Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Memulai hidup yang bahagia-end


__ADS_3

Melihat Anggita yang menjadi begitu manis dan penurut, membuat Byantara terpancing untuk melanjutkan acaranya yang sempat terputus. Apalagi suasana malam yang indah itu mendukung. Dari jendela kaca kamar Byantara terlihat bulan yang begitu bundar dengan cahayanya yang keemasan.


"Gita apakah kau masih capek? Bolehkah aku melanjutkan acara kita tadi?" tanya Byantara menunduk menatap wajah Anggita yang masih berada di dalam pelukannya, yang sedang menatap ke luar jendela kamar, mengagumi karya ciptaan Tuhan.


Anggita seketika wajahnya memerah, tapi tiba-tiba Anggita teringat dengan buku yang pernah dia baca dulu, saat dia ingin Byantara menyayanginya. Teringat cara yang diajarkan buku itu, bagaimana menunjukkan minat bila sang suami ingin bermesraan dengan istri.


Aku harus mempraktekkannya biar makin disayang mas Byan, pikir Anggita yang tertawa sendiri dalam hati dengan pikiran nakalnya itu. Sebetulnya Anggita memang sejak dulu perempuan yang ceria, manis dan polos, sehingga membuat pak Darmawan dan Bu Darmawan juga sangat menyukainya. Hanya karena keadaan yang membuat semua sifatnya itu hilang. Tapi saat ini rasa bahagia sedang melingkup hatinya, membuat Anggita kembali ke sifatnya dulu.


*********


Anggita langsung berpindah posisi menaikkan kedua kakinya ke pangkuan Byantara, tangannya langsung bergelayut manja di leher Byantara. Cup! Anggita langsung mengecup bibir Byantara memberi tanda kalau dia bersedia dan tersenyum manis pada Byantara.


Yang namanya sudah dari tadi menahan gejolak nya, Byantara tentu merasa kesenangan dan bersemangat melanjutkan acaranya yang sempat gagal tadi, apalagi kini dia merasa seperti diundang. Dengan cepat Byantara menggendong Anggita ke tengah tempat tidur dan sebentar saja sudah menggu*muli tubuh wanita yang dicintainya itu. Bahkan sebentar saja baju tidur Anggita sudah dilepas tangan nakal Byantara.


"Pelan-pelan mas Byan, aku sedang hamil!" desah Anggita tersipu dan mengingatkan


"Jangan khawatir Gita, aku akan berhati-hati," ujar Byantara dengan suara berat dan melanjutkan acaranya dengan lebih lembut.


Malam itu menjadi malam yang panas dan indah buat keduanya, walaupun itu bukan malam pertama. Tapi kali ini mereka berhubungan suami istri karena perasaan saling mencintai, bukan lagi karena pengaruh obat. Byantara mengakhiri acaranya dengan tersenyum puas dan bahagia, membawa Anggita masuk dalam pelukannya. Anggita juga tersenyum bahagia karena sudah melaksanakan kewajibannya sebagai istri, kali ini bukan lagi karena paksaan ataupun pengaruh lainnya. Mereka melakukannya, karena mereka berdua memang ingin memadu kasih. Sebentar saja Anggita matanya pun sudah terpejam dan terlelap dalam pelukan Byantara.


**********


Anggita kaget, ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Posisinya dan Byantara masih tidak berubah. Perlahan Anggita membuka selimut yang membungkus mereka berdua dan menurunkan tangan Byantara dari pinggangnya.


"Masih pagi Gita, kau mau ke mana?" tanya Byantara dengan suara berat karena masih mengantuk. Gita terdiam kebingungan mencari bajunya yang entah dilempar ke mana oleh Byantara.


"Ayo! Tidur sebentar lagi Gita! Aku masih ingin memeluk mu!" ajak Byantara.

__ADS_1


"Aku harus kembali ke kamar mas takutnya Benji sudah bangun mas," ujar Anggita tersipu dan menarik sebagian selimut menutupi tubuh atasnya yang masih polos. Anggita baru sadar dia hanya memakai dalaman bagian bawah saja.


"Kau mencari ini ya?" tanya Byantara sambil memberikan baju tidur Anggita. Anggita dengan cepat mengambil bajunya dari tangan Byantara dan segera memakainya.


"Aku sudah lihat semua, kenapa harus cepat begitu pakainya?" goda Byantara yang masih tidur menghadap ke Anggita dan menahan kepalanya dengan tangannya.


"Dasar mesum!" omel Anggita yang segera bangkit dari duduknya dan berlari menuju ke kamarnya dan Benji.


"Jangan lari Gita! Kau sedang hamil! teriak Byantara mengingatkan.


