Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Jadi menantu saya?


__ADS_3

🌹🌹Selamat membaca🌹🌹


"Hallo.."pria itu melambaikan tangannya di depan wajah Dita.


Dita terkejut dan salah tingkah, "ih Tuan pembinor, kapan pulang...?"ceplos Dita.


"Leno aku Leno, bukan Tuan pembinor, pahammm!!"seru Leno kesal.


Dita menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "iya Tuan Leno.."


Leno memicingkan matanya menatap Dita, "gak pakai Tuan ya, aku bukan majikan mu. Gak maulah aku punya pembantu kaya kamu.."


"Bagus! Saya juga tidak sudi punya majikan seperti anda. Saya kalau punya majiakn seperti anda, sudah saya kasih anda sianida..."jawab Dita kesal, membuat Leno tergelak. Dita kira lama tak bertemu Leno itu akan berubah lebih hangat gitu, taunya sama aja pria itu tetap ngeselin.


Kok jadi gini sih,gumam Leno dalam hati.


Leno tidak menyangka pertemuannya dengan Dita malah berubah saling adu mulut, padahal tadi ia hanya kesal saja di bilang Tuan Pembinor, masa tampan begitu di bilang Pembinor.


Tanpa menghiraukan Leno, Dita berlalu mendorong trolinya meninggalkan Leno.


"Eh mau ke mana?"Leno berjalan dengan cepat menyusul Dita.


"Belanja! memangnya apa lagi, saya gak ada waku buat ladeni ejekan anda.."cibir Dita.


Leno mengusap rambutnya, "bercanda, ya ela gitu aja marah, ya maaf.."


"Apa? tadi kamu ngomong apa..?"desak Dita.


"Gak ngomong apa-apa,.."jawab Leno, ia berlalu meninggalkan Dita dan berjalan menuju lemari pendingin, lalu mengambil salah satu merk minuman kemasan dalam botol itu, membukanya lalu meminumnya hingga tandas.


Leno berjalan ke arah Dita dan meletakkannya botol kosong itu di trolinya, "sekalian bayarin ya.."ucapnya tanpa dosa.


Dita hanya memutar bola matanya malas, "udah bangkrut ya, minuman harga enam ribu aja gak mampu bayar.."


"Gak gitulah, katanya teman. Aku lupa membawa dompet, dompetku ada di mobil.."sahutnya.


Dita melanjutkan belanjanya, sementara Leno mengikuti langkahnya.

__ADS_1


Ponsel dalam saku Dita berdering ia merogohnya dan melihatnya.


Ayah, nama itu tertera dalam layarnya. Namun Dita tidak mengangkatnya ia justru mengubah ponselnya dalam mode silent.


"Kenapa tidak di angkat?"tanya Leno heran.


"Enggak penting."


"Bukankah ayahmu yang telpon,.?"tanya Leno, Dita terdiam menunduk.


Maaf ayah, aku belum bisa pulang.lirihnya


Tanpa menghiraukan Leno, Dita kembali mendorong trolinya menuju tempat buah, dan Leno mengikutinya dari belakang dengan jarak yang sedikit jauh. Ada senyum mengembang yang terbit di bibirnya.


Aku kenapa sih? kaya orang gila. Aku baru pulang ke Indonesia masa demi mau ketemu dia , aku bela-belain ngikutin dia ke supermarket sih.


Ya, Leno memang baru tiba di Indonesia, seseorang mengatakan padanya jika Dita tengah di supermarket salah satu mall, anehnya Leno justru menyusulnya, tanpa pulang lebih dulu.


"Anak kurang ajar, beraninya pulang tapi justu berkeliaran..."sentak Nancy yang tiba-tiba datang menjewer telinga Leno.


"Awww ma, sakit ma lepas ih. Malu tau..."sahut Leno meringis sakit.


Astaga! bisa hancur image gue.


"Ma, ih. Lepas..?"rengek Leno.


"Kamu ya udah pergi gak pamit, tiba-tiba pulang bukannya menemui orang tua lebih dulu malah keluyuran.."seru Nancy sambil melepaskan telinga putranya.


Leno mendengkur kesal, ia mengusap telinganya yang tampak sakit, "ya maaf ma.."


"Maaf enak saja kamu bilang. Kamu mau Mama kutuk jadi Malin Kundang.."


"Tega banget sih ma. Janganlah,.."rengek nya, ia memeluk lengan mamanya.


"Gak usah peluk-peluk. Mama marah sama kamu.."


"Gimana caranya biar mama gak marah, katakan.."

__ADS_1


"Kapan kamu nikah..?"tanya Nancy yang sontak mengejutkan Leno.


Dita berjalan mendekat ke arah mereka dengan troli yang sudah penuh, "sudah selesai Dita..?'


"Sudah nyonya.."


"Ya sudah kita kasir,.."ajaknya. Dita mengangguk, Leno pun mengikutinya dari belakang.


"Kamu ngapain..?"tanyanya pada Leno.


"ikutlah..."jawabnya seraya melirik ke arah Dita. Semua itu tak luput dari tatapan Nancy, tanpa sadar Nancy tersenyum tipis.


"Pulang sana.."usirnya.


••


Nancy dan Dita dalam perjalanan pulang, merasa haus Dita membuka minuman.


"Dita sudah punya pacar belum?"tanya Nancy, yang mengejutkan Dita.


"Eh, belum.."jawabnya gugup.


Nancy tersenyum, "mau gak kamu jadi menantu saya, nikah sama Leno..."


Uhuk.. uhuk.. Dita langsung tersedak minumannya.


"Maaf-maaf,.."ujar Nancy merasa bersalah, harusnya ia tak mengatakan hal itu saat Dita tengah minum.


"Tidak apa-apa Nyonya.."


"Jadi, gimana mau gak nikah sama Leno..?"tanyanya lagi, Dita terkejut ia pikir majikannya itu sudah melupakan pertanyaan tadi.


"Em saya-"


"Ya udah gak usah di jawab sekarang, santai aja lagi.."ujar Nancy, yang membuat Dita dapat bernafas lega.


••

__ADS_1


Tbc


__ADS_2