
πΊπΊπΊπΊ
"Udah ketemu aja dulu, terus jalani aja. Ikutin arusnya, kalau memang udah jodohnya pasti nanti kalian juga akan saling mencintai.."saran Darren pada Jona.
"Cih mencintai! Gaya lo kalau ngomong kaya sang pujangga tau gak..."ejek Jona membuat Darren kesal.
Darren melemparkan tutup bolpoint padanya, "dasar lo nyet! gak tau terima kasih gue kasih saran juga, Lo yang mau di jodohin kenapa juga gue yang repot bikin pusing aja.."semprotnya.
Jona terdiam ia entah apa yang dia pikirkan, "coba papa ngasih foto gadis itu ya..."
"Kenapa emang?"
"Gue mau lihat dia seksi apa enggak.."ucapnya, sontak membuat Darren kesal, ia menggulung kertas di meja kerjanya lalu melemparkannya pada Jona.
"Dasar penjahat kelamin.."sentak Darren.
"Kalau seksi tapi enggak setia buat apa..?"sambungnya, Jona terdiam mencerna baik ucapan Darren.
"Benar juga ya? Maunya gue sih kaya bini Lo itu, paket komplit dia.."godanya.
"Lo mau mati..."ancam Darren.
"Dasar micin, bercanda keles. Gue balik dulu ya..."
"Hem, pertimbangan tuh saran gue jangan sampai lo nyesel..."seru Darren.
"Iya nyet.."
"Setan!"
β’
β’
__ADS_1
β’
β’
Rumah sederhana itu sudah di dekor dengan sedemikian rupa, ayah Dita tampak tersenyum bahagia melihatnya.
"Yah, ngapain sih harus berlebihan banget kaya gini. Memangnya siapa sih yang mau datang...?"tanya Dita heran.
"Yah namanya juga tamu Dit, harus di sambut dengan baik dong.."jawabnya.
Dita merenggut kesal, pandangannya beralih melihat orang-orang yang mendekor di rumahnya tampak memindahkan barang stau demi lainnya.
"Kaya apa sih orangnya? setampan apa coba, apa Ayah ku repot gini.."Dita merenggut kesal menutupi rasa penasarannya.
"Kamu penasaran ya..?"goda Ayah Dita.
"Enggaklah, aku tau selera ayah jauh dari selera aku..."sahutnya.
"Yakin..?"
"Dia tampan, putih, mapan, berkharisma, sopan kamu pasti suka deh nanti, malah langsung jatuh hati pada pandangan pertama..."ujar ayah Dita.
Dita melengos, "nggak ya, hati aku gak semudah itu jatuh cinta..."
"Masa...?"
"Hati aku udah ada pemiliknya ayah ..."lirihnya sendu, tapi aku tau ini salah, gumamnya.
"Apa? kamu ngomong apa tadi..?"desak ayah Dita.
Dita menggeleng dengan cepat, meninggalkan sang ayah yang mempunyai tanda tanya, lalu berlalu pergi ke dapur, melewati bibinya yang sedang menyiapkan makanan untuk menyambut tamu nanti malam.
Membuka pintu belakang rumah, Dita melangkahkan kakinya keluar lalu duduk di sekitar kebun sayuran milik ayahnya, duduk terdiam di sana menatap indahnya senja yang perlahan mulai menghilang tertutup awan gelap.
__ADS_1
"Senja sedang apa ya..?"gumamnya, mengingat bayi mungil yang baru berusia sekitar sepuluh harian itu, tak sadar ia mengangkat sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah senyuman membayangkan wajah cantik bayi itu, putih bersih tanpa noda, ah ia jadi rindu padanya.
"Tunggu tante ya sayang.."
Cinta mengapa singgah di hatiku, kau salah memilih tempat dan waktu, tak tahan aku menahan rasa, aku terluka...
Sebait lagu yang di putar oleh tetangga sebelah membuat Dita merasa tersindir, "nyindir banget ya lagunya..."ucapnya.
"Aku emang salah, harusnya aku tak terlalu berharap padanya, harusnya aku bisa menjaga pada siapa cintaku akan berlabuh. Nyatanya penantian ku sia-sia, aku hanyalah seorang pelayan lalu aku bermimpi menjadi Cinderella yang di persunting oleh seorang pangeran. Ya ampun Dita harapanmu setinggi langit, tak mungkin tercapai. Kak Leno semoga kamu bahagia, begitupun aku. Ya, aku memutuskan untuk menerima siapapun yang di pilih ayahku nanti, asal aku melihat ia bahagia.."gumamnya.
β’
β’
β’
"Dari mana Jo..? Cepat ganti pakaianmu, lalu kita berangkat..."perintah Julian pada putranya.
"Yah aku-"
"Papa tak ingin mendengarkan apapun, cukup selama ini papa diam kamu melakukan apapun yang kamu Jo, saat ini turutilah kemauan papa. Papa yakin, ini yang terbaik. Sebagai seorang ayah aku tidak mungkin memilihkan jodoh yang tak baik untukmu..."serunya.
Jona yang semula menunduk menatap dalam wajah sang papa yang terlihat menyiratkan ketulusan di sana, "baiklah, tunggu sebentar ya pa, ma.."
Julian dan Lilian mendesah lega mendengarnya, membiarkan sang putra menaiki tangga menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
β’
β’
β’
Gini nasib penulis remahan Khong Guan yang baca bisa di hitung pakai jari, apalagi yang komentar dan likeππ, tapi apapun itu syukuri aja, btw makasih yang udah setia baca ceritaku,ππ.
__ADS_1
Aku bakal tulis cerita ini sampai selesai kok, entah seberapa banyak pun pembacanya.
Tbc