Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Kita bertemu lagi


__ADS_3

Dua kali usai menjalani pengobatan hasilnya masih sama, namun Calista masih tak akan menyerah, dia akan tetap berjuang demi suami dan si buah hati.


"Aku akan selalu ada untuk kamu, pokoknya kamu harus kembali sehat. Aku mencintaimu."


Begitulah kata-kata Darren yang saat memberi dukungan untuk Calista, melihat betapa besarnya harapan suaminya, tentu saja membuat Calista semangat.


"Ayah, Papa, Paman kalian di sini..?"seru Calista saat melihat Aeron, Bram juga Randy di sana.


"Ya, karena Ibumu pergi ke rumahmu menemani Senja, jadi Ayah menyempatkan untuk kesini.."ujar Aeron.


Aeron membungkukkan tubuhnya menghadap putrinya, "kau harus sembuh sayang, berjanjilah kau terus berjuang. Lihatlah kami yang mencintaimu,.."pinta Aeron.


Calista tersenyum, "aku akan berusaha ayah.."sahutnya.


••


"Mas bisa kau sisir rambut aku..?"pinta Calista.


Darren yang tengah duduk di sofa dengan laptop di tangannya pun mengalihkan pandangannya, mendengar istrinya membutuhkan dirinya, ia pun menggeser laptop miliknya lalu bangkit menghampiri istrinya. ia menyisir rambut istrinya yang bertambah tipis.


"Aku ingin potong rambut saja..?"ucap Calista.


"Nanti sayang, tunggu keadaanmu membaik.."ujar Darren.


"Rambutku bertambah tipis, apa jika aku tak mempunyai rambut kau akan tetap mencintaiku..?"tanya Calista.


"Kenapa bertanya begitu? aku tak suka.."Darren menggeser posisinya menghadap Calista, "Dengar apapun kondisimu aku tetap mencintaimu sayang, cintaku tidak akan pernah berpaling darimu.."sambungnya yang membuat Calista terharu.


Calista langsung menghambur memeluk Darren, "terimakasih.."lirihnya.


Terimakasih untuk segala cinta dan ketulusan yang kau berikan. Aku akan berjuang demi kamu mas, aku janji.


••

__ADS_1


Dita melihat stok persediaan susu untuk Senja mulai habis, itu artinya dia harus segera pergi untuk berbelanja.


Mengingat Senja sedang tidur siang, pun di sana juga ada Mona, Meysa, juga Nancy jadi Dita berniat untuk ijin keluar sebentar.


"Nyonya, saya ijin keluar sebentar ya.."ijinnya.


"Mau ke mana Dita?"tanya Nancy


"Mau membeli susu untuk Nona Senja, Nyonya..?"jawabnya.


"Pergilah.."sahut Meysa dan Mona.


Nancy bangkit dari tempat duduknya, "ayo.."ajaknya pada Dita.


"Kemana nyonya?"


"Beli susu untuk cucuku,"


Nancy tersenyum, "saya tidak mau kamu menolak Dita, sekalian ada sesuatu yang ingin saya beli.."


Akhirnya Dita pun menurut, ia pergi bersama Nancy. Saat Dita ingin membuka pintu bagian belakang, Nancy mencegahnya, ia menyuruh Dita untuk duduk di depannya.


"Tapi Nyonya saya-"


"Saya bukan sopir Dita.."


Mau tidak mau, akhirnya Dita pun menurut duduk di belakang.


"Kamu itu lucu ya.."seru Nancy sambil tetap menjalankan kemudinya, sesekali ia melirik ke arah gadis muda berseragam pink itu.


Dita hanya membalasnya dengan senyum canggung.


••

__ADS_1


"Kamu pergi ke supermarket lebih dulu ya Dita, saya ada sesuatu yang ingin di beli, nanti saya nyusul kamu kesana.."perintah Nancy usai keduanya masuk ke dalam salah satu mall.


"Baik nyonya.."sahut Dita.


Dita melangkah menjauh ke supermarket, sebelumnya ia mengambil troli untuk meletakkan barang-barang belanjaannya. Mengingat persediaan bahan di rumah habis Dita berniat untuk sekali belanja.


Usai mendapatkan trolinya ia mendorongnya menyusuri rak demi rak, ia lebih dulu mencari susu untuk Senja, karena takut jika ia tidak mendahulukannya takut lupa.


"Astaga! tinggi sekali.."decak Dita saat melihat merk susu yang hendak ia beli, terletak di bagian rak paling atas.


Dita melirik kanan kiri berniat meminta tolong pada orang, namun supermarket itu dalam kondisi sepi, begitupun tak ada karyawan sana lewat. Dita mengerucutkan bibirnya kesal. Ia pun nekat mengambilnya sendiri.


Satu


Dua


Tiga


Dita meloncat-loncat demi mengambil susu itu. Terkadang ia juga menjijitkan kakinya, sampai pada akhirnya susu itu hampir tersentuh dan ia dapatkan, tiba-tiba ia merasa kakinya oleng bersamaan dengan kaleng susu itu yang hendak jatuh.


"Awww..."


Bugh.. Dita memejamkan kedua matanya bersiap merasakan sakitnya jatuh di lantai, namun ia tidak merasakan hal itu, ia justru merasakan hangat dan nyamannya hambusan nafas seseorang , sontak Dita membuka kedua matanya, dan terkejut mendapati dirinya dalam dekapan seseorang.


"K-kamu..."serunya terkejut mendapati seorang pria yang mendekapnya kini.


"Hai Nona, kita bertemu lagi.."balasnya dengan senyum tipis, sambil menegakkan tubuhnya kembali, ia dengan sigap mengambilkan apa yang tadi hendak Dita ambil, lalu memasukannya ke ranjang.


Sementara Dita masih terdiam di tempat, tanpa sepatah kata, ia masih merasa terkejut dan tak percaya.


••


Tbc

__ADS_1


__ADS_2