*********


Bu Darmawan merasa senang ketika Byantara yang turun dengan baju santai memberitahukan padanya kalau hubungannya dengan Anggita sudah membaik.


"Ibu harus beri pengertian pada Benji untuk tidur sendiri ya, Bu!" pesan Byantara


"Dasar kau ini! Yang penting Anggita sudah mau menerima mu, biar masalah itu pelan-pelan saja. Nanti sejalan waktu, Benji juga akan mengerti. Yang paling utama kau kini harus menghargai kesempatan yang sudah diberikan pada mu, kau harus memperlakukan Anggita dengan baik, apalagi kini dia sudah hamil anak mu lagi!" nasehat Bu Darmawan.


"Bagus Byan, akhirnya kau sudah sadar. Ibu ikut senang! Hari ini kau tidak ke perusahaan?" tanya Bu Darmawan merasa aneh dengan penampilan santai Byantara.


"Mau Bu, tapi aku menunggu Anggita kembali dari mengantar Benji. Sebetulnya tadi aku ingin mengantar mereka tapi aku tertidur kembali, mungkin karena kemaren menemani rekan bisnis ku minum-minum. Lagipula kemaren aku pulang tidak membawa mobil sendiri," jawab Byantara.


"Baiklah! Paling sebentar lagi Anggita sudah pulang Byan!" ujar Bu Darmawan ketika melihat sudah pukul delapan. Benar saja tidak berapa lama kemudian Anggita sudah pulang.


**********


"Mas Byan, kau tidak berangkat kerja?" tanya Anggita ketika melihat Byantara masih duduk santai di ruang makan.

__ADS_1


"Mau, ini aku sudah mau ke atas bersiap-siap!" ujar Byantara yang memberi tanda agar Anggita mengikutinya.


"Aku ke atas dulu ya Bu, mau bantu mas Byan siap-siap," ujar Anggita. Bu Darmawan mengangguk dan tersenyum bahagia melihat kedua bayangan yang menghilang menuju ke atas. Akhirnya harapannya menjadi kenyataan, Byantara dan Anggita hubungannya sudah membaik.


**********


Begitu berada di kamar, Byantara langsung memeluk Anggita dari belakang.


"Rasanya aku malas ke perusahaan kalau gak ada urusan, aku ingin memeluk mu terus!" rajuk Byantara yang mulai menghirup wangi rambut Anggita yang dia peluk, dan bibirnya juga mengecup bahu Anggita.


"Mas Byan tetap harus kerja, kalau tidak nanti anak mu mau dikasih makan apa?" canda Anggita.


"Uang ku kan banyak, gak kerja juga gak pa pa, Gita," sahut Byantara tapi melepaskan Anggita dan mulai memakai baju kerjanya.


"Iya aku tahu tuan sombong!' ejek Anggita tersenyum dan menghampiri Byantara, membantu Byantara memasangkan kancing bagian lengan kemeja. Sesudah itu dengan sigap Anggita langsung membantu Byantara memasangkan dasi, membuat Byantara tersenyum senang. Byantara langsung memeluk tubuh Anggita kembali dan mengecup dahi Anggita ketika Anggita sudah selesai memasangkan dasinya.


"Gita, aku baru tahu ketika aku mencintai mu hidup ku terasa begitu bahagia dan berarti. Aku menyesal dulu sudah menyia-nyiakan waktu yang ada. Kali ini aku ingin memperbaikinya Gita! Kalau aku berbuat kesalahan, kau harus mengingatkan aku," ujar Byantara.


"Baik mas. Kita sama-sama akan memperbaiki kekurangan kita masing-masing bersama. Semoga kali ini tidak ada lagi halangan yang berarti pada hubungan kita lagi, mas Byan. Aku yakin kali ini kita akan menjadi keluarga yang bahagia!" ujar Anggita yang membalas pelukan Byantara, sambil berjinjit mengecup pipi Byantara.


Bila pasangan sudah saling melengkapi, mengerti pribadi masing-masing dan sudah mau menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya, ke depannya tentu mereka sudah bisa menjalani kehidupan yang bahagia. Kalau pun ada gangguan, tentu dengan bersatu, akan mudah bagi mereka menghadapinya.


TAMAT


Terimakasih buat pembaca yang sudah mengikuti dan mendukung cerita ini sejak awal sampai akhir. Author minta maaf kalau ada kekurangan di karya ini. Buat yang suka cerita Author bisa follow Author, jadi kalau ada karya baru akan ada notifikasi pemberitahuan.


Sampai berjumpa di cerita lain.

__ADS_1


Love U All


🥰🥰🥰


__ADS_2