Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Bulan Madu


__ADS_3

Hari ini merupakan di mana Darren akan mengajak Calista pergi ke Bali untuk melakukan perjalanan bulan madu bagi keduanya. Kemarin lusa Bibi Nancy datang memberikan dua tiket bulan madu ke Bali, dia bilang itu merupakan kado pernikahan untuk Darren dan Calista. Karena terlalu sibuk Bibi Nancy baru sempat berkunjung kembali ke rumah Darren.


Berbeda dengan Darren yang cukup antusias menikmati perjalanannya, maka Calista terlihat murung dan merasa tertekan. Calista berfikir jika Darren sengaja melakukan perjalanan jauh hanya untuk menyakitinya. Ketika Darren mengajaknya berbicara, Calista hanya akan menanggapi sekedarnya saja.


Darren memutuskan untuk mengecek pekerjaannya dengan tablet di tangannya, ia merasa Calista sedang enggan untuk berbicara, sementara Calista sibuk dengan pikirannya sambil memandang awan dari jendela kecil yang ada di pesawat yang berada di samping kanannya.


"Kalau bulan madu tujuannya untuk menyakitiku, untuk apa kita harus pergi jauh-jauh mas.."gumam Calista dengan wajah datar.


Darren tersentak mendengarnya, namun sebisa mungkin ia kembali menguasai diri bersikap santai menanggapi ucapan Calista.


"Memang siapa yang bilang jika aku ajak bulan madu kamu untuk menyakitimu di sana..?"sahut Darren sambil mencondongkan wajahnya mencium bibir ranum istrinya secara singkat. Wajah Calista langsung merona, dan Darren hanya tersenyum geli.


"Untuk sekarang mungkin aku hanya mengecupnya, tapi nanti setelah sampai di sana aku akan melakukan yang lebih dari ini,"bisik Darren di telinga Calista sambil menggigit kecil telinga istrinya.


"Dasar mesum...!!!"decak Calista kesal sambil mencubit kecil lengan kekar suaminya membuat Darren meringis sakit.


Setelah 1 jam 45 menit pesawat yang mereka tumpangi landing di Bandara Intenasional Ngurah Rai di daerah Kuta Bali. Darren menggandeng tangan Calista hingga sampai di dalam mobil yang Bibi Nancy sudah sediakan lewat asisten pribadinya untuk menjemput keduanya dari bandara. Mereka akan menginap di Resort Ulu Watu Bali yang terkenal kemewahan dan keindahannya. Tidak butuh waktu lama keduanya sudah sampai di sana, karena jarak dari Bandara ke Resot itu memang tidak jauh.


Darren membukakan pintu mobil Calista lalu menggandengnya masuk dengan lembut, sungguh perlakuan Darren kali ini membuat jantung Calista berdetak kencang dan berbunga-bunga, serasa ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan di hatinya. Calista terlihat terpukau akan keindahan alam yang ada di resort itu, meski dia dulu sering ke Bali namun ia belum pernah menginap di resort itu.


Setelah mengambil kunci kamar dari resepsionis, Darren kembali menggandeng Calista menuju kamar yang sudah Bibi Nancy booking untuk mereka. Keduanya di antar oleh room boy yang membawakan barang mereka.


Begitu kamar itu di buka Calista terpukau dan terkagum akan keindahan dan kemewahan interior kamar di resort itu. Kamar itu memliki view jendela langsung yang tertuju pada pantai, dengan laut berwarna biru yang sangat indah.


Calista menggeser pintu yang berada di kamar begitu di buka Calista terpengarah ternyata di dalamnya ada kolam renang privat dengan view yang sangat indah.


"Sudah puas mengangguminya hem..."bisim Darren pelan sambil mengecup leher jenjang istrinya.


"Belum puas.."ketus Calista. Bukannya marah Darren justru terkekeh geli akan jawaban istrinya.


"Ya sudah kau nikmati saja sepuasnya. Aku akan berenang sebentar.."ujar Darren sambil membuka pakaiannya menyisakan celana boxer miliknya.

