup ponselnya.


🌹🌹


Jadi gini ceritanya, aku tuh udah uploud dari dua hari yang lalu. Terus naskahaku di tolak oleh pihak Nt/Mt.


Kemarin aku revisi ulang, lalu di tolak lagi.


Dan ini aku coba up lagi, dengan naskah yang aku revisi total, jadi mohon maaf kalau tidak sesuai dengan exspetasi kalian, kalau masih di tolak mungkin cerita ini tidak akan aku lanjutkan di sini.


Jangan lupa


Like


Komentar

__ADS_1


Hadiahnya


Tbc


__ADS_2