Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Menyudahi hubungan dengan Samuel


__ADS_3

"Sudah Gita, kau tidak usah memohon pada orang seperti dia! Yang ada nanti dia malah memakai aku untuk mengancam mu! Aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri, kau jangan khawatir kan aku!" ujar Samuel yang membuat Anggita menjadi terharu.


Byantara yang melihat Anggita terdiam dan terlihat berpikir, menghentakkan lengan Anggita yang berada dalam cengkraman tangannya.


"Gita! Kau masuk saja ke dalam, jangan ikut urusan kami berdua!" perintah Byantara yang memang sudah terbiasa selalu ingin dituruti. Byantara juga khawatir kalau Samuel mampu mempengaruhi Anggita.


"Tidak! Sebelum mas Byan berjanji pada ku tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum!" ujar Anggita yang yakin kalau Samuel pasti akan kalah, karena Samuel sudah memukul duluan, bahkan di kediaman Byantara, ini bisa termasuk pemukulan berencana. Sedangkan mansion Darmawan di mana-mana terdapat kamera CCTV.


"Berani sekali kau memihak dia di hadapan ku Gita, padahal kau lihat sendiri dia sudah memukul aku! Bahkan kau tidak memperdulikan keadaan ku sama sekali, kau malah membelanya" ujar Byantara yang cemburu dan marah.


"Kau jangan khawatir Gita, demi diri mu apa pun yang terjadi tidak masalah buat ku Gita! Jadi biarkan saja Byantara mau melakukan apa pada ku, kau tidak perlu memohon pada nya! Itu sudah resiko ku sendiri. Aku rela demi diri mu" sahut Samuel tersenyum mengejek ke arah Byantara, yang sengaja memanasi Byantara.


"Mas Byan, aku sudah menuruti mu untuk tinggal di sini. Bisakah kau memenuhi permintaan ku kali ini, jangan memperpanjang masalah ini. Bagaimanapun juga mas Sam sudah pernah baik pada ku dan Benji saat kami di Mansion Tang. Aku dan mas Sam sudah tidak punya hubungan apa pun lagi, percayalah mas Byan!" ujar Anggita meyakinkan Byantara.


Aku harus meredakan marahnya mas Byan, agar mas Byan tidak memperpanjang masalah, pikir Anggita yang benar-benar pusing menghadapi kedua pria itu. Akhirnya Anggita mengeluarkan saputangan dari sakunya yang selalu dia bawa jika dibutuhkan Benji sewaktu-waktu. Anggita terpaksa mendekati Byantara dan berlagak memperhatikan luka Byantara, agar kemarahan Byantara mereda.


"Mas Byan, kau jangan marah lagi! Nanti darah mu keluar terus dan tidak berhenti!" ujar Anggita sambil menghapus dengan lembut darah yang berada di sudut bibir Byantara, berlagak sok perhatian pada Byantara, membuat Byantara menatap padanya sampai tak berkedip.


Hah! Bulu kudukku sampai berdiri semua karena tingkah ku sendiri! gerutu Anggita dalam hati.


"Gita! Kau jangan takut pada Byantara! Theo sudah bekerjasama dengan nya menjebak kau kembali tinggal di sini. Kalau kau mau bebas, hari ini juga aku akan membawa mu pergi dari sini!" ujar Samuel yang masih belum menyerah.

__ADS_1


Maafkan aku mas Sam, kau sangat baik pada ku. Aku semakin merasa bersalah kalau kau baik pada ku. Aku sudah berjanji pada nenek Tang agar tidak menjalin hubungan dengan mu lagi, rasanya tidak mungkin kita bersama, tanpa restu nenek Tang. Lebih baik aku putuskan sekarang, agar kau tidak menunggu ku lagi dan semakin sakit hati. Dengan demikian hati mas Sam bisa terbuka untuk perempuan lain. Mas Sam seorang pria yang baik, Aku yakin akan mudah baginya menemukan gadis yang melebihi aku, pikir Anggita yang menjadi berdiri mematung beberapa saat, akhirnya Anggita menghentikan kegiatannya membersihkan luka Byantara dan berbalik menghadap ke arah Samuel


