Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Bulan Madu 2


__ADS_3

Calista merasa sangat bahagia, ia dapat tertawa lepas di tepi pantai sambil bermain air laut. Ada rasa hangat yang mengalir dari hatinya melihat senyum Calista yang tanpa beban hari ini.


Ponsel dalam saku Darren berdering, namun ia tak menghiraukannya. Tanpa melihat Darren pun tahu siapa yang menghubungi dirinya.


Mama Meysa, pasti sudah tentu dia yang menghubunginya. Dia sengaja menelpon Darren untuk merusak suasana hati Darren dengan mengingatkan tentang janjinya untuk membalaskan dendam pada Calista.


Bolehkah Darren bersikap egois ? . Darren ingin menikmati hari-harinya selama di Bali dengan Calista tanpa ada rasa dendam atau apapun yang menjadikan ia sebuah beban. Ia ingin menikmati.


"Ponselmu berbunyi mas..?"ucap Calista yang saat ini sudah duduk di sebelah Darren.


"Biarkan saja, telpon tidak penting.."sahut Darren.


"Ya sudah aku kembali bermain air lagi ya.."ujwr Calista segera berlari ke tepi pantai.


Tidak akan ada yang berubah setelah ini, usai bulan madu selesai Darren akan tetap membalaskan dendamnya, namun untuk saat ini ia ingin bersikap egois. Calista yang sibuk bermain air tidak menyadari perubahan wajah Darren dari yang lembut sekarang berubah menjadi tatapan dingin lagi.

__ADS_1


Darren merogoh ponselnya yang terus bergetar sejak tadi, terlihat di sana banyak pesan masuk juga panggilan tak terjawab dari Mama Meysa.


Darren memilih untuk membuka sms lebih dulu dari Mama Meysa.


Mama harap kamu tidak lupa akan janjimu pada mama dan mendiang Breana, atau bila perlu Mama sendiri yang akan melakukannya untuk menghabisi wanita itu.


Bunyi pesan itu begitu mengancam.


"Astaga.."Darren mengacak rambutnya dengan gerakan kesal dan khawatir sambil memandang Calista yang masih bermain air di tepi pantai.


🌹🌹🌹


Lalu keduanya makan, makanan khas daerah sana saat menuju perjalanan pulang. Hari ini Calista tertawa bahagia, seolah beban yang ia pikul selama ini sirna untuk sementara waktu. Calista tau jika Darren bersikap baik padanya bukan berarti pria itu melupakan dendamnya? namun itu hanyalah trik halus Darren untuk menjerat dirinya dengan pesonanya. Calista hanya berpura-pura tidak tau, meski dalam hati ia menangis dan merasa miris. Ia menyesal telah jatuh cinta pada pria yang menaruh dendam padanya, pria yang tidak akan bisa tulus mencintainya, pria yang tidak akan mungkin bisa Calista milik sepenuh hatinya.


Calista juga merasa ayahnya sudah tau akan semua yang terjadi pada Calista, belakangan ini Ayahnya selalu menanyakan keadaan dirinya seolah ia begitu mengkhawatirkan keadaannya.

__ADS_1


"Calista, kamu kenapa...?"ujar Darren khawatir karena sedari tadi Calista terus terdiam melamun.


"Gak apa-apa mas, aku cuman lagi kangen Ibu dan Ayah.."dustanya, Darren hanya mengangguk paham seolah mengerti keadaan Calista.


"Ini bulan madu kita.. Jadi jangan banyak melamun dan memasang wajah surammu itu. Ayo nikmatilah.." ujar Darren lembut, lalu ******* bibir ranum Calista penuh kelembutan.. Mereka bergumul dan saling mencari puncak kepuasan bersama - sama. Tidak ada kata cinta yang terucap, yang terlihat hanya sebuah rasa terpendam membuat mereka berdua bergumul tanpa henti seolah itu memang sudah menjadi sebuah ketuhan.


Darren tidak pernah puas mencumbu dan menyentuh Calista setiap harinya. Seolah yubuh istrinya bagaikan candu untuknya, mereka melewati hari-hari bulan madunya dengan pergumulan panjang, panas, saling menikmati surga duniawi seolah tidak ada hari esok.


"Aku mencintaimu mas.."lirih Calista lalu membelai lembut wajah suaminya yang tengah tertidur lelap usai percintaan panas mereka.


Rasa sakit ini di mulai dari aku yang memilihnya, ujar Calista pada diri sendiri.


Calista menerawang langit-langit kamar resortnya, ia akan menyiapkan mentalnya untuk apapun yang terjadi selanjutnya.


🌹🌹

__ADS_1


Gak panjang karena adegan 21+ nya Ara skip, habisnya jadi sama pihak Mt/Nt di tolak.


Tbc.


__ADS_2