Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
KAMU MAU LIHAT


__ADS_3

"Mas tau gak, semalam Leno ngelamar Dita buat jadi istrinya.."kata Calista usai dirinya sampai di rumah dan berbaring di ranjang.


Darren mengangguk, "aku tau kok sayang..."


"Kok mas gak ngomong apa-apa sama aku.."cebiknya.


"Kamu gak nanya.."sahut Darren.


Calista mengerucutkan bibirnya ke depan, Darren langsung menunduk mengecupnya sejenak, "aku balik kantor ya..."pamitnya.


Calista mengangguk, "hati-hati...."


"Istirahat yang cukup ya.."titah Darren pada istrinya.





Oek.. oek.. oek..


Suara tangisan Senja mengurungkan langkah Darren yang hendak keluar, pria itu kembali memutar tubuhnya mendekati suara itu.


Di ambang pintu dapat ia lihat Ibu mertuanya itu tengah berusaha menenangkan cucunya itu.


"Rewel ya Bu.."tanya Darren, saat sudah berada di samping ibu mertuanya.


"Iya, kayaknya ngantuk ini. Tapi tumben gak mau merem udah di gendong padahal.."sahut Mona.


"Coba berikan padaku Bu..."pinta Darren, yang merasa tak tega melihat Senja terus menangis.


"Kamu kan harus balik kantor.."ujar Mona.


"Urusan kantor bisa nanti Bu, lagian kalau Senja terus seperti ini aku juga gak akan tenang bekerja Bu.."jawabnya.


"Baiklah..."Mona pun menyerahkan Senja pada Darren.


Begitu dalam gendongan Daddy-nya, bayi mungil itu langsung terdiam, Darren terus menimang-nimang Senja dalam dekapannya, sambil mendendangkan sebuah lagu untuk putrinya. Perlahan dengan pasti, Senja mulai terlelap.


Dari ambang pintu Mona melihatnya terharu, ada rasa sesak yang mendera, matanya kian berkaca, melihat pemandangan yang ada.

__ADS_1





Semalam usai sesi lamaran itu Leno langsung pulang, pagi ini ia berjanji akan mengajak Dita untuk jalan-jalan.


"Pagi om.."sapa Leno begitu mengetuk pintu yang membukakan pintu calon ayah mertuanya.


"Pagi nak,.."sahutnya, "mau jalan ya.."


"Iya om, tapi Ditanya ada kan..."


"Ada, masuk dulu gih. Kayaknya Dita masih tidur deh, kamu bangunin dia deh..."sahut ayah Dita.





Usai mendapat ijin dari calon ayah mertuanya Leno melangkah ke kamar Dita.


Begitu membuka pintu ia di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya geleng-geleng kepala, calon istrinya itu masih tidur dengan posisinya tengkurap, dengan ponsel di sampingnya.


Leno melangkah mendekati ranjang, perlahan ia sedikit mengguncang tubuh Dita.


"Dit bangun dong, katanya mau jalan-jalan.."seri Leno.


Namun Dita sama sekali tak bergeming, kali ini ia sedikit menaikan guncangannya, "Bangun Dit, masa jam segini belum bangun sih.."


"Emm.."Dita hanya bergumam tanpa membuka kedua matanya, ia hanya mengubah posisinya menjadi telentang.


"Astaga!"Leno mengusap dadanya dengan sabar, apalagi melihat posisi tidur Dita yang begitu membuat darah di tubuhnya kian mendesir.


Sembari memalingkan mukanya, Leno membangunkan Dita dengan cara mengguncang tangannya.


Melihat tak ada reaksi apapun, lama-lama habis sudah kesabarannya, bertambah kesal pula saat melihat Dita tengah tersenyum-senyum dalam tidurnya.


"Beneran harus aku cium ni kayaknya emang, baru bangun.."decak Leno, melepaskan sepatunya Leno mulai naik ke ranjang, lalu mendekatkan wajahnya, hembusan nafas kian menyapu wajah Dita membuat sang empunya perlahan mulai membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa....."jerit Dita


Bugh... Leno terjatuh saat Dita menendang tepat di sela-sela pahanya.


"Awwww .... sakit..."rintih Leno sembari memegang benda pusaka yang terasa ngilu dan sakit akibat tendangan Dita.


"Kak Leno, kamu ngapain...?"pekik Dita terkejut saat mendapati calon suaminya itu tengah merintih di lantai.


"Kamu, aduh sakit banget. Kamu benar-benar, kamu ngapain nendang aku..."decak Leno dengan wajah merona menahan nyeri.


Dita buru-buru bangun dari ranjangnya mendekati Leno, "maaf, tadi aku tuh bermimpi mau di cium seseorang, makanya spontan aku berteriak.."


Leno melongo, "itu aku..."


"Hah.., ya ayo berdiri..."


Dita membantu Leno berdiri lalu mendudukan dirinya ranjangnya, "emang sakit banget ya.."


"Pakai nanya lagi. Ya sakit banget lah. Kalau sampai kenapa-napa habislah masa depan aku.."cebiknya.


"Masa sih sakit banget?"


"Gak percaya, kamu mau lihat?"tawar Leno.


Dita mengangguk, "hah, mau, emang boleh.."sahutnya polos.


Leno melongo dengan jawaban calon istrinya itu yang masih berbalut piyama hello Kitty. Rambut tampak acak-acakan.


Aku bisa hilang kendali kalau sifat dia begitu


"Mandi gih, sana..?"buru-buru Leno mengalihkan pembicaraannya.


"Tapi kan kamu.."


"Udah sana mandi, aku tunggu di luar ya.."Leno bergegas keluar dari kamar Dita.


"Aneh, katanya kan.."Dita tak melanjutkan ucapannya saat mengingat rangkaian ucapannya tadi,


"Hah apa yang aku bilang tadi mau lihat..."Dita meneguk ludahnya secara susah, "ya ampun Dita pantas aja dia buru-buru keluar, pikiran Lo mesum amat. Gini kalau bangun kesiangan otak justru gak full..."


•••

__ADS_1


Ini yang mesum Dita apa Leno ya? Jangan bilang authornya ya, hahha Authornya mah masih polos🤣🤣🤣.


Tbc


__ADS_2