
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Hari-hari berikutnya menjadi kesibukan bagi pasangan Dita dan Leno yang akan melangsungkan pernikahan. Leno yang merupakan anak tunggal dari pasangan Nancy dan Randy, tentu tak ingin main-main dalam menyelenggarakan pernikahan.
Sudah lama Nancy menantikan hal ini, melihat putranya bersanding di pelaminan dengan wanita yang ia cintai. Pada akhirnya cinta sang putra berlabuh pada sosok gadis sederhana, Nancy bersyukur untuk hal itu, meski Leno hidup dalam luar negeri pria itu mampu menjaga batasannya.
Teruntuk pasangan Darren dan Calista keduanya masih betah berada dalam Mona. Mona memintanya keduanya untuk tetap tinggal di sana, sampai kondisi Calista membaik. Darren menurut apapun itu asal demi kabaikan Calista.
Hal itu sedikit membawa kebaikan untuk Calista, kini ia tak perlu menggunakan kursi roda lagi, Calista bisa menggendon Senja. Tentu saja itu membuat kesenangan sendiri untuknya.
"Aku bantu keringkan rambut kamu ya ..."ujar Darren mengambil alih handuk kecil di rambut Calista.
Calista mengangguk, "iya mas.."sahutnya.
"Tadi mama dan Bibi datang kesini ya...?"tanya Darren.
"Iya mas, aku senang hari ini banyak teman. Jadi aku gak ngerasa bosan di rumah. Bibi menceritakan banyak hal, termasuk proses pengurusan pernikahan Leno yang serba dadakan. Mama Meysa juga iya ia bercerita bagaimana liburannya di luar negeri.."tutur Calista, ada raut bahagia yang terlihat di sana.
Darren tersenyum senang, "maaf ya akhir-akhir ini aku kurang ada waktu untuk kamu..."sesal Darren.
"Gak mas. Kamu gak salah aku ngerti posisi kamu..."sahut Calista.
"Kamu pengen liburan atau kemana gitu gak...? Tapi tunggu kondisimu membaik ya..."tanya Darren, Calista masih terdiam.
__ADS_1
"Mas..."
"Mas aku mimisan..."ucap Calista sontak membuat Darren terkejut, badannya menegang, handuk yang ia pegang terjatuh.
Tidak, jangan ku mohon..
Darren buru-buru menghilangkan rasa paniknya ia mengambil tisu di depan Calista, lalu menghapus darah yang mengalir di lubang hidungnya.
Darren menggendong Calista lalu membaringkannya ke ranjang, kemudian Darren bergegas keluar mengambil segelas air putih, tak lama ia kembali memberikannya pada Calista.
"Kenapa bisa begini..?"tanya Darren cemas.
"Mas aku baik-baik saja, aku lupa tadi siang gak minum obat.."jawab Calista.
"Kita ke rumah sakit ya...?"
Calista menggeleng, "enggak mas, aku mau minum obat saja.."
Darren pun dengan siaga mengambilkan obat untuk Calista, dan membantu meminumkannya. Setelah itu dia membantu istrinya untuk berbaring lalu menyelimutinya.
•••
Besok adalah hari yang paling di tunggu-tunggu bagi pasangan Leno dan Dita. Tinggal selangkah lagi keduanya akan resmi menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
"Jadi mau bulan madu di mana..?"tanya Leno saat kini keduanya sedang melakukan panggilan video.
"Nikah aja belum, kok udah tanya bulan madu sih .."jawab Dita dengan semburat rona merah di wajahnya.
Leno tertawa terbahak-bahak, "kan harus di rancanain..."
"Terserah kamu aja deh.."sahut Dita.
Leno melirik jam di atas nakas, "ya udah. Tidur gih udah malam. Kan gak lucu besok kita nikahan malah bangunnya kesiangan..."ujar Leno, yang merasa kasihan melihat Dita beberapa kali menguap.
"Iya sayang .."jawabnya.
"Kamu tadi panggil aku apa?"
"Gak apa-apa. Salah dengar kali kamu ..."elak Dita.
"Huh ya udah aku matiin ya. Selamat istirahat sayang..."ucapnya sebelum panggilan di akhiri
•••
Next eps otw kondangan Leno dan Dita ya. Jangan lupa bawa kado..?hahhhaa
Otak aku malah lagi traveling nyari ide unboxing mereka.🤣
__ADS_1
Tbc