Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Aku Malu


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺


Huek.... huek..


Pagi ini Darren di kejutkan suara orang muntah-muntah di kamar mandi, bergegas Darren turun dari ranjang menghampirinya. Ia melihat istrinya itu tengah mengeluarkan segala isi di perutnya.


"Sayang,.."Darren dengan sigap memijat tengkuk istrinya.


Calista memejamkan kedua matanya sejenak, saat merasakan tubuhnya terasa lemas, dan mual yang tak terhingga.


Darren membelai lembut rambut Calista, saat melepaskannya ia melihat rambut istrinya yang rontok. Semula ia kaget, tapi kemudian ia kembali bersikap biasa, tak ingin membuat istrinya khawatir, semua yang terjadi pada Calista merupakan efek samping obat kemoterapi.


Calista menghidupkan kran air mengalir mengguyur muntahannya, juga membasuh mukanya. Darren dengan sigap mengambil handuk bersih yang tergantung di sana, lalu membersihkan wajah istrinya yang tampak basah.


"Lemas..?"tanyanya.


Calista mengangguk, Darren dengan sigap menggendong istrinya membawanya ke dokter.


"Tunggu di sini ya, aku akan mengambilkan mu sarapan..?"titahnya pada Calista.


Calista tersenyum manis menatap punggung sang suami yang perlahan menghilang di balik pintu kamarnya. Beberapa menit kemudian, Darren kembali masuk dengan nampan yang berisi menu sarapan sehat untuk Calista beserta segelas air putih.


"Makasih ya mas?"ucap Calista.


"Sama-sama sayang.."balasnya, seraya mendudukan dirinya di pinggir ranjang dekat Calista.


Darren dengan siap menyuapi Calista, namun Calista menolak, "biarkan aku makan sendiri mas.."


"Kenapa?"


"Aku tak mau terus bergantung padamu mas, bagaimanapun aku ingin segera sehat, jadi biarkan aku mulai membiasakan diri.."ujar Calista.


"Aku suamimu, bukankah tak masalah jika kau bergantung padaku.."jawabnya kesal.


Calista menghela nafasnya, "aku tau. Tapi pekerjaanmu bukan hanya mengurusku, kau harus bekerja mencari uang, belum lagi juga terkadang mengurus Senja.."


"Makanlah jangan terlalu banyak bicara, sehabis ini kita kembali ke rumah sakit..."titah Darren sembari menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan yang tadi ia bawa. Melihat wajah suaminya yang tak ingin di tolak, akhirnya Calista menurut, ia pun membuka mulutnya.

__ADS_1


"Sudah mas, cukup. Aku sudah kenyang.."kata Calista saat di rasa sudah cukup makanannya.


"Baiklah.."Darren meletakkan piringnya di atas nakas, lalu mengambil obat-obatan Calista, ia dengan telaten menyiapkan semuanya.


"Makasih ya mas. Maaf ya aku jadi beban untukmu.."ucap Calista.


"Jangan berbicara begitu. Apapun yang ku lakukan padamu itu tulus, aku sayang sama kamu. Aku akan menemanimu berjuang, berjanjilah kau harus kembali sehat...'seru Darren.


"Kita berdoa bersama-sama mas. Aku yakin Tuhan mempunyai rencana yang indah.."sahutnya.


"Sebelum ke rumah sakit, aku ingin bermain melihat Senja ya mas.."sambungnya.


"Iya sayang, sekarang kamu harus mandi. Aku akan membantu memandikan mu!"ucap Darren sembari menggendong Calista ala bridal style.


"Mas aku malu..."


"Kenapa?"


"Aku mandi sendiri saja ya, aku bisa kok.."


"Tidak ada penolakan sayang.."kekeh Darren yang terus menggendong Calista membawanya masuk ke kamar mandi, lalu mendudukan ya di bath up dengan hati-hati.


Darren dengan gesit membuka seluruh pakaian istrinya, Calista menyimpangkan tangannya di dada.


"Kenapa di tutup?"


"Aku malu.."kilahnya.


Darren terkekeh, "aku sudah melihat semuanya kenapa harus malu.."sahutnya.


Darren melihat tubuh istrinya yang tampak kurus, kulitnya putih tampak pucat, rambutnya kian menipis. Di perutnya masih terdapat bekas jahitan.


Ada rasa sesak yang menggerogoti dadanya, kala menatap dalam tubuh istrinya, ingin menangis namun ia terus menahannya.


Baru sekali Calista menjalani pengobatan, ia terlihat begitu lelah. Tapi semangat istrinya untuk sembuh membuat ia merasa harus kuat mendampinginya.


"Nanti aku pergi sama Mama dan Ibu saja mas. Kamu berangkat kerja saja.."ucap Calista.

__ADS_1


"Aku akan berangkat setelah selesai pengobatan mu. Aku akan terus menemanimu sayang.."sahutnya.


"Tapi-"


"Tidak ada penolakan.."


β€’


β€’


Setelah bersiap-siap, Calista menemui putrinya lebih dulu sebelum berangkat. Tampak Senja sedang minum susu dalam gendongan Dita.


Calista ingin menggendongnya, tapi ia merasa tubuhnya lemas, ia takut jatuh. Pada akhirnya ia hanya melihat saja.


"Sayang, ayo.."ajak Darren.


"Doain Mommy ya sayang, Mommy akan berusaha sembuh demi kamu.."seperti itulah ucapan Calista pada sang putri.


"Iya Mommy..." sahut Dita menirukan suara anak kecil.


"Titip ya Dita, jaga Senja.."


"Siap Nyonya..."


"Ayo sayang..."ucap Calista pada suaminya.


Darren mengecup lembut pipi Senja sebelum ia berlalu pergi meninggalkannya.


"Kita doain Mommy ya sayang..."lirihnya.


Dita menatap punggung keduanya yang perlahan menghilang di balik pintu.


"Kita doain Mommy ya sayang, supaya Mommy cepat sembuh, jadi nanti aku lebih tenang meninggalkanmu..."ucap Dita pada Senja yang tengah terlelap, perlahan ia meletakkan Senja di box bayi.


β€’β€’


Mau cepet sembuh gak Calista? gampang, sogok aku lah pake seblak semangkok..πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


Tbc


__ADS_2