__ADS_1


Calista langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain sebelum Darren menyadari bahwa dia sudah terpesona akan keindahan tubuh suaminya yang terlihat kekar dan sexy.


Calista segera beralih membuka koper lalu dan beralih ke kamar mandi untuk berendam dengan sabun aroma lavender serta taburan kelopak bunga mawar di atasnya yang sudah tersedia.


Calista membuka dress yang berwarna biru dan bergegas masui ke dalam bathub, ia merilekskan badan dan pikirannya dengan menghirup aroma lavender sambil memejamkan matanya.


Hingga tanpa Calista sadari Darren ikut masui ke dalam bathup tanpa menggunakan sehelai benangpun. Kening Darren mengkerut melihat Calista sedang memejamkan matanya. Mungkin saja Darren terlihat plin plan, tapi entah kenapa setiap berada di sisi Calista, sisi lembut Darren lebih dominan.


Darren membelai lembut pipi Calista hingga membuat Calista tersentak kaget lalu membuka matanya.


"Mas Darren..."ucapnya berusaha sesantai mungkin padahal jantungnya sudah berdetak sekencang mungkin.


Darren memandang Calista dengan intens tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Calista, jangan lelah untuk tetap berada di sampingku. Apapun yang terjadi.."gumam Darren dengan nada perintah bukan meminta.


"Dasar egois.."umpat Calista langsung bangkit mengambil bathrobenya namun hal itu langsung di hentikan tangan Darren yang langsung membawa tubuh polos Calista ke dalam pelukannyanya.


Darren masih betah untuk menghirup aroma tubuh istrinya, hingga beberapa saat kemudian Calista bergerak gelisah saat merasakan milik Darren yang sudah menegang dengan sempurna.


"Tenanglah, aku hanya ingin memelukmu bukan memasukimu.."ucap Darren dengan vulgar membuat Calista merona malu.


Darren sadar setiap berada di dekat Calista ia akan sangat bergairah. Darren menunduk lalu mengecup sekilas bibir istrinya.


"Berpakainlah Calista. Sebelum aku lepas kendali. Aku akan mengajakmu jalan-jalan mengililingi pulai ini..."ucap Darren sambil mengedipkan sebelah matanya.


Calista mengangguk sambil tersenyum sumringah yang membuat Darren terpana karena itu adalah senyum tulus pertama yang Darren lihat.


"Apakah tidak ada baju yang lain yang lebih tertutup..?"dengus Darren kesal lantaran melihat istrinya berpakain seksi dengan balahan panjang yang memperlihatkan paha mulusnya.


"Kan kita mau ke pantai, ini lebih baik di bandingkan aku hanya memakai bikini saja.."jawab Calista.

__ADS_1


Darren terlihat sebal lalu mengusap wajahya dengan kasar, "Ganti.."perintahnya


"Tapi.."


"Ganti atau aku akan mengurungmu di dalam ressort ini saja..."tegasnya tak ingin di bantah.


Calista mengerucutkan bibirnya kesal, "Baiklah.."


"Pakailah dress yang biasanya, atau celana panjang dan kaos.."seru Darren


Sembari menunggu Calista berganti pakaian, Darren pun memakai pakaiannya yang sudah di sediakan Calista di atas ranjang dengan kaos putih serta celana pendek selutut.


Usai mengganti pakaiannya Calista memoles wajahnya dengan bedak tipis.


"Kapan berangkatnya mas, kalau kau terus melihatku begitu.."ucap Calista


Darren gelagapan, "Oh iya, ayo sekarang.."sahutnya.


Ia langsung menggandeng Calista keluar. Hari ini ia akan mengajak istrinya untuk menikmati pemandangan laut.


🌹🌹🌹


Part bulan madu ini ada dua ya, dan ini baru setengah.


Usahkan komentar kalian tentang isi cerita ya jangan cuka next dan lanjut aja😭😭, Biar Ara semangat nulisnya gitu.


Jangan lupa juga


Like


Hadiahnya

__ADS_1


Tbc


__ADS_2