
Warning 21++
Terdapat adegan dewasa, bijaklah dalam membaca, oke
🌹
🌹
Hotel bintang lima
Ahhh..."******* feminim terdengar dari seorang pria dan wanita yang sedang melakukan pelepasan. Hasrat dan gairah terlihat membakar tubuh keduanya, seolah bercinta adalah candu bagi keduanya.
"Kau selalu hebat dan nikmat sayang.."puji Mario dengan puas pada wanita yang berbafing di sebelahnya, keduanya saling berebut oksigen setelah aktivitas panas yang cukup menguras tenaga.
Klunting... bunyi sebuah pesan masuk di ponsel wanita itu. Tanpa malu wanita itu beranjak dari ranjangnya mengambil ponsel di tasnya dengan bertelanjang bulat, tentu saja hal itu mengundang hasrat Mario kembali bangkit.
"Brengsek..."umpatnya setelah membaca pesan yang terkirim di ponsel miliknya.
Mario datang lalu memeluknya dari belakang keduanya sama dengan betelanjang bulat terlihat senjata Mario yang sudah tegak berdiri sempurna, ia menggesek-gesekan miliknya pada pantat wanita itu, membuat sang empunya mendesah.
"Kenapa Caren sayang..."tanya Mario sambil mengecup punggung telanjang Caren.
"Haruskah aku menghabisi wanita itu juga..."ancamnya lagi.
"Siapa...?"
"Calista, aku sangat tidak suka dan tidak terima dia bisa menikah dengan Darren.."ucapnya dengan mengepalkan tangannya, tatapannya penuh emosi.
"Jangan...."
" jangan kembali membuat ulah. Apa tidak cukup kau sudah menghabisi Breana saudaramu.."ujar Mario, ia tidak ingin kekasihnya itu kembali menjadi seorang pembunuh.
"Dia bukan saudaraku..."sangkal Caren kembali meletakkan ponselnya.
"Tapi..."sahut Mario sambil meremas kedua bukit kembar milik Caren yang menggantung sempurna dan terlihat begitu menantang menggairahkan, membuat Caren mendesah menggelijang bak cacing kepanasan.
Caren memutar tubuhnya lalu mengecup bibir Mario dengan sensual, "Kau tau benar aku hanyalah anak angkat dari keluarga mereka.."
__ADS_1
Flashback on
Benar, Caren hanyalah seorang anak angkat dari keluarga Bram. Dulu waktu kecil entah bagaimana Breana ingin sekali mempunyai adik, karena Meysa sudah tidak dapat lagi mengandung rahimnya sudah di angkat setelah melahirkan Breana, untuk itu mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak yang berasal dari panti asuhan, Breana sosok anak yang lembut dan penyayang tentu ia tidak mempermasalahkan hal itu. Meski hanya seorang anak angkat Breana tetap menyayangi Caren sepenuh hatinya, begitupun Bram dan Meysa keduanya tak membedakan antara Breana dan Caren, mereka memperlakukan dengan keduanya dengan sama secara adil.
Hingga tahun terus berganti Breana tumbuh menjadi sosok wanita yang baik, pintar, dan tulus banyak orang memuji kecantikan dan kepintarannya, sebagai orang tua tentu Meysa dan Bram sangat bangga anaknya sangat berprestasi. Caren merasa geram dan tak terima, namun ia berusaha menepis segala pemikiran itu.
Namun rasa iri dan dengki kembali muncul di hati Caren saat tiba-tiba Breana pulang dengan membawa Darren memperkenalkan pada kedua orang tuanya juga Caren sebagai seorang kekasih pun calon suaminya. Melihat ketampanan dan kemapanan Darren membuat Caren terpesona dan berniat untuk merebutnya dari tangan Breana.
Namun sayang, Darren bukanlah tipe pria yang gampang untuk di dekati setiap kaum wanita, Darren tipe pria yang setia. Setiap kali Caren mendekatinya pria itu berusaha menghindar, dan bersikap acuh padanya.
"Aku pikir tidak baik seorang wanita memakai pakaian terbuka seperti itu, pandai-pandailah kau menjaga diri..."ujar Darren saat Caren mendekati dirinya dengan pakaian terbuka dengan belahan dada yang rendah serta minim memperlihatkan paha mulusnya.
"Kenapa ...? kakak takut tergoda dan khilaf begitu.."sahut Caren dengan senyum sinisnya.
Darren menggelengkan kepalanya, sungguh meskipun Caren bertelanjang bulat pun Darren tidak ada akan pernah tergoda padanya, Darren justru merasa risih dan jijik membayangkannya. Untungnya hal itu tidak lama Breana datang seolah menyelamatkan Darren dari jeratan iblis berbentuk manusia.
