
Mau bikin part manis-manis dulu..
Beberapa hari kemudian, Darren memang tidak pernah bersikap kasar lagi pada Calista. Tapi tetap tidak ada kata cinta yang terucap dari bibir pria itu, semua mengalir begitu saja.
Darren selalu memakan apapun masakan yang Calista buat, seperti apapun bentuknya apapun rasanya ia tidak pernah mempermasalahkannya itu. Darren juga selalu menyempatkan makan malam di rumah bersama Calista.
Tanpa Darren sadari kehadiran Calista sudah menggeser posisi Breana di hatinya. Tak jarang Darren kerap mendapati Calista sedang tertawa cekikin bersama Bi Nah dan pelayan yang ia kerjakan di rumahnya itu, sudut bibir Darren terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman tipis yang hampir tak terlihat.
Melihat senyuman Calista ada sesuatu hangat yang mengalir dari hatinya, benarkah Darren sudah jatuh cinta ?
Lalu bagaimana dengan tujuan niatnya untuk membalaskan dendam atas nama Breana.
"Mas Darren.."panggil Calista
Darren langsung melengos pergi ke kamarnya, Calista menyusulnya sembari membawakan secangkir teh hangat untuk suaminya. Darren terkejut saat sedang membuka pakaiannya, Calista sudah berdiri di ambang pintu.
"Ada apa...?"tanya Darren
"Aku membawakanmu teh, kau pasti.sangat lelah."ucap Calista
"Aku siapin air hangat untukmu.."sambungnya.
Darren mengangguk sebagai bentuk persetujuan.
🌹🌹🌹
"Kenapa lama sekali..? ayo cepatan.."desak Darren yang sejak tadi menunggu istrinya dandan.
"Iya.."Calista menyudahi dandanannya.
"Lagi tumben mas ngajak aku keluar.."sambung Calista.
Darren tidak menjawab pertanyaan Calista, pria itu melangkah lebih dulu meninggalkan Calista.
Dalam perjalanan menuju restoran yang sudah ia booking untuk makan malam bersama rekan kerjanya.
"Jadi ini istri anda..?"ucap Morena selaku rekan bisnis Darren.
"Iya Nyonya.."
"Cantik sekali.. Kenalkan saya Morena, suami saya masih di toilet."puji Morena pada Calista.
"Calista.."sahut Calista memerkenalkan diri.
Sembari menunggu Tuan Malik suami Morena, wanita itu membawa Calista berbincang-bincang.
__ADS_1
Usai Tuan Malik kembali, keempatnya mulai menyantap makan malam dengan hangat malam ini. Calista tidak pernah berfikir jika suaminya akan mengajaknya untuk makan malam.
Tanpa keduanya sadari, dari sudut ruangan ada sepasang mata yang mengawasi keduanya, orang itu menggertakkan giginya sembari menatap tajam keduanya, kedua tangannya mengepal sempurna.
"Brengsek, aku menyingkirkan Breana bukan untuk melihat Darren bahagia dengan wanita itu,.."umpatnya.
🌹🌹🌹
"Kau senang..?"tanya Darren saat dalam perjalanan pulang.
Calista mengangguk, "Ya terimakasih.."
Darren menghela nafas lega, "Ku dengar kau punya cafe, sejak kapan.."
"Itu sudah lama sejak aku kuliah aku merintisnya dari uang sakuku kadang aku ikut kerja part time di perusahaan papa,"tutur Calista.
"Hebat.."pujinya tanpa sadar
"Apa kau mau mampir, cafenya tidak jauh dari sini.."ujar Calista.
"Tidak hari sudah malam, kau juga harus istirahat.."Darren mengangkat tangannya untuk mengelus pucuk kepala Calista dengan lembut. Tatapan keduanya bertemu, wajah Calista merona.
"Kenapa pipimu memerah.."tanya Darren.
Usai memarkirkan mobilnya Darren dan Calista masuk ke dalam rumah.
"Mau kemana..?"tanya Darren saat Calista melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Kamar.."
"Badanku begitu pegal, apa kau bisa memijat.."ucap Darren
"Sedikit..."
"Ya sudah pijat aku lebih dulu,.."
"Tapi..."
Sebelum Calista menyelesaikan ucapannya, Darren lebih dulu menarik tangan Calista masuk ke dalam kamarnya.
🌹🌹
"Bu ada apa sih kenapa wajahmu selalu murung.."tanya Aeron
"Aku memikirkan putri kita pa.."
__ADS_1
"Dia sudah menikah, jadi harusnya kau bahagia.."
"Bagaimana jika dia tidak bahagia.."seru Mona dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa kau bisa berfikir begitu.."
"Karena..."
"Katakan.."desak Aeron
Bukannya menjawab Aeron justru Mon menangis,
"Brengsek, baiklah jika kau tidak mau cerita. Aku akan menyelidiki suaminya Calista sendiri.."ujar Aeron dengan emosi, ya dia tau jika ada sesuatu yang di sembunyikan dari istrinya tentang Calista dan Darren.
🌹🌹🌹
Calista memijat punggung Darren dengan telaten sesekali ia akan menelan salivanya dengan susah saat tangan halusnya harus menyentuh kulit punggung kekar suaminya.
"Kau sebenarnya memijat, apa mengelus punggung ku.." ucap Darren
"Em.. itu.. aku.."
Grep.. Darren segera membalik tubuhnya lalu menarik Calista ke dalam pelukannya, hingga kini Calista berada di posisi atas tubuh suaminya.
"Mas.. aku.."
Darren menaikan alisnya, lalu tangannya terangkat untuk membelai pipi istrinya. Setelah dengan gerakan cepat Darren membalikan posisi Calista, hingga Calista kini berada di bawah kungkungan tubuhnya. Mencondongkan tubuhnya Darren mulai membenamkan bibirnya di bibir ranum istrinya yang sejak tadi terlihat menggoda.
Ciuman itu terus berlanjut hingga terdengar bunyi decapan, lidahnya saling membelit satu sama lain. Calista tersentak kaget saat Darren dengan cekatan mulai melucuti gaun yang ia kenakan, lalu membiarkannya teronggok di lantai begitu saja.
Nafas keduanya memburu di liputi gairah yang meledak-ledak. Darren menatap Calista dengan tatapan mendamba.
Entah bagaimana kini keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Malam ini Darren kembali membawa Calista menikmati surga dunia dengan penuh kelembutan. Keduanya menikmati malam yang indah ini, tanpa tau apa yang akan terjadi besok.
🌹🌹🌹
Sorry belum bisa up rutin, jadi aku tuh lagi kena anosmia kehilangan indra penciuman dan perasa, dan ini ganggu banget. Aku lagi terapi sih di rumah sedikit-dikit mulai ada perkembangan, doakan segera pulih ya. Biar aku bisa tiap hari up.
jangan lupa like
Komentar
Hadiahnya.
Tbc.
__ADS_1