
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"A-aku...."
Dita tak melanjutkan ucapannya, lidahnya kelu seakan tak mampu menjawab, berbagai pikiran bersarang dalam otaknya, ia merasa seperti mimpi. Lalu, tiba-tiba ia merasa insecure. Dita melepaskan genggaman tangan Leno, lalu ia berdiri menatap jalanan yang ini terlihat sepi, pandangannya berlabuh pada hujan rintik yang turun.
"Kenapa?"Leno bertanya dengan harap-harap cemas. Apakah ia yang terlalu percaya diri, jika Dita pun menyukainya, hingga ia memberanikan diri melamar wanita itu tanpa menanyakan dulu perasaannya.
Ya Tuhan, apakah aku akan patah hati lagi,gumamnya.
"Tuan serius mau menjadikan saya istri anda..?"tanyanya.
Leno mengerutkan dahinya, lalu terkekeh ia berusaha santai saat melihat wajah Dita yang terlihat tegang, entah apa yang di pikirkan wanita itu, "kamu pikir aku bercanda..?"
Dita mengangguk, Leno mengusap wajahnya dengan gerakan kasar.
"Aku ngerasa gak pantas untuk anda Tuan, saya hanya seorang pelayan sedangkan anda-"
"Cukup.."Leno memotong cepat ucapan Dita, perlahan ia memegang kedua bahu Dita memutarnya hingga kedua mata itu kini saling bertatapan, "bisakah kau bersikap biasa. Aku bukan majikan mu. Jangan panggil aku Tuan.."
Dita menunduk, Leno memejamkan matanya sejenak, ia tak pernah tau memang cara melamar seorang wanita dengan baik dan benar, sebelumnya memang tak ada wanita manapun yang dekat dengan dirinya selain Calista.
"Tatap mata aku Dita..?"pinta Leno, Dita menegakkan kembali kepalanya, memberanikan diri menatap wajah Leno.
"Aku serius ingin menikah denganmu. Kamu mau kan..?"sambungnya dengan serius.
Dita tersenyum tipis saat melihat tak ada kebohongan di mata pria itu, "alasannya apa?"Dita memberanikan diri bertanya.
"Mau tau aja apa mau tau banget...?"goda Leno.
__ADS_1
"Ngeselin.."dengus Dita kesal, kini wanita itu kembali memutar tubuhnya membelakangi Leno, membuat Leno terkikik geli, sambil merogoh saku celananya.
"Because, I love you..."ucap Leno sembari menyematkan kalung di leher Dita. Membuat Dita terkejut, ia menelan ludahnya secara susah, mulutnya terbuka namun tak mampu berkata-kata, mengingat perlakuan Leno yang begitu manis, semua serasa mimpi baginya.
Usai memasangkan kalung di leher Dita, Leno memeluk nya dengan erat, "Sayang kamu banyak-banyak..."ucapnya.
Dita tersenyum tipis, lalu memutar tubuhnya menghadap Leno, sejenak ia menatap wajah pria itu, lalu menghambur memeluknya.
"Makasih.."lirihnya.
"Cuman makasih, gak di jawab ni lamarannya,.."
"Masih perlukah?"tanya Dita.
"Tentu,.."
"I love you too Tuan Pembinor ku....."balasnya, sambil meringsek mengeratkan pelukannya.
"Terimakasih Tuhan, ternyata begini rasanya orang di cintai, aku pikir aku tidak akan pernah menjadi bagian orang yang merasakan rasanya di cintai oleh oleh seorang wanita,"gumamnya.
•
•
•
•
Sret... sebuah tangan kekar buru-buru menyeret tangan Dita memisahkannya dari pelukan Leno.
__ADS_1
"Kak Wildan ih ngagetin aja.."ucap Dita kesal, sementara Leno jadi salah tingkah.
"Aku lapar, gak akan kenyang kalau nungguin kamu peluk-pelukan doang mah. Masuk gih semua orang nungguin juga..."
•
•
•
"Jadi udah jelas ni lamarannya di terima, terus kapan tanggal nikahnya, mau di tentuin sekalian gak..?"tanya Nancy pada Dita dan Leno.
Keduanya mengangguk, "maunya kapan?"timpal Randy.
"Besok.."kata itu meluncur saja dari bibir Leno, sementara matanya tetap tak lepas dari wajah Dita, calon istrinya itu udah mengubah penampilannya rambutnya sudah ia ikat seperti biasa, jadi terlihat cantik.
"Serius besok...?"Widya bertanya dengan kaget.
"Emang tadi aku ngomong apa..?"Leno bertanya tanpa berdosa.
"Astaga Leno..."
•••
iyes lima bab untuk hari ini, udah di like belum? kalau belum balik lagi gih, pencet tombol jempolnya.
Makasih, sayangnya Ara🥰
••
__ADS_1
Tbc