Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Kekhawatiran seorang Ibu


__ADS_3

D'CAFE CALISTA


Sebuah Cafe unik yang di dirikan Calista sendiri semasa ia kuliah dulu. Dulu, Calista sembari kuliah wanita itu juga sambil bekerja di perusahaan miliknya. Calista hanya menjabat sebagai seorang sales pemasaran, dia tetap ingin di gaji layaknya seorang karyawan di perusahaan papanya pada umumnya.


"Calista.."panggil seorang wanita paruh baya.


"Ibu.."Calista yang tengah berdiri di depan meja kasir pun berlari kecil menyambut sang Ibu, lalu memeluknya.


Calista membawa membawa Mona untuk duduk di salah satu kursi cafe tersebut.


"Ibu kangen sekali sama kamu nak, kenapa tidak pernah pulang..?"tanya Mona


"Mas Darren terlalu sibuk jadi susah ada waktu untuk pulang, kasihan juga di tinggal gak ada yang ngurusin dia.."dustanya.


Mona menghela nafasnya, "Calista, apa dia memperlakukanmu dengan baik.."


"Tentu Ibu.."sekali lagi dia berbohong.


Mona menggeleng, "Ibu tau kamu berbohong, Calista kamu terlihat kurusan.."


"Gak Ibu, aku emang begini. Sejak dulu aku kan selalu membatasi makanan.."


"Tidak Nak, aku ini ibumu. Aku sangat mengenali dirimu.."tutur Mona


"Pulang ya nak, tinggalin Darren.."sambung Mona


Calista menggeleng, "Tidak Ibu, aku tidak bisa pergi begitu saja.."


"Apa kamu sudah mencintainya.."tanya Mona membuat Calista terkejut.


Cinta..?


Benarkah Calista sudah jatuh cinta pada suaminya itu.


"Ibu.. aku.."lirih Calista


Mona membuang mukanya, "Kenapa kamu begitu mudah untuk mencintainya Calista, padahal kai tau niat busuk suamimu menikahimu. Jika begitu sangat mudah dia membuatmu tersiksa. Sebelum semuanya terlanjur jauh, tinggalin dia. Ibu tidak mau kau terluka nak.."


Calista menggeleng, "Ibu tidak semua masalah harus di selesaikan dengan cara seperti itu. Aku tau Mas Darren sebenarnya orang yang baik, dia tidak sejahat itu.."


"Belum apa-apa kamu juga udah belain dia.."

__ADS_1


"Ibu, cukup sekali aku menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan keluar dari penjara."Tutur Calista


"Tapi.."


"Ibu, percayalah semuanya akan baik-baik saja.."


🌹🌹🌹


Usai dari cafenya Calista memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke Mall.


"Calista.."


"Miko.."


Seorang pria yang dengan pakaian jas yang rapi menghampirinya,


"Apa kabar.."tanyanya basa-basi.


"Baik.."


"Kamu makin cantik aja Calista, gak pernah berubah sejak dulu.."puji Miko pada Calista.


Calista terkekeh mendengar teman semasa kuliahnya dulu, "Sedang apa di sini..?"


Calista mengetikkan nomor ponselnya, lalu mengembalikan ponsel temannya, setelah itu dia kembali berjalan ke stand penjualan baju, sudah lama ia tidak shopping.


Tanpa Calista sadari ada seseorang yang mengawasi keduanya,


"Lihat kelakuan istrimu Darren.."ucap Meysa


Darren baru saja menemui kliennya di mall tersebut tak sengaja bertemu dengan Meysa dan Caren.


Rahang Darren mengeras melihat istrinya sedang mengbrol dengan senyum tawa denga seorang pria lain. Mengepalkan kedua tangannya. Darren berjalan menghampiri istrinya.


"Ikut aku..."


"Mas.."pekik Calista terkejut.


Darren mencengkram tangan Calista dengan erat sembari menyeretnya keluar dari gedung mall.


"Sakit mas.."rintih Calista.

__ADS_1


"Rasakan itu pembunuh.."celetuk Meysa.


"Aku pikir Mas Darren cemburu.."ujar Caren sembari menatap kepergiannya Darren dan Calista.


"Tidak mungkin,.."


"Tidak menutup kemungkinan untuk keduanya jatuh cinta kan ma, apalagi mereka setiap hari bertemu, Calista wanita yang cantik ada banyak alasan untuk mas Darren mudah jatuh cinta padanya.."


"Tidak, mama tidak akan biarkan itu terjadi.."Meysa mengepalkan kedua tangannya.


Caren tersenyum sinis, *Dan itulah yang aku mau, jika Calista pergi aku akan dengan mudah mendekati mas Darren.


🌹🌹*


"Jadi alasanmu ijin keluar, mau berduaan dengan pria lain. Kamu sudah berani dengan saya.."bentak Darren dalam mobil.


Calista menggeleng, "Aku tidak sengaja bertemu dengannya mas, dia temanku saat kuliah dulu."


"Bulshit alasan saja.."geram Darren dengan emosi.


"Mas Darren cemburu...?"tanya Calista dengan tersenyum.


Sinting, jika wanita lain akan takut saat melihat Darren marah Calista justru berfikir jika pria itu cemburu.


"Mimpimu ketinggian.."jawab Darren


Cit...


Darren menghentikan laju mobilnya, ia meninggalkan Calista masuk begitu saja sembari membanting pintu mobilnya dengan keras, membuat Calista berjengkit kaget.


🌹🌹


Hai readers tercinta, apa kabar semuanya? beberapa hari gak update ada yang masih nungguin cerita ini gak...?😊


Jawab di komentar ya


Jangan lupa


Like


Hadiahnya juga

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2