Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Tatapan Cinta


__ADS_3

Darren tengah berkutat di dapur membuatkan susu hamil untuk istri tercintanya, ia berniat membawakannya ke dalam kamar. Mengingat pagi tadi pukul empat pagi Calista terbangun dengan muntah-muntah membuat ia tak tega, sebegitu besarnya kah pengorbanan seorang ibu.


Mengingat seorang Ibu, terbesit sebuah kerinduan yang mendalam untuk ibunda tercinta yang sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Jika difikir sudah lama ia tak berkunjung ke makam ke dua orang taunya.


Mama, Papa apa kabar? Darren sebentar lagi akan menjadi ayah. Andainya kalian masih ada, pasti kalian akan sangat bahagia.


Pria itu tersenyum getir jika mengingat nasib dirinya yang kini tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, tapi ia cukup beruntung mempunyai seorang Bibi yang teramat menyayangi dirinya. Darren janji akan selalu berusaha menjadi ayah dan suami yang baik untuk anak dan istrinya.


"Mas,"suara lembut nan mendayu berhasil membuyarkan lamunan Darren. Buru-buru pria menghapus sudut matanya yang basah.


"Kenapa sayang?"tanyanya lembut, Darren melihat istrinya kini tengah berdiri di sampingnya.


"Sedang apa?" Calista justru berbalik bertanya.


"Buatin kamu susu! Kenapa malah keluar, aku berniat membawakannya ke kamar,"sahut Darren.


"Aku bosen, mau sarapan di sini saja."jawab Calista.


Darren menghela nafasnya lalu menatap istrinya penuh cinta, Calista tersentak perlahan tangannya terangkat membelai pipinya suaminya.


"Kamu nangis?"tanya Calista.


"Enggak, mana mungkin,"Darren berusaha mengelak, pria itu kembali memalingkan mukanya sejenak. Calista tak ingin mendesaknya.


"Ayo kita duduk mas, aku sudah lapar. Kok malah diam aja,"ucap Calista.


Darren mengangguk, ia membawakan susu yang ia buat menuju meja makan, di mana di sana sudah tersedia menu sehat untuk ibu hamil.


"Duduklah dengan tenang sayang, biar aku yang melayanimu,"ucap Darren membuat Calista tersenyum senang, ia menikmati bagaimana suaminya melayaninya kini dengan telaten.


"Segini cukup gak?"tanya Darren ketika menuangkan nasi pada piring kosong milik Calista.


"Kebanyakan, dikurangi lagi mas,"

__ADS_1


"Kamu harus makan yang banyak sayang, biar dede tumbuh sehat. Kan kamu makan sekarang bukan cuman untuk kamu, tapi untuk dede lho,"tutur Darren.


"Tau mas, tapi aku beneran tidak bisa makan banyak. Kalau kebanyakan nanti malah keluar lagi,"sahutnya.


Darren menambahkan sayur dan lauk ke dalam piring istrinya, setelah dirasa cukup Darren kembali duduk di sebelah Calista.


"Sini, biar aku makan. Makasih lho udah ambilin."seru Calista.


"Aaa..."bukannya memberikan piring itu, Darren justru menyodorkan sendok yang berisi makanan di depan mulut Calista.


"Mas aku bisa makan sendiri kok, kamu kan juga harus makan. Nanti kamu telat lho ke kantornya,"tutur Calista.


"Udah nurut aja buka mulutmu, aku memang sengaja berangkat agak siangan. Bukankah makan sepiring berdua lebih romantis,"jawab Darren.


Calista terkekeh ia mencubit perut Darren membuat sang empunya meringis kesakitan, "aduh, ini namanya kdrt lho yank,"seru Darren.


"Emang beneran sakit?"tanya Calista khawatir.


"Dasar mesum, itu mah maunya kamu,"


"Emang kamu enggak,?"


"Enggak lah,"


"Yakin nie?"


"Iyalah, ih banyak tanya buru mas katanya mau nyuapin,"desak Calista dengan wajah yanh bersemu.


"Iya-iya, dede udah lapar ya. Uh kasian,"ucapnya dengan mimik wajah lucu, sambil menyodorkan makanan pada Calista.


Pagi itu di ruang makan terasa begitu hangat dan harmonis, Calista dan Darren sarapan sepiring berdua di tambah dengan gurauan dan canda tawa. Jika saat Calista tak ingin membuka mulutnya, maka Darren akan menghukumnya dengan mengecup bibirnya. Tapi jika Calista menerima suapan darinya Darren pun akan memberikan hadiah berupa kecupan singkat di pipinya. Dasar Darren, itu hukuman macam apa? Menguntungkan bukan? ya untung buat Darren.


"Mas,"

__ADS_1


"Hem,"


"Kamu belajar gombal dari siapa si?"tanya Calista membuat Darren tergelak.


"Dari diri sendiri lah,"dustanya.


"Bohong,"cibir Calista.


"Kok gak percaya sih sayang,"


"Ya gak lah, lihat aja kamu gombalin aku terus tapi wajahmu tetap datar,"


Darren menggaruk tengkuknya yang tak gatal,"ketahuan ya?"


Calista mengangguk.


"Dari Jona tau,"sambungnya membuat Calista tertawa. Darren menatap Calista dengan sejuta perasaan bahagia yang membuncah di dadannya, istrinya terlihat bahagia dengan tawanya yang lepas terlihat tanpa beban. Padahal ia hanya melakukan hal yang sangat sederhana.


"Makasih ya mas,"ucap Calista, usai dirinya kembali menguasai tawanya, wanita itu terdiam menatap suaminya penuh cinta.


Darren menggenggam tangan istrinya, "aku yang makasih, masih diberi kesempatan kedua sama kamu. Andai waktu bisa di ulang aku tidak akan melakukan hal bodoh itu,"sahut Darren pikirannya melayang akan tindakan bodohnya pada Calista saat itu.


Calista meletakkan jari telunjuknya di bibir suaminya, menyuruhnya untuk diam.


Cup, Calista mengecup bibir suaminya sekilas, membuat wajah Darren merona. Keduanya saling menatap penuh cinta.


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc

__ADS_1


__ADS_2