
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Suasana mobil terasa hening, sejak tadi Melodi hanya terus diam. Memang biasanya wanita itu tak banyak bicara, tapi diamnya Melodi saat ini seolah membuat Jona gelisah.
"Mel.."panggil Jona.
"Hem..."
"Lo marah?"tanya Jona.
Melodi menggeleng, "enggak.."sahutnya singkat tanpa melirik ke arah Jona.
Citttttt.. sretttt.. Jona menghentikan mobilnya sesaat, lalu memutar kembali arahnya. Membuat Melodi tersentak.
"Kita mau ke mana? Ini bukan jalan menuju rumahku..?"cecar Melodi khawatir.
"Tau, sengaja gue..."sahutnya.
"Terus kau mau bawa aku ke mana?"tanya Melodi.
"Rumah..."
"Rumah siapa? kamu, ih aku enggak mau Jo, udah malam aku lelah."
"Rumah gue sendiri sama Lo nanti kalau dah nikah.."
Melodi membulatkan matanya, "aku gak mau, emang kau kira, aku wanita apa? Aku bukan Angela yang bebas kau tiduri kapan saja, pulang aku mau pulang. Aku gak mau ikut kamu, kamu brengsek..."teriak Melodi.
Jona meremas kemudi stirnya, lalu membelokkan mobilnya masuk ke dalam rumah mewah berlantai dua setelah penjaga membukakan pintu gerbangnya.
"Kamu brengsek Jo. Aku gak mau, aku mau pulang..."teriak Melodi.
Citt.. mobil berhenti tepat di depan rumah. Jona menghela nafasnya berusaha mengontrol emosinya.
__ADS_1
"Gue emang brengsek Mel, tapi gue tau pada siapa gue harus bersikap seperti itu. Gue gak nganggap Lo cewek seperti itu. Gue mau menyelesaikan masalah ini sekarang, gue gak mau Lo pulang dalam keadaan seperti ini? Gue harus ngomong apa sama orang tua Lo Mel.."ujar Jona memberanikan menatap Melodi.
Melodi yang semula menunduk pun kini memberanikan diri menatap Jona, "jangan takut. Gue gak akan ngapa-ngapain Lo kok, setelah ini Lo boleh memutuskan, mau lanjut apa tidak. Gue gak akan maksa Lo buat terima pria seperti gue,.."sambungnya.
Melodi mengangguk, Jona tersenyum tipis, lalu ia keluar dari mobil mengitari mobilnya demi membukakan pintu untuk Melodi.
•
•
•
•
•
Usai menghabiskan makanannya, Dita yang masih mengenakan bathrobe pun beranjak mengambil kopernya, berniat untuk mengganti pakaiannya, sementara Leno sendiri sedang menerima telpon dari asistennya di Amerika. Pria itu memilih berbicara di balkon kamar hotel itu.
Srettt.. mata Dita terkejut mendapati isi dalam koper itu.
Sesaat pikiannya kembali teringat.
"Kak Widya......"teriaknya kesal. Ia ingat jelas kakak sepupunya itu pasti yang telah mengganti semua isi kopernya.
"Eh kenapa? Ada apa?"Leno datang dengan wajah panik.
Dita gelagapan sendiri, "em itu-"
Leno mengerutkan keningnya, lalu matanya tertuju pada koper istrinya yang masih terbuka. Dita yang mengikuti arah pandang suaminya, segera menutup koper miliknya.
"Kok di tutup? katanya mau ganti baju..?"tanya Leno sembari meletakkan ponselnya di atas nakas.
Dita meringis, "Gak jadi deh, aku mau tidur pakai ini aja.."jawabnya.
__ADS_1
"Jangan, nanti kamu masuk angin.."seru Leno, kini ia berjongkok memegang koper istrinya.
"Jangan Dita.."cegah Dita sambil meringis malu.
"Kenapa? gak ada apa-apa kan. Aku mau bantuin kamu pilihkan baju,"sahut Leno penasaran.
"Isinya baju haram semua..."jawab Dita.
Leno terkejut, baju haram apasih pikirnya. Dita membiarkan suaminya itu membuka pakainnya, tak lama pria itu terkekeh.
"Jadi ini yang membuatmu teriak..?"tanya Leno.
"Itu pasti kerjaan kak Widya, benar-benar tuh orang..."decak Dita kesal, ia mengambil alih koper di tangan Leno.
Leno tersenyum menatap wajah istrinya yang terlihat kesal bercampur malu, lalu menarik ke dalam dekapannya, "yang merah bagus kok. Kamu pakai ya..?"ujar Leno.
"Itu bukannya sama aja aku kaya gak pakai baju, dingin lah..."
"Entar aku yang ngangetin. Gak usah malu aku tuh udah jadi suami kamu lho, ."sahutnya lembut.
Kata suami menjadi Dita tersadar, jika ia telah menikah dan punya suami, dan ini malam pertama untuk mereka, artinya ia memang harus nurut padanya.
Dita mengurai pelukannya, lalu menatap wajah suaminya, "ya udah aku ganti sebentar ya.."ucapnya.
Leno mengangguk, "ya aku tunggu.."
••••
Bang Darren istirahat dulu ya bentar, lapaknya pinjam Jona dan Leno dulu ya.
Jona dan Melodi perang dingin Mulu ih.
Leno sabar banget ya? ya iyalah harus sabar kalau gak entar gagal buat piknik naik-naik puncak gunung🤣🤣🤣
__ADS_1
TBC