Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Kenapa dia mati?


__ADS_3

Melepas pelukannya Calista menunjuk televisi di depannya, "lihatlah itu, kenapa dia harus mati kan aku jadi sedih,"jawabnya.


"Sudah jangan sedih dan berhentilah menangis, ya karena memang jalan ceritanya sudah di atur begitu, dia di bayar juga untuk berperan seperti itu,"jawab Darren asal, bukannya membuat istrinya tenang dan berhenti menangis, Calista justru terisak semakin kencang.


'Astaga,' gerama Darren kesal, saat ini ingin sekali ia melempar sepatunya pada televisi sialan di depannya itu, kalau saja tokoh utama dalam drama kini ada di depannya sudah dia hajar habis-habisan berani sekali buat istrinya menangis.


Menghela nafasnya Darren berusaha mati-matian untuk tak emosi saat itu juga, kini pria itu kembali memutar otaknya mencari cara agar istrinya berhenti menangis, sembari memeluk istrinya pria itu terus mengelus punggung Calista yang masih bergetar karena terus menangis.


"Ya sudah nanti kita buat hidup lagi,"ujarnya asal, entah apa yang di otaknya saat ini hanya kalimat seperti itu yang terlintas.


Calista menatap suaminya, "memangnya bisa?"tanyanya antusias.


"hem,"Darren hanya menganggukan kepalanya, ah bodo amat apapun itu yang penting istrinya berhenti menangis lebih dulu. Nyatanya usahanya tak sia-sia kini wanita itu kembali tersenyum tak lagi menitikkan air mata.


"Sudah malam, ayo kembali ke kamar kita iatriahat,"bujuknya ia berharap Calista menurut padanya dan melupakan soal drama sialan itu.


"Tapi aku ingin lihat dia hidup lagi,"jawab Calista membuat Darren kembali tergelak kencang. Pria itu menjambak rambutnya frustasi. Kini ia kembali menyesali ucapannya barusan.


"Kau tau dia itu tidak mati, hanya sedang tidur karena hari sudah malam dan ini memang waktunya untuk tidur kan,"tuturnya Darren mengambil remot di atas meja lalu mematikan televisi itu.


Melihat Calista yang masih tak bergeming, Darren bergegas menggendong istrinya begitu saja.


"Mas, turunkan aku,"pekiknya.


"Tidak, sudah cukup kau membuat drama, aku lelah dan ingin istirahat,"sahutnya, pria itu membawa Calista melangkah ke ke dalam kamarnya.


Calista mencebik, "aku tidak membuat drama aku beneran sedih,"elaknya.


Sampai di kamar Darren membaringkan istdinya di ranjang, dengan kening mengkerut Darren menatap istrinya, "kenapa sedih?"


"Karena hari ini kau membuatku kesal, kau pergi tanpa membangunkanku, kau juga menyuruh Dita untuk mengawasiku, kau melarangku untuk melakukan apapun."sahutnya ia memalingkan mukanya.


"Oh.." hanya satu kata itu jawaban Darren membuat Calista kian menggeram kesal, Darren beranjak mengendurkan dasinya melepaskan satu persatu pakaiannya.


"Itu untuk kebaikanmu sayang, percayalah."jelasnya Darren melihat Calista yang telah memalingkan mukanya.


"Kenapa tidak melihat kesini?"tanya Darren.


"Kamu tidak tau malu mas, ngapain kamu buka seluruh pakaian kamu di sini, cepat masuk ke kamar mandi,"teriak Calista.


Darren terkekeh, "sengaja. Kenapa harus malu bukankah kau sudah melihat semuanya,"sahutnya enteng.

__ADS_1


Calista mengambil bantal dan melemparkannya pada suaminya,"mesum"umpatnya.


Bukannya masuk ke dalam kamar mandi Darren justru mendekati istrinya, sebenarnya Darren belum benar-benar dalam keadaan polos, pria itu masih menyisakan celana boxernya.


Cup, Darren mengecup lembut pipi Calista yang kini tengah merona.


"Ish mandi sana,"cebiknya.


"Kangen gak sih sama aku,?"tanyanya.


"Enggak,"dustanya.


"Yakin,"


Calista menganggukan kepalanya.


"Tapi kata Dita seharian ini kamu nanyain aku terus,"seru Darren.


"Ish Dita, dasar ember,"cebiknya kesal.


Darren terkekeh ia kembali mendaratkan kecupan singkat di pipi istrinya, usai itu ia berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


••


Darren terduduk di samping istrinya, "ada apa sih sayang?"tanyanya lembut.


"Cuman mimpi ternyata,"ujar Calista dengan kecewa.


"Memangnya mimpi apa?"tanya Darren penasaran, ia melirik jam di atas nakas menunjukan pukuk dua belas malam.


"Mimpi makan brownies buatan kamu, tapi baru ku makan sedikit tiba-tiba brownies itu jatuh,"jawabnya lirih mengandung nada kecewa.


Darren menghela nafasnya, ia tau makna ucapan Calista itu.


"Kamu lagi pengen makan itu?"tanyanya lembut, Calista menganggukan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum cerah menatap suaminya.


"Besok ya, ini tengah gak akan toko kue yang buka,"tutur Darren, ia berharap istrinya menurut.


"Tapi aku mau makan sekarang,"sahutnya lirih kini matanya tampak berkaca-kaca.


Apakah ini yang disebut ngidam? kenapa harus tengah malam sih, dalam hati Darren terus mengumpat kesal.

__ADS_1


"Ya sudah aku akan cari sekarang,"ujar Darren.


Calista menggeleng, "aku gak mau yang beli mas,"serunya.


"Terus,"Darren menghentikan gerakan menyingkap selimutnya, kini matanya menatap istrinya waspada.


"Aku pengen makan browinies buatan kamu,"jawabnya membuat Darren kian tergelak.


Darren mengusap wajahnya frustasi, bagaimana bisa.


"Sayang kamu kan tau, kalau suamimu ini tidak pandai dalam hal--"


Hiks.. hiks.. belum sempat Darren menyelesaikan ucapannya Calista suda terisak menangis.


Akhirnya dengan berbekal ponsel Darren melangkah ke dapur membuatkan brownies istrinya, sementara Calista lebih memilih menunggu di kamar.


Darren menyiapkan bahan-bahannya, lalu mencampurkan bahan-bahan yang di perlukan. Satu setengah jam berlalu akhirnya brownies buatannya itu jadi, Darren membeliakkan matanya saat menyadari kondisi dapur yang berantakan tepung di mana-mana, semua peralatan juga kotor.


Dengan semangat Darren membawa kue brownies yang ia buat ke dalam kamar, "aku tak yakin dengan rasanya, bukankah harusnya lembek dan empuk, tapi ini keras,"ucapnya.


Sampai di kamar, Darren melihat istrinya sudah terlelap, ia membangunkan istrinya.


"Sayang, browniesnya udah jadi ni. Yuk di makan."ucapnya.


"Aku ngantuk mau tidur aja,"jawabnya membuat Darren tergelak.


Ya Tuhan nak, kamu ngerjain Daddy gitu. Katanya pengen, udah di buatin malah pengen tidur aja.


Darren kembali ke dapur menyimpannya di kulkas, setelahnya kembali ke kamar melanjutkan tidurnya.


Sabar.. sabar.. gumamnya.


••


Like


Komentar


Hadiah


Vote

__ADS_1


Tbc


__ADS_2