
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Waktu menunjukkan pukul lima sore hari, Jona sudah tiba yang semula hendak meneruskan laju kendaraannya menjadi berbelok menuju kantor salah satu cabang bank swasta.
"Ck kalau gak karena mama aku gak sudi nunggu dia gini.."gumamnya, ia berdecak kesal. Matanya menyalang menatap para karyawan sudah pada berhamburan keluar, namun ia belum melihat batang hidung Melodi itu keluar.
"Ck lama, ni kalau kantor milik gue udah gue seret dia.."ia terus-terusan berdecak kesal. Sampai akhirnya ia terpikirkan untuk menelpon, bergegas Jona mengambil ponselnya, "oh ya gue kan gak punya nomornya ya..."gumamnya.
Akhirnya Jona memutuskan untuk keluar dari mobilnya menunggu Melodi di luar mobil, ia bersandar di mobil, tangannya ia masukan di saku celananya. Para wanita yang melihatnya seketika terpesona, mencuri-curi pandang padanya.
"Gue emang tampan.."ucapnya dengan percaya diri.
•
•
•
Sepuluh menit menunggu Jona berkali-kali menggeram kesal, sampai pada akhirnya ia baru melihat Melodi keluar dari gedung itu, lalu melihat kehadiran Jona ia segera melangkahkan kakinya mendekati dirinya. Wanita itu memakai rok span berwarna merah, di padukan blazer dengan warna senada, rambutnya ia sanggul tinggi, memperlihatkan leher jenjang miliknya, Jona mengendurkan dasi miliknya.
"Ngapain di sini? Mau carper..."tanya Melodi dengan nada sinis.
"Cemburu...?"Jona justru bertanya balik.
__ADS_1
"Memang siapa kamu..?"ejeknya sinis.
"Calon suami.."jawabnya dengan peracaya diri, Melodi hanya mencibirkan bibirnya.
Huh, Melodi menghela nafasnya lalu memutar tubuhnya tanpa ingin menjawab lagi ucapan Jona.
Srett.. Jona segera memegang pergelangan tangan Melodi, "mau kemana?"tanyanya.
Melodi melirik ke arah tangannya yang di pegang erat oleh Jona, "pulanglah.."
"Terus kenapa kesana..?"tanya Jona yang tau arah mana Melodi akan melangkah.
"Ya iyalah motor ku di sana.."cebiknya.
"Aku gak minta kamu jemput aku, aku bisa pulang sendiri. Gak Sudi aku punya hutang Budi sama kamu.."seru Melodi kesal, ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Jona, namun terasa susah.
"Jono lepasin gak..."pinta Melodi.
"Enggak, Lo panggil gue apa barusan..."sentak Jona, terlihat jelas matanya menyiratkan rasa kesal.
"Jono.."sahut Melodi tanpa rasa bersalah.
Grep.. dengan sekuat tenaga Jona menarik tangan Melodi hingga membuat wanita itu menabrak dada bidangnya, Melodi tersentak, sementara Jona tersenyum smirk, ia justru semakin mempererat tangannya, kini kedua tangannya memeluk pinggang Melodi. Hembusan nafas hangat terdengar menyapu wajah Melodi, Jona memerhatikan wajah wanita itu dengan seksama.
__ADS_1
"Lepas gak.."pinta Melodi terus memukul tangan Jona.
"Gue gak mau, Lo udah buat gue kesal jadi Lo harus tanggung jawab.."sahut Jona dengan sorot mata yang tajam.
Melodi meneguk ludahnya dengan susah, saat melihat tatapan mata Jona yang tajam nyalinya kian menciut, ia meringis malu saat ada salah satu teman kerjanya yang melihat dirinya.
"A-aku..."
Kedua mata Jona menyapu setiap inci di wajah calon istrinya, yang tampak cantik dengan dandanan natural, hidungnya mancung, tak lama tatapannya terhenti pada bibir ranum Melodi. Tak sadar Jona meneguk ludahnya secara susah, entah dorongan dari mana Jona perlahan Jona menundukan wajahnya, ketika jarak kian menipis. Jona kembali menjauhkan wajahnya, lalu mendorong Melodi. Membuat Melodi bernafas lega.
"Masuk.."titahnya tanpa ingin di bantah. Melodi masih mengatur nafasnya, berusaha kembali mengumpulkan pasokan oksigen yang semula hilang tiba-tiba.
Ck, Jona segera menyeret Melodi masuk ke dalam mobilnya.
Klik.. Melodi baru tersadar saat Jona sudah berhasil memasangkan seat belt untuknya.
"Gue gak sejahat itu kali, gue akan memperlakukan wanita sebagaimana wanita itu bersikap padaku.."tutur Jona.
•••
Ini udah di ketik dari semalam, aku kira udah tak up ternyata belomm..hhaha
Tbc
__ADS_1