
Pagi ini baby Senja tengah berada di halaman belakang untuk berjemur dengan Calista yang di temani Dita. Dokter bilang sinar matahari pada pagi hari itu bagus untuk bayi.
Bayi mungil itu tampak menggeliat dalam pangkuan Calista.
"Dia sangat lucu ya Nyonya..?"kata Dita saat melihat Senja.
Calista tersenyum, "iya.." balasnya sambil membelai lembut pipi Senja yang tampak halus dan lembut selembut kapas.
Entah kenapa setelah kelahiran Senja, Calista dapat lebih bersemangat lagi untuk segera menjalani pengobatannya, tekadnya kuat untuk segera sembuh.
"Kau di sini? aku kira di mana.."Darren datang langsung mengecup pipi Calista.
"Aku sedang menemani Senja berjemur mas, kau tidak berangkat ke kantor..?"tanya balik Calista saat melihat suaminya masih mengenakan piyama tidurnya.
"Males ah, mau di rumah aja.."jawabnya sembaro meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya.
"Gak boleh gitu dong mas, udah beberapa hari kamu tuh gak ke kantor, gak kasihan sama Wildan yang menghandle kerjamu. Kebanyakan kerja nanti menghambat dia dapat jodoh lho.."tutur Calista.
Darren mengkerut, "kata siapa dia jomblo, sebentar lagi juga kita dapat undangan pernikahannya, kita tunggu saja tanggal mainnya, ya gak Dita...?"
"I-iya Nyonya..."
Calista bingung kenapa suaminya meminta persetujuan Dita , apa hubungannya sebenarnya.
"Kenapa tanya Dita, memangnya apa hubungannya dengannya? Apa Dita merupakan calon istrinya Wildan...?"cecar Calista, wanita yang tengah duduk di kursi roda itu menunjukkan rasa penasarannya.
"Eh b-bukan nyonya..."Dita menjawab dengan cepat.
"Kamu tidak tau? Dita itu sepupunya Wildan,.."seru Darren yang mengejutkan Calista, selama ini ia tidak tau dan tak pernah bertanya memang.
__ADS_1
Calista hanya menganggukkan kepalanya, bulir keringat tampak membasahi keningnya.
"Nyonya, sepertinya Nona kecil berjemur ya sudah cukup, saya mau membawanya ke dalam untuk memandikannya.."ujar Dita, Calista pun mengijinkannya.
Usai itu, Dita mengambil Senja dari pangkuan Calista dan membawanya masuk ke dalam.
"Masuk yuk...?"ajak Darren.
"Nanti mas aku sedang berjemur..."
Darren menghela nafasnya, "lihatlah keningmu bahkan sudah basah, jangan di paksakan. Kau harus banyak istirahat, besok kita mulai pengobatannya.."ujar Darren.
"Iya mas..."
"Kau harus sembuh sayang..."
"Terimakasih sayang..."Darren mengecup lembut tangan juga kening Calista, setelahnya ia membawa masuk Calista.
•••
Sementara itu di sebuah apartemen kedua insan tengah memadu kasih, saling melepaskan hasrat yang kian menggebu.
"Faster Jo..."pinta seorang wanita dengan suara serak di bawah kungkungan Jona. Keduanya tanpa sehela benangpun.
"La, kau sungguh nikmat..."balas Jona sembari terus menambah gerakan pinggulnya dengan cepat.
De sa han demi de sa han terus terdengar, suara rintihan kenikmatan dunia, terus menggema di sebuah kamar itu. Angela seorang model papan kelas atas merupakan wanita yang selama ini menjalin hubungan dengan Jona secara diam-diam, tidak ada seorangpun yang tau. Jona menyembunyikan hubungannya dari siapa saja, termasuk keluarganya. Jona tau jika sampai papanya tau, hubungannya pasti akan di tentang olehnya.
"Ahhhh....." tubuh Jona ambruk di atas tubuh Angela, usai dirinya melakukan pelepasan di bawah sana. Lalu ia mencabut miliknya, dan menggulingkan tubuhnya di samping Angela. Keduanya sama-sama terdiam menatap langit-langit kamarnya dengan nafas yang masih terengah-engah.
__ADS_1
"Jo kapan kau akan memberi tahukan hubungan kita pada keluargamu...?"tanya Angela sembari meringsek tubuhnya memeluk tubuh Jona yang masih dalam keadaan polos.
Jona memejamkan kedua matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Angela. Saat ia hendak membuka mulutnya, ponsel miliknya yang di atas nakas berdering, Jona mengambil lalu mengangkatnya, sebelumnya ia mengkode Angela lewat jarinya untuk tak bersuara.
"*Ya pah..?"
"Dimana kau????"tanyanya dengan emosi.
"Pah aku..."
"Kembali ke kantor sekarang, atau papah sendiri yang akan menyeretmu,.."
"Ya pah*.."
Setelah itu Jona menutup telponnya, dengan langkah cepat Jona turun ke lantai mengambil pakaian miliknya yang berserakan di lantai.
"Sayang, kau belum menjawab pertanyaanku.."Angela mendesak Jona.
"Apa yang mesti ku jawab, bukankah hubungan kita memang hanya sebatas ini,"jawab Jona sambil mengancingkan kancing-kancing bajunya.
"Tapi Jo, aku ingin-"
"Kau tau konsekuensinya dari sebelumnya kan, jadi tolong jangan mengharapkan hal lebih..."sahut Jona sebelum berlalu meninggalkan Angela begitu saja.
Angela tertunduk di ranjang sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia juga menggerakkan giginya dengan kesal.
•••
Tbc
__ADS_1