Caren mengepalkan tangannya, lalu terlintas ide gilanya untuk menghabisi Breana. Keserakahan membuat ia menghalalkan segala cara. Lama-lama ia merasa muak dan kesal pada kakak angkatnya itu.
Hingga hari terus berlalu ia mendengar jika Darren akan segera melangsungkan pernikahan dengan Breana. Caren yang merasa tidak terima membuat rencana busuknya, dengan menyuruh orang untuk mengotak-atik mobil Breana,. Bodohnya orang itu di suruh memotong rem kabelnya saja dia justru mengotak-atik mobil Breana dengan cara tak jelas, hal itu membuat mobil yang Breana tumpangi tiba-tiba macet di tengah jalan dengan posisi melintang, mungkin saat itu Breana pikir mobilnya hanya macet seperti biasanya jadi ia tetap kekeh berada dalam mobil meskipun posisinya terlihat berbahaya, ia tetap mencoba menghidupkan mobilnya kembali, naasnya mobil Breana tiba-tiba keluar sebuah asap yang mengepul membuat dadanya terasa sesak.
Setelah menjebloskan Calista ke penjara Caren meminta bantuan Mario untuk membuat kasus itu di tutup, namun Mario sebagai pria cassanova pemain wanita meminta syarat untuk menjadikan Caren kekasih gelapnya sekaligus pemuas nafsunya. Caren yang merasa terdesak pun menerima saja persyaratan itu. Caren tetap bersikap baik dan lembut di depan kedua orang tua angkatnya, padahal hatinya begitu busuk dan jahat.
Flashback off
Caren dan Mario saling mencumbu dengan posisi berdiri, tangan Mario membelai tiap jengkal tubuh Caren dengan buas penuh gairah. Tak lupa ia membelai dan memasukan jari tangannya ke dalam lembah gua yang berhutan milik Caren, membuat Caren mendesah memejamkan matanya merasa nikmat. Dengan bibir yang terus merancau, Caren pun melakukan hal yang sama pada Mario dengan meremas pedang milik Mario, membuat Mario memejamkan matanya akan sentuhan dan remasan tangan lembut Caren.
"Aku sudah tidak tahan lagi..."ucap Mario dengan parau.
Ia kembali menggendong Caren membawanya ke ranjang lalu memasukan pedangnya pada lembah gua yang berhutan milik Caren. Keduanya kembali merajut dan menggapai surga dunia seolah tidak akan ada hari esok, tak mengingat apa yang akan terjadi bseok.
Dengan berbagai macam gaya Mario dan Caren terus melakukan hal itu tanpa henti berjam-jam lamanya. Hingga akhirnya Mario tumbang di atas tubuh Caren sambil mengeluarkan sesuatu yang hangat di bawah sana. Caren tidak takut hamil ,tentu saja sebelum melakukan hal itu ia sudah memakai alat kontrasepsi.
Mario menyingkir dan menjatuhkan tubuhnya di sebelah Caren, keduanya merasa begitu lelah. Apalagi Caren merasa miliknya terasa begitu perih, karena Mario terus menggempurnya.
"Apa isi pesan tadi.."tanya Mario setelah mengatur nafasnya.
Caren mengambil selimut putih di bawah kakinya untuk menutupi tubuh polosnya, "Orang yang dulu aku suruh mengotak-atik mobil Breana menghilang, ada yang mengatakan seseorang membawanya.."ujar Caren dengan kesal.
__ADS_1
"Pergilah ke luar negeri jika kau ingin melarikan diri.."usul Mario
"Apa kau tidak mau membantuku lagi.."
"Apa imbalannya..."tanya Mario
"Bukankah setiap hari kau menikmati tubuhku.."jawab Caren
"Aku memang brengsek tapi aku bukan pembunuh Caren.."seru Mario
"Aku tidak menyuruhmu untuk membunuh tapi menculiknya saja, aku ingin memberikan pelajaran untuknya. Setidaknya jika aku harus tertangkap polisi aku tidak akan begitu menyesal..."ujar Caren
"Akan ku pikirkan.."jawab Mario
"Tapi..."
"Apa...?"tanya Caren
"Satu kali lagi ya..?"pintanya
"Apa kau tidak pernah puas..."decak Caren
"Aku tidak akan pernah puas, karena tubuhmu itu candu untukku.."ucapnya parau, tangannya kembali bergelya menjalajahi tubuh Caren. Lama-lama keduanya kembali larut dan mengulang adegan panasnya.
🌹🌹🌹
Sabar ya readers, nanti perlahan semua juga akan terbongkar kok.
Jangan lupa
Like
Komentar
Hadiahnya.
Tbc
__ADS_1