
"Dasar ibu! Katanya sayang pada ku, tapi malah lebih membela Anggita dari pada aku! Selalu bilang Anggita itu perempuan yang baik! Mananya yang baik? Masak ibu sudah lupa kalau dia diberhentikan karena Anggita mengadu Byantara yang berhubungan dengan ku?"gerutu Sella yang berjalan keluar dari rumah ibunya itu dengan gusar.
"Apa sih bedanya si Gita itu dengan ku? Dia juga menggunakan segala cara untuk mendapatkan Byantara. Hanya saja dia lebih beruntung, dia didukung oleh Pak Darmawan dan Bu Darmawan!" sungut Sella semakin tidak puas. Sella merasa sepertinya semua orang lebih memihak pada Anggita, bahkan kini ibunya sendiri juga. Dulu dia masih tidak takut, karena Byantara yang paling berpengaruh saat itu memihak padanya. Tapi kini Byantara pun sudah membencinya, dan Sella tahu kalau Byantara mulai menyukai Anggita. Itulah yang membuat dia tidak bisa menerima kenyataan itu.
"Huh berada di dalam malah membuat ku sesak dengan nasehat ibu yang gak mutu! lebih baik aku di luar menghirup udara segar dulu dan mencari cara untuk membalaskan sakit hati ku pada Anggita, juga sekalian Byantara! Sebetulnya aku sudah menemukan caranya, aku hanya membutuhkan partner yang berani melakukannya saja!" pikir Sella sambil menghela nafas kesal.
**********
"Wah orang terkenal tumben datang ke kampung? Ada apa nih? Ku lihat dari tadi kau komat kamit sendiri? Ada apa? Rasanya sudah lama gak melihat mu? makin cantik saja!" goda seorang pria berkulit agak hitam, dengan tubuh lumayan tinggi dan berotot. Tampak tatto kepala tengkorak di bagian lengannya, Karena lengan bajunya yang sengaja digulung ke atas.
Wah, pucuk dicinta nih! Ternyata gak usah mencari lagi, aku malah bertemu Raka di sini! pikir Sella yang langsung tersenyum ke arah Raka.
"Pertanyaan mu banyak banget! Aku sampai bingung mau jawab yang mana dulu. Aku sebenarnya tetap rindu kampung halaman ku, tapi sayang selama ini aku sibuk dengan job. Ini begitu santai, aku langsung pulang kampung!" sahut Sella menepuk bahu Raka dan sok akrab.
"Kau jangan berbohong! Kata orang kampung sini kau sudah menikah dengan seorang konglomerat dan membuang ibu mu seorang diri di sini!" ujar Raka tertawa mengejek.
Walaupun kau membelikannya sebuah rumah di kampung ini, tentu tidak bisa dibandingkan dengan rumah suami konglomerat mu itu?" sindir Raka lagi.
"Untuk apa kau mendengarkan perkataan orang-orang yang iri kepada ku, sih? Sudah deh, jangan membahas tentang aku saja. Kau sendiri gimana? Sudah bertobat ya?" pancing Sella.
"Menurut mu? Aku baru bebas dari penjara sembilan hari yang lalu!" sahut Raka yang malah tersenyum bangga.
__ADS_1
"Kau gak bosan masuk ke sana Raka?" tanya Sella lagi.
"Ha-ha-ha! Gimana aku bisa bosan, wong kalau aku di dalam sana kayak bos, sepupu ku yang cantik! Emang kenapa kau tanya-tanya? Mau kasih order? Aku kangen lagi masuk ke sana, bertemu dengan anak buah ku di sana!" tantang Raka tersenyum nakal.
"Kau mau tidak membalaskan dendam ku, Raka?" tanya Sella langsung memasang wajah sendu, maklum sudah terbiasa berakting.
"Sama aku gak usah pakai sandiwara Sella, to the point saja. Aku bukannya tidak tahu akting mu itu kalau lagi butuh! Makanya kau cocok banget jadi artis antagonis," sindir Raka yang memang sudah mengenal sifat sepupunya itu.
