
Darren baru selesai melakukan pertemuan penting dengan rekan bisnisnya, saat kembali ke ruangan miliknya Darren di kejutkan dengan kedatangan Meysa yang sudah menunggu di sofa ruang kerjanya.
"Mama.."Ucap Darren
Meysa hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
"Darren, mama hanya ingin mengingatkan tentang janjimu dengan mendiang Breana, kau masih ingat bukan..."ucap Meysa to the point.
Mendaratkan bokongnya, Darren duduk sedikit menjauh dari mantan calon mertuanya itu.
"Ma... aku.."
Meysa menatap Darren sinis, "Jika kau sampai mengingkari janjimu, maka mama sendiri yang akan bertindak untuk menghabisi wanita pembunuh itu."
Darren terkesiap mendengarnya, ia menatap Meysa tak percaya.
"Aku tidak mungkin melupakan tujuanku ma.."sahut Darren.
"Bagus.." Meysa mengambil beberapa foto lalu ia letakkan di atas meja Darren.
"Lihatlah, istrimu. Wanita itu benar-benar bukan wanita yang baik.."sarkasnya sembari tersenyum sinis.
Darren mengambil beberapa foto itu, ia terkejut. "Ini...."
"Wajahnya tak sepolos kelakuannya,.."sambungnya.
"Mama pergi dulu, dan ingatlah tentang janjimu.."seru Meysa meninggalkan Darren begitu saja.
Darren terdiam dengan lidahnya yang kelu, melihat banyak foto berjejer antara Calista dengan seorang pria yang beberapa hari lalu pernah Darren temui. Posisi keduanya benar-benar terlihat begitu intim.
Apakah dia kekasihnya..?
Darren tidak tau karena selama ini ia tidak pernah ingin tau apapun tentang istrinya, dengan siapa ia berhubungan, atau dengan siapa dia berteman. Yang jelas melihat Darren merasa ulu hatinya terasa sakit, dan tercabik-cabik layaknya di tusuk dengan jarum.
Cinta..?
__ADS_1
Cemburu..?
Darren menggelengkan kepalanya, tidak ia tidak mungkin secepat itu mencintai istrinya. Wanita yang ia nikahi demi membalaskan dendamnya.
Mungkin saja ia hanya merasa marah, karena ada pria lain yang mendekati istrinya. Darren mengepalkan kedua tangannya, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
🌹🌹🌹
"Miko terimakasih ya.."seru Calista
"it's okey Calista. Lain kalia hati-hati lah. Untung tadi kau tidak jatuh.."ucapnya.
Hari ini Calista pergi ke supermarket yang berada di salah satu mall terdekat rumahnya, ia berniat berbelanja kebutuhan dapur, biasanya ada Bi Nah yang belanja, hanya saja pagi tadi Bi Nah merasa tidak enak badan. Calista yang merasa kasihan pun akhirnya memutuskan untuk belanja sendiri. Namun saat Calista sedang berjalan memilih bahan makanan, seseorang tidak sengaja menabrak tubuh Calista hingga membuat tubuhnya oleh, beruntung karena ada Miko, Calista di tangkap olehnya.
"Aku pulang dulu.."
"Oke.."
🌹🌹
Dengan meminum Darren pikir perasaan marah dan kesalnya akan hilang, namun ia salah dalam otaknya terus terngiang-ngiang kata-lata Meysa.
Jika kau sampai mengingkari janjimu, maka mama sendiri yang akan bertindak menghabisi wanita pembunuh itu.
Wanita itu benar-benar bukan wanita yang baik.
Darren tau Meysa tidak pernah main-main dengannya. Lalu, kemudian otaknya kembali mengingat foto-foto yang di berikan Meysa tadi, seketika rahangnya mengeras.
Pyar... Darren membanting gelas yang ada di hadapannya.
"Kau sudah bermain-main denganku Calista, lihat apa yang akan aku lakukan padamu.."ancam Darren.
"Tuan, kenapa marah-marah. Apakah anda sedang butuh teman.."rayu seorang wanita bergaun merah seksi, yang memperlihatkan belahan dadanya.
Darren terdiam tak bergeming, lalu kemudian wanita itu memberanikan diri mengelus pipi Darren, kemudian tangannya turun ke dada bidang Darren. Merasa tak mendapat penolakan, ia kembali melancarkan aksinya untuk duduk di pangkuan Darren, lalu ia meremas sesuatu yang tepat berada di sela-sela paha Darren.
__ADS_1
Bukannya meleguh nikmat, Darren justru mengepalkan tangannya, selintas ia justru teringat wajah istrinya di rumah.
"Minggir kau jalang, menjijikan.."ucap Darren ia langsung mendorong keras wanita itu. Membuat wanita itu pucat pasi.
"Dengar,.. aku sama sekali tidak sudi untuk di sentuh dengan wanita macam dirimu.."sambungnya dengan emosi dingin. Darren segera berlalu keluar dari tempat itu menuju mobilnya miliknya. Dengan kecepatan di atas rata-rata, malam itu Darren mengemudikan mobilnya menuju rumah miliknya.
Citt.. Darren memarkirkan mobilnya dengan cepat, lalu ia keluar berjalan masuk dengan tergesa-gesa.
Darren terkesiap begitu membuka pintu, Calista sudah berdiri di hadapannya. Tatapan keduanya bertemu. Memutar tubuhnya Darren segera menutup pintu rumahnya.
"Mas kamu..."
"Ikut aku..."Darren langsung menarik tangan Calista membawanya ke kamar Calista.
Sampai di kamar Darren segera mengunci pintu kamarnya,
"Mas kamu mau ap..."
Darren menyunggingkan senyum sinis, lalu ia mendekatkan wajahnya pada Calista.
"Tentu aku akan bersenang-senang dengan istriku.."ucapnya dengan nada dingin yang membuat Calista meremang. Calista tau dari nada bicara suaminya, ada sesuatu yang terjadi padanya..
"Mas kamu..."ucap Calista gugup
"Kenapa sayang, gugup..? bukankah kita sudah sering melakukannya..."sarkas Darren ia mencondongkan wajahnya, lalu menarik pinggang istrinya untuk merapatkan jarak keduanya.
Darren menatap wajah Calista dengan tatapan tajam, dan Calista masih menatap suaminya dengan bingung.
🌹🌹
Sebenarnya yang Ara sukai dari Darren, meski ia terkesan jahat dan kejam, dia tetaplah pria yang setia, untuk apapun alasan ia menikahi Calista itu tidak jadi masalah kan.
Sorry kalau ceritanya terkesan bertele-tele ya, jadi judulnya kan dendam dan cinta 😂😂 makanya buat alurnya juga harus sesuai dong biar keduanya saling jatuh cinta dulu😂.
Bab selanjutnya ada adegan panasnya ya..
__ADS_1
Tbc.