Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
KAMU SEGALANYA


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺


Setiap ngetik part Calista dan Darren dadaku terasa ngilu gitu, 😊 sabar-sabar yang bang Darren😊.


...Selamat membaca sayang-sayang aku...


•••


Deru mobil terdengar di luar, tak lama suara pintu terbuka terdengar di telinga Calista maupun Mona. Buru-buru Calista mengurai pelukannya, lalu mengusap sisa air matanya.


Tap.. tap.. terdengar benturan sepatu dan lantai marmer yang saling beradu, semakin mendekat.


Darren dan Aeron saling pandang melihat pemandangan di depannya. Mona dengan sigap beranjak menyambut kedatangan sang suami, mengambil tas miliknya.


"Ayah..."


"Mas Darren.."


Sapa Calista pada kedua pria yang ia cintai dan berarti dalam hidupnya. Keduanya melempar senyum.


"Ya sayang, ayah masuk dulu.."pamit Aeron usai membelai lembut pucuk rambut putrinya. Setelah itu ia berlalu ke kamarnya bersama istrinya.


Darren menghela nafasnya, Calista tersenyum manis padanya, senyum yang mampu menghangatkan hatinya, dia tersenyum di balik rasa sakit yang mengrogoti tubuhnya. Darren berjanji, tak akan ada yang mampu menggantikan tempat Calista di hatinya.


Darren membungkukkan tubuhnya mengecup lembut kening istrinya, lalu menekuk kedua lututnya mensejajarkan nya pada wajah istrinya, "kenapa belum tidur sayang..?"tanyanya lembut sembari menggenggam jemari istrinya.


"Aku menunggumu mas.."sahut Calista lemah.


"Maaf membuatmu menunggu sayang.."ucap Darren merasa bersalah. Kemudian ia bangkit, lalu menggendong istrinya menuju kamarnya.


__ADS_1




Dengan perlahan Darren membaringkan istrinya di tempat tidur, lalu ia duduk di tepi tempat tidur.


"Sudah makan belum sayang..?"tanya Darren,


"Sudah mas, kamu sendiri udah belum mas.."Calista bertanya balik.


"Udah sayang..."


"Obatnya udah di minum belum?"


"Udah tadi sama Ibu, dia nyiapin semuanya.."jelas Calista.


Calista menatap wajah suaminya yang terlihat jelas guratan lelah, "aku mandi dulu ya sayang, kamu tidur aja kalau udah ngantuk, nanti kalau udah selesai aku nyusul dan peluk kamu deh..."kata Darren.


Menyingkap selimutnya, Calista menjuntai kan kakinya ke lantai, ia berniat untuk menyiapkan pakaian ganti suaminya. Melangkah dengan pelan, meski kakinya terasa bergetar.


"Aku bisa.. aku pasti bisa..."ia terus bergumam sendiri, memberikan semangat pada dirinya. Calista tersenyum manis saat merasakan dirinya berhasil mengambil pakaian ganti untuk suaminya, namun tak lama ia merasakan kakinya terasa begitu ngilu, sedetik kemudian ia oleng hampir terjatuh.


Bugh...


"Calista, kamu ngapain..?"sentak Darren dengan perasaan khawatir, melihat istrinya berdiri di depan lemari, hingga menyebabkan tubuhnya oleng hampir terjatuh.


Hiks.. hiks.. Calista terisak pelan, Darren segera membawa istrinya kembali ke ranjang, "maaf sayang, aku tak bermaksud membentakmu, aku hanya terkejut, aku khawatir padamu..."jelas Darren, ia merasa bersalah telah sedikit meninggikan nada bicaranya tadi.


Calista menunduk, "maaf mas, aku tak berguna.."lirih Calista dengan derai air mata.


Kini Darren mengerti apa yang di maksud istrinya, segera ia kembali berdiri mengambil pakaian yang tadi di ambilkan Calista, lalu memakainya. Usai itu ia kembali duduk di depan istrinya.

__ADS_1


"Kata siapa sayang? Kamu amat berguna, karena kamu segalanya buat aku, kamu itu hidup aku,.."ujar Darren.


"T-tapi aku tak bisa melakukan tugasku sebagai seorang istri pada umumnya,.."sahut Calista masih terisak.


"Aku tidak butuh itu sayang, aku bisa melakukannya sendiri,..."ucap Darren, sungguh terasa pilu kala ia harus menatap wajah sedih istrinya.


Darren membawa istrinya ke dalam dekapannya, "aku lelah..."


"Tidak, kau harus kuat sayang.."kekeh Darren, ia sebisa mungkin menahan air matanya.


"Mas, bolehkah aku menyerah.."pinta Calista.


"Jangan, aku mohon jangan sayang.."kekeh Darren, ia terus mengusap lembut punggung istrinya, hingga terdengar dengkuran halus, Darren melonggarkan dekapannya, ternyata istrinya sudah tidur.


Dengan hati-hati Darren membaringkan istrinya lalu menyelimutinya, tak lupa ia mengecup lembut kening istrinya.


Ia mengamati wajah istrinya dengan perasaan sendu, kemudian Darren mengusap sudut matanya yang terasa basah.


Oek.. oek...


Terdengar suara Senja yang menangis dengan kencang, Darren buru-buru melangkah mendekat, mengecek keadaan Senja.


"Kamu haus ya, sebentar ya Daddy buatkan kamu susu dulu.."ucapnya.


Dengan cekatan Darren telah berhasil membuatkan susu untuk Senja, ia menggendong Senja sambil memberikan susu itu.


"Bobo sayang ya.."ujar Darren.


Sebenarnya Mona menyarankan untuk Senja tidur bersamanya saja, tapi Calista tetap kekeh ingin bersama Senja dalam kamarnya.


•••

__ADS_1


Tbc


__ADS_2