Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA
Ungkapan hati Darren


__ADS_3

Leno menatap keduanya dengan pandangan iri, melihat wanita yang ia cintai kini tengah berbahagia bersama suaminya.


"Ya Tuhan kenapa mencintai bisa sesakit ini,"gumamnya.


Leno berjalan mendekati keduanya, dengan mengepalkan erat kedua tangannya.


Bruk..


"Aduh maaf"ucap seorang pelayan wanita.


"Kamu,"tunjuk keduanya.


Leno mengusap wajahnya kasar, ia menatap perempuan itu dengan pandangan kesal, lantaran pakaiannya kini terlihat basah akibat tertumpah air minum.


"Heran ya, dunia ini begitu luas tapi kenapa aku selalu bertemu denganmu, gadis pelayan,"sentak Leno kesal.


Dita mencibir, "karena saya tidak akan membiarkan anda merusak momen bahagia majikan saya,"


Leno geram mendengarnya, ia berdecak lalu melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Dita begitu saja, muak terus ribut dengannya, Leno berniat untuk pergi ke toilet membersihkan bajunya.


••


Darren mendudukan Calista di kursi.


"Aku masih mempunyai kejutan untukmu, sebentar sayang,"seru Darren membuat Calista penasaran.


Darren berjalan mengambil sebuah mix, dengan gugup pria mulai berbicara, kedua matanya tak lepas memandang istrinya yang tengah menatap dirinya pula.


"Calista istriku tersayang, maafkan aku yang telah banyak menorehkan luka di hatimu di awal pernikahan kita. Sebuah pernikahan yang ku awali dengan niat yang buruk, membawamu dalam jurang kesakitan, pada akhirnya semua hanyalah sebuah kesalahpahaman semata. Kesalahpahaman yang membuat diriku merasa dendam padamu." Darren menghentikan ucapannya sejenak, pria itu menghapus sudut matanya yang kini tampak basah.

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah menyesal untuk semua itu, jika sebuah kesalah pahaman itu tak ada bukankah kita tidak akan pernah bertemu, kemudian merajut cinta dalam bahtera rumah tangga. Kamu mungkin bukan cinta pertamaku, tapi aku berjanji kau akan menjadi pelabuhan cinta terakhirku, hingga akhir hayat nanti. Terimakasih karena telah berhasil menjungkir balikan hidupku, kau sangat spesial. Kau berhasil membuat hatiku terluka saat melihat dirimu menangis, dan kini aku berjanji tidak akan membuatmu kembali terluka. Saat kita menikah dulu, aku bahkan tidak melamarmu dengan baik. Dan kini di hadapanmu seluruh keluarga dan sahabat kita, aku ingin mengulang semuanya."Darren berjalan ke arah Calista, pria itu berlutut dengan membawa sebuah cincin berlian.


"Calista istriku, maukah kau mendampingiku hingga akhir hayat merajut sebuah rumah tangga yang penuh kehangatan dan cinta. Sayang, will you marry me?"ucap Darren.


Calista mengangguk, "aku mau,"sahut Calista cepat. Usai itu Darren mengambil cincin berlian itu dan menyematkannya di jari tengah Calista, karena di jari manisnya sudah terpasang cincin pernikahan keduanya. Calista menatap suaminya berkaca-kaca, Darren menggerakan tangannya menghapus air mata istrinya.


"Jangan nangis sayang,"lirih Darren.


"Aku bahagia mas, terimakasih,"sahutnya.


Darren membawa Calista berdiri lalu merengkuhnya ke dalam dekapannya, ia mencium pucuk rambut istrinya. Melepas pelukannya Darren membingkai wajah istrinya, perlahan ia mencondongkan wajahnya mendekatkan bibirnya, tak lama Calista merasakan sesuatu yang kenyal mendaratkan di bibirnya.


"Wow,"sorak semua orang.


"Si manusia kulkas itu ternyata bisa romantis dan ganas juga,"celetuk Jona.


Darren mencium dan ******* bibir istrinya dengan lembut dan penuh cinta.


Usai melepaskan pangutan bibirnya, keduanya tersenyum bahagia.


"Setan! makanya kau menikah biar kau tau rasanya bagaimana?"ucap Darren pada Jona.


Jona mencibir, "nanti, senjataku belum menemukan sarang yang tepat,"


"Cih dasar penjahat kela*min,"ejek Darren.


Calista menggelengkan kepalanya melihat interaksi Jona dan Darren yang terus saling mengumpat kasar.


"Udah lapar banget aku, memangnya melihat kalian ciuman bisa buat aku kenyang apa,"celetuk Jona.

__ADS_1


Tidak mau banyak berdebat akhirnya mereka semua memutuskan untuk makan, Calista dan Darren terus tersenyum bahagia, Darren terus memberikan perhatian untuk Calista, kedua saling suap-suapan.


Kebahagiaan keduanya berbanding terbalik dengan pancaran mata Leno yang begitu terluka, pria itu mengepalkan kedua tangannya erat. Hatinya terasa sakit melihat wanita yang ia cintai bahagia tersenyum di sisi pria lain.


Dita terus memerhatikan gerak gerik Leno yang sedari tadi terus memerhatikan majikannya. Sampai pada akhirnya ia melihat Leno diam-diam pergi dari sana tanpa berpamitan. Bergegas Dita berjalan mengikuti Leno dari belakang.


Terlihat Leno menekan tombol lift lalu masuk, Dita mengikuti dari belakang.


Sret..


"Mau kemana?"Dita terkejut saat tangannya sudah di tarik oleh seseorang.


"Kak Wildan,"lirihnya, begitu melihat pria yang menarik tanganya Wildan.


"Aku menyuruhmu untuk bekerja merawat dan mengawasi Nyonya Calista bukan untuk hal yang lain Dita, atau aku harus-"


"Jangan! aku akan kembali kesana."sahut Dita cepat.


"Bagus, jangan sampai kau membuat kakak kecewa Dita,"seru Wildan sebelum berlalu meninggalkan Dita.


Dita menghela nafasnya, "Bodoh! kenapa aku harus mengikutinya segala sih,"umpatnya pada diri sendiri.


•••


Like


Komentar


Hadiahnya

__ADS_1


Vote


Tbc


__ADS_2