
Untungnya rasa rinduku padamu itu gratis! Sebab jika berbayar, aku pasti sudah menjadi pengemis.
••
Dinginnya angin malam begitu menusuk hingga ke sela-sela tulang, Dita masih setia memandangi langit dengan keindahan gemerlap bintang yang bertebaran di sana.
Waktu bahkan sudah menunjukkan dini hari, di mana semua penghuni rumah sudah tertidur lelap menuju alam mimpi, namun Dita tak kunjung dapat memejamkan kedua matanya, ada semacam perasaan yang mengganggu di hatinya.
Aku tak bisa berjanji untuk itu, biarkan takdir yang menuntunku bagaimana nanti aku akan pulang.
Entah apa yang terjadi, hari itu bahkan sudah berlalu namun Dita masih mengingat jelas rangkain ucapan pria itu, dia tak berjanji untuk kembali, tapi entah kenapa? ada gejolak di hati Dita seolah menyuruhnya untuk menunggu.
Pria itu pamit, lalu menghilang tanpa kabar meninggalkan sebuah ingatan yang membekas di hatinya, padahal jika Dita ingat tak ada hal manis apapun selain salam perpisahan itu.
Dita mengangkat sebuah kotak persegi itu, lalu membukanya, sebuah gelang berlian cantik di sana terdapat mutiara kecil. Ya, gelang itu merupakan hadiah dari Leno sebelum pria itu pergi. Ia mengambil dan memakainya, tak lama ia melepaskannya kembali, lalu memasukannya kembali ke kotak.
Dita meraih benda pipih persegi miliknya, lalu membuka sebuah pesan.
Pulanglah! dan kau harus segera menikah.
Sebuah pesan yang berbentuk sebuah ancaman. Dita tersenyum getir, menikah? dengan siapa. Ia menggelengkan kepalanya.
"Aku tak kan mau menikah dengan bajingan itu.. Jangan harap aku akan kembali, jika kalian masih terus memaksaku.."serunya.
••
Amerika
__ADS_1
Seorang pria putih dengan hidung mancung, rahang tegas, mata tajam tengah duduk di kursi kebesarannya, dengan senyum mengembang ia terus mengotak-atik benda komputer lipat di depannya.
Dia terkekeh kecil, "masih sama, suka ceroboh.."ucapnya.
Tok.. tok..
Sebuah ketukan pintu mengalihkan menghentikan aktivitasnya sejenak, "masuk.."sahutnya.
Ceklek,
Seorang pria dengan stelan jas hitam rapi masuk dengan membawa tablet serta sebuah dokumen di tangannya.
"Ada apa Jack..?"tanyanya, melihat sang asisten kini tengah berdiri di hadapannya.
"Ini laporannya yang anda Tuan.."
"Letakkan di situ.."perintah sembari menunjuk mejanya.
"Ada apa? Apa ada informasi yang ingin kau sampaikan..?"tanyanya, kini ia menutup laptop miliknya.
Jack mengangguk, mulai membacakan seputar informasi yang kau dapatkan lewat tablet miliknya.
"Orang tua gadis itu tengah gencar mencarinya Tuan, orang saya bilang gadis itu sengaja kabur dari rencana perjodohan orang tuanya..."Jack mulai membacakan informasi dari tablet miliknya.
Pria itu terkekeh, "gadis nakal.."
"Apalagi yang kau dapatkan? apa kau tau pria seperti apa yang di jodohkan dengannya..?"
__ADS_1
Jack mengangguk lalu melanjutkan laporannya.
"Brengsek...!!!"umpatnya.
Jack diam mendengarkan umpatan atasannya, "Apalagi yang ingin kau katakan..",sentaknya.
"Tuan Leno, apakah anda tak ingin pulang ke Indonesia, Nyonya Nancy berkali-kali menghubungi saya meminta anda untuk menyempatkannya pulang..."tanya Jack.
Leno terdiam, sebelum kemudian tersenyum kecut, "kau tau kondisiku kan. Masih ada tahap pengobatan yang harus aku selesaikan Jack, hanya tinggal beberapa langkah lagi. Lagi aku juga belum siap untuk bertemu papa, lalu beradu mulut..."
Jack terdiam mencerna ucapan atasannya itu, "aku ingin menjadi pria pada umumnya Jack, aku ingin sembuh dan normal,.."ucapnya lirih.
Aku harap saat aku kembali, kita masih bisa bertemu, hanya sebentar lagi, aku janji. gumam Leno.
Jack mengangguk mengerti, "Oh ya Tuan, Nona Calista sudah melahirkan, bayinya perempuan.."
Leno tersenyum bahagia mendengarnya, "t-tapi.."sambung Jack.
"Kenapa?"
"Nyonya Calista mengalami sakit parah Tuan, dia menderita kanker otak.."seru Jack.
Brak.. Leno terkejut sontak ia berdiri dari tempat duduknya, "apa????"
Terkejut, tentu saja ia terkejut selama ini ia tak pernah ingin tau urusan rumah tangga adik sepupunya itu, mengingat ia tengah berusaha mati-matian melupakan Calista, menghilangkan jejak rasa cinta di hatinya, namun hari ini berita buruk itu tentu mengejutkan baginya. Tak dapat ia bayangkan betapa hancurnya hati Darren harus berusaha menerima kenyataan ini.
••
__ADS_1
Bab ini membawa Dita dan Leno ya, ya aku mau gabungin sekalian cerita mereka beserta Jona rencananya, gak mau bikin buku di pisah, ribet.
Tbc.