"Sama aku, asal ada ini, pasti beres!" sambung Raka yang mengangkat tangannya memberi tanda uang.
"Soal itu beres, padahal aku mau kasih tugas enak pada mu lho!" ujar Sella.
"Tugas mu gampang kali ini, kalau berhasil bakal enak kamu, bahkan kau akan berterimakasih pada ku!" ujar Sella tersenyum licik.
"Apa sih? Langsung saja ngomong! Bikin penasaran saja!" ujar Raka mulai tertarik.
"Kau itu kan suka coba-coba cewek cantik kan? Nah ini aku kasih kamu modal buat tangkap cewek cantik, kau nanti pasti akan tergila-gila padanya. Saat nanti kau sudah melihat perempuan itu, tanpa ku bayar pun, aku rasa kau mau menjalankan tugas dari ku!" ujar Sella teringat kalau Raka pernah dua kali masuk penjara karena pernah memper*kosa perempuan.
"Wah! Ternyata pergaulan di kota sudah membuat mu makin sadis, Sella! Kita emang cocok jadi saudara, hanya kau itu seperti serigala berbulu domba. Kejahatan mu tersembunyi. Ha-ha-ha, memang sepupu ku ini paling pintar!" ujar Raka yang entah menyindir atau memuji.
"Tapi coba kau bilang dulu apa tugas ku?" tanya Raka yang mulai tertarik saat mendengar perempuan cantik, Raka memang pecinta perempuan cantik, kalau dia sedang suka, segala cara dihalalkan. Soal di penjara lagi urusan belakangan, yang penting enak dulu.
__ADS_1
Apalagi onderdil ku sudah lama gak dikasih oli! pikir Raka dalam hati yang langsung tersenyum mesum.
"Wah! Lihat senyum mu kayaknya otak mesum mu sudah bertraveling ria deh! Kau lihat? tanya Sella sambil menyodorkan foto Anggita di telpon genggamnya, yang sudah dia ambil diam-diam kepada Raka.
Raka memandang dengan mata berbinar pada foto Anggita sampai matanya tidak berkedip.
"Tuh! Air liur mu sampai netes!" sindir Sella merasa senang melihat ketertarikan Raka pada Anggita.
"Kau punya dendam apa pada perempuan cantik ini? Jangan-jangan kau iri ya dengan kecantikannya?" ejek Raka.
"Dia sudah merebut suami ku! Dia sudah membuat aku diceraikan oleh suami ku! Aku ingin kau menculiknya dan memberi pelajaran padanya, kalau perlu kau bunuh perempuan ini! Aku akan membayar mu lebih tinggi!" ujar Sella yang kini senyumnya pun sudah hilang. Bahkan wajahnya terlihat dingin dan tanpa ekspresi. Raka yang melihat wajah Sella, tersenyum santai dan merasa kalau sifat nya dan sifat sepupunya itu sebenarnya tidak berbeda jauh.
"Aduh, adik ku sayang! Aku gak tega membunuh perempuan cantik ini. Biarlah ku culik saja buat jadi mainan ku! Kasihan junior ku yang sudah lama bertapa," ujar Raka kembali menatap ke telpon genggam Sella.
"Baiklah kalau itu mau mu! Tapi ingat saat bersenang-senang dengannya, kau harus bikin videonya ya! Aku ingin mempermalukan wanita itu! Biar tahu rasa dia! Mau ku lihat dia masih berani gak tinggal di Mansion Darmawan setelah itu!" ujar Sella dengan penuh dendam.
"Baiklah kalau itu mau mu!" ujar Raka langsung setuju mendengar permintaan Sella. Sella.lamgsung tersenyum senang.
Awas kau Byantara! Gara-gara aku sudah tidak suci, kau menghina ku dan menganggap ku barang bekas! Mau ku lihat bagaimana sakit hatinya kamu, kalau melihat gadis pujaan mu itu juga menjadi bekas dari pria lain. Biar tahu rasa kau Byantara! Kau sudah menyakiti aku, aku harus membalas mu! geram Sella dalam hati penuh dendam.
Bersambung............
__ADS_1