
Sesuai dengan rencana sebelumnya jika hari ini Calista akan mulai melakukan pengobatan.
"Titip Senja ya Dita, tolong jaga dia.."seru Calista.
"Pasti, saya pasti akan menjaganya. Nyonya harus semangat, agar segera sembuh.."balas Dita.
Calista tersenyum tipis, "terimakasih, aku akan berjuang..."sahutnya, sambil mencium pipi anaknya dengan gemas.
"Mommy pergi dulu ya sayang, doakan Mommy kuat dan cepat sehat sayang, supaya nanti kita bisa jalan-jalan bareng.."pamitnya pada sang putri. Bayi kecil itu tampak tersenyum tipis dan menggeliat kecil seolah ia sedang memberikan jawaban untuk Mommy-nya.
"Ayo sayang..."Darren datang dengan pakaian yang sudah rapi.
"Yuk.."sahut Calista.
Sebelum berangkat Darren pun mencium pipi Senja lebih dulu, lalu ia kembali pada Calista mendorong kursi rodanya untuk keluar dari rumah.
Keduanya memutuskan untuk ke rumah sakit pada pagi hari sesuai dengan jadwal yang sudah dokter tentukan. Di sana ada Mona juga Meysa yang telah menunggunya, keduanya sengaja menemani Darren untuk memberi dukungan pada Calista.
"Kamu pasti bisa sayang.."ucap keduanya.
••
Kanker adalah jenis penyakit yang mematikan meski tak menular.
Sebelum melakukan tahap pengobatan selanjutnya, Calista dan Darren berkonsultasi lewat dokter, dokter menyarankan Calista untuk melakukan CT-scan lebih dulu untuk menentukan ukuran dan lokasi kanker yang tepat. Dokter akan memberikan sebuah tanda kecil di kulit.
__ADS_1
Setelah melakukan CT-scan dan melihat letak kanker pada di kepala Calista, dokter menyarankan pengobatan radioterapi dan kemoterapi, mengingat kanker yang di derita Calista berada di dekat saraf sensitif, dokter tak menyarankan untuk operasi. Ya, kanker yang di derita Calista berada di dekat sadar mata, hal jika Calista di operasi akan sangat berisiko dan mengganggu penglihatannya.
Adapun tindakan bedah juga dapat beresiko seperti infeski juga pendarahan.
Calista maupun Darren pun menyetujui saran dokter, apapun itu jenis pengobatannya yang terpenting Calista sembuh.
Usai melakukan CT-scan, Calista di bawa ke ruang radiasi. Untuk melakukan radioterapi.
Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar X, untuk membasmi sel tumor menggunakan alat akselerator linier.
Calista di baringkan di tempat tidur yang tipis, kemudian dokter akan mulai mengoperasikan mesin dari jarak yang sedikit jauh. Calista terhubung langsung dengan dokter, hingga apapun yang Calista rasakan bisa langsung ia katakan pada petugas.
Calista mengatakan segala rasa sakit di tubuhnya, di mulai dari sakitnya kepala yang luar biasa. Darren dengan setia menemani Calista, sementara Meysa dan Mona menunggunya di luar dengan perasaan cemas.
••
"Apakah istri saya.."
"Tidak masalah Tuan, nyonya hanya kelelahan, biarkan dia istirahat lebih dulu, tenanglah..."
Darren terdiam menatap wajah istrinya yang terlihat pucat yang berbaring di tempat tidur, di sampingnya ada Meysa dan Mona yang menemaninya.
Darren merasa tak tega saat Calista mengeluh sakit di kepalanya, belum lagi tahap selanjutnya dokter akan melakukan kemoterapi.
Dokter sudah menyusun jadwal untuk pengobatan Calista, dalam seminggu Calista akan menjalankan pengobatan seperti ini selama lima kali.
__ADS_1
•••
"Masih sakit...?"tanya Darren pada istrinya yang tengah berbaring di tempat tidur.
Calista menggeleng seraya tersenyum manis, Darren menatap sendu wajah istrinya.
"Aku kuat, tenanglah. Aku akan semangat berobat demi kalian.."kata Calista.
"Terimakasih sayang..."sahut Darren.
Aku harap semua pengobatan ini tak sia-sia, aku hanya ingin dia sembuh Tuhan..
Darren berjalan membuka laci mengambil obat-obatan untuk Calista.
"Minumlah sayang..."ucap Darren.
Calista pun menuruti perintah suaminya, ia mengambil butir-butiran obat itu lalu menelannya.
"Aku ingin bertemu Senja, tapi tubuhku sangat lelah.."keluh Calista.
"Perlukah aku membawanya kesini sayang.."tawar Darren.
Calista menggeleng, "tidak perlu sayang, aku akan istirahat, aku merasa ngantuk dan lelah.."
"Tidurlah.."Darren membantu istrinya berbaring lalu menyelimutinya. Setelah itu Darren bergerak menjauh keluar dari kamar menuju ruang kerjanya. Mengingat tadi ia tak berangkat ke kantor, tentu ada pekerjaan yang menunggunya.
__ADS_1
••
Tbc