Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
ALASAN


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺


"Gimana kabar Senja, aku kangen.."kata Dita sambil menyandarkan tubuhnya di kursi, Leno yang sedang menyetir pun meliriknya.


"Kangennya sama Senja aja ni, sama aku enggak.."cebiknya dalam mode ngambek.


"Apaan sih? kan kamu udah jelas ada di sini,.."jawab Dita, namun Leno tetap diam tak ada sahutan apapun. Ia lebih memilih terus mengemudikan sepanjang jalan raya kota hujan itu. Dita bilang ingin pergi ke Taman Matahari menikmati indahnya taman sambil kencan ala anak remaja, cih gayanya kaya gak pernah pacaran aja.


"Marah ni..?"goda Dita. Leno tetap diam melengos.


"Aku tuh suka kepikiran Senja, dia rewel apa enggak gitu, kamu kan tau gimana kondisi Nyonya Calista, Tuan Darren pasti juga sibuk. Aku kasihan gitu sama dia. Masa sama bayi aja kamu cemburu.."lirihnya.


Leno menghela nafas sejenak lalu, "aku tidak tau gimana Senja. Sejak kamu ijin pulang belum pernah lagi ketemu dia, kata mama sih dia lagi di tempat orang tuanya Calista, jadi percayalah ada banyak orang yang menjaganya juga menyayanginya. Aku tau Darren gimana, dia pasti melakukan yang terbaik untuk Calista.."jelas Leno.


Dita mengangguk, menatap jalan sekitar lampu merah itu yang terlihat padat.


"Aku cuman ijin beberapa hari lho..."


"Aku malah udah bilang Darren kalau kamu gak akan balik jadi pengasuh Senja.."seru Leno.


Dita melongo, "lho kok..."

__ADS_1


"Kan kamu tau sendiri, bentar lagi kita mau nikah. Banyak persiapan yang harus di urus, semuanya serba dadakan.."jelas Leno.


Dita mengerucutkan bibirnya kesal, "ya salah kamu pakai minta nikahnya di percepat, waktunya juga tinggal tujuh hari lagi. Keliatan banget ngebetnya.."ocehnya, mengingat perdebatan soal penentuan tanggal Leno justru mengajukan waktunya lebih cepat lebih baik.


Leno terkekeh, "tau gak alasannya apa?"


Dita menggeleng.


"Aku gak mau gagal. Aku gak mau kamu di duluin seseorang, aku gak mau pacaran terlalu lama. Usiaku sudah terlalu matang untuk menikah, aku sudah tiga puluh tahun Dita. Maaf, seperti dulu aku terlambat menyatakan perasaanku pada Calista, dan pada akhirnya kami tau sendirilah .."sambungnya.


Dita mengangguk, "beberapa bulan gak ngasih aku kabar, aku kira kamu gak akan kembali. Dan ketika kamu mengatakan ingin menikah, aku pikir kau mau menikah dengan kekasihmu yang baru, barangkali kau membawa kekasihmu yang dari luar negeri.."Dita mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini ia pendam.


Leno terkekeh, "aku memang tinggal di Amerika, tapi aku belum pernah pacaran Dita. Aku di sana sibuk bekerja, entahlah aku merasa insecure setiap mendekati wanita, hanya dengan kamu dan Calista, aku merasa bisa bersikap biasa. Aku merasa tidak tertarik dengan wanita sebelumnya, tapi bukan berarti aku suka dengan sesama jenis, dan ada alasan khusus kenapa aku harus tinggal di sana, salah satunya mengobati penyakitku ini, aku beberapa kali harus berkunjung ke psikolog, aku gak mau pulang menemuimu dalam keadaan tak normal. Tapi taukah kamu? sejak aku berpamitan untuk kembali ke sana, aku menyuruh seseorang untuk selalu mengawasimu lalu memotretmu secara diam-diam,..."tutur Leno yang membuat Dita cukup terkejut.


"Penyakit mental hahaha.."jawaban Leno membuat Dita kesal karena di sertai gelak tawa.


"Sini deh aku bisikin.."pinta Leno meminta Dia untuk mendekat.


"Enggak, nanti kamu modus malah cium aku.."tolak Dita, ia malah menyilangkan tangannya di dada.


"Ya udah lah gak penting juga kok. Yang penting aku udah sehat ini sekarang, udah siap buat nikahin kamu..."ucapnya, sampai pada saatnya mobil berhenti tepat di tempat tujuan.

__ADS_1


"Kenapa sih gak nonton aja gitu pacarannya. Di sini mah banyak anak kecil, gak bebas mau cium-cium kamu juga..."ucapnya, sontak Dita memukul kecil lengannya.


"Ciumnya nanti kalau udah nikah, udah sah tuh mau di apain aja...."sahut Dita sambil membuka pintu mobil lalu keluar.


"Bener ya? kalau udah nikah siap kan aku apain aja..."ucap Leno saat dirinya sudah berada di dekat Dita, ia menggandeng telapak tangan calon istrinya.


Dita mengangguk, Leno tersenyum puas.


β€’


β€’


β€’


"Berarti udah siap dong, kalau aku bolak balik kamu..."


β€’β€’β€’


Kaya gorengan aja di bolak balik..wkkwkwk


Bab empat meluncur, tombol jempol janganlupa pencet ya sayang.πŸ₯°

__ADS_1


Tbc


__ADS_2