"Tidak mas Sam, hubungan kita sudah tidak mungkin. Benji adalah anak Mas Byan, aku kembali ke Mansion atas kemauan ku sendiri. Bagaimana pun Benji membutuhkan sosok seorang ayah. Maafkan aku mas Sam, lupakan aku, kita memang tidak berjodoh!" putus Anggita agar Samuel tidak mencarinya lagi, sepertinya dia harus membuang rasa sukanya pada Samuel demi kebaikan semua orang.


Demi nenek Tang, demi Bu Darmawan, bahkan demi Samuel sendiri. Kalau tidak kehadirannya hanya akan membuat Samuel dalam masalah terus. Belum lagi Samuel harus menghadapi Byantara yang mencari kelemahan Samuel terus, bahkan sampai sekarang mereka masih belum tahu apa yang menyebabkan Samuel mengalami kecelakaan.


Anggita yakin kalau dia sudah tidak berhubungan dengan Samuel, tentu Byantara tidak akan mencari kesalahan Samuel lagi. Rasanya sulit buat Samuel menghadapi Byantara, apalagi nenek Tang sama sekali tidak mendukung hubungan mereka. Anggita berpikir memang ini sudah menjadi keputusan terbaik


*********


Byantara yang mendengar apa yang diucapkan Anggita langsung merasa senang dan tersenyum, kemarahannya langsung hilang seketika. Benar dugaan Anggita, keinginan Byantara untuk menuntut Samuel pun ikut sirna seketika


"Gita, aku yakin kau juga menyukai ku! Aku sudah bilang kalau aku juga akan menyayangi Benji. Percayalah pada ku, aku tidak akan menyia-nyiakan diri mu sampai kapanpun!" janji Samuel.


"Maaf mas Sam, Aku tidak cocok untuk mu, carilah gadis yang lebih baik dari ku, mas Sam!" sahut Anggita tertunduk. Samuel menatap tidak percaya pada Anggita, dia yakin terakhir kalinya bertemu dengan Anggita, Anggita masih menerima dia dengan baik.


"Lepaskan tangan mu dari Gita! Kau sudah mendengar jelas apa yang dikatakan Anggita! Kau jangan pernah mengacau di mansion ku lagi. Kali ini karena memandang Gita, aku tidak akan menuntut mu lagi!" ujar Byantara yang menarik Anggita ke arah nya. Mendengar semua ucapan Anggita pada Samuel, Byantara merasa senang kalau Anggita sudah memutuskan tidak menerima Samuel.


Bahkan kemudian Byantara memeluk bahu Anggita, menunjukkan kekuasaannya, menunjukkan pada Samuel kalau Anggita adalah miliknya. Untung Anggita membiarkan kelakuannya dan tidak memberontak karena Anggita ingin Samuel berhenti mengharapkannya.


Samuel hanya bisa memandang kecewa ke arah Anggita. Hatinya benar-benar merasa sakit. Dia sudah harus mengakui kekalahannya kali ini. Sedangkan Anggita harus menahan perasaannya ketika melihat mata Samuel yang terluka.

__ADS_1


"Semoga kali ini Byantara tidak menyia-nyiakan diri mu lagi Anggita, semoga kau bisa bahagia kali ini!" sindir Samuel sebelum meninggalkan Anggita.


"Terimakasih Mas Sam, maafkan aku," ujar Anggita pelan dengan rasa bersalah.


"Aku akan menjaga Anggita dengan baik, kau tidak perlu mengkhawatirkannya!" ujar Byantara yang semakin mengeratkan pelukannya pada bahu Anggita.


Samuel akhirnya meninggalkan pasangan itu menuju ke mobilnya dengan bahu turun, seperti tentara kalah perang. Anggita berusaha menahan air matanya yang hendak keluar.


Ayo Gita! jangan sedih, ini memang jalan terbaik buat aku dan mas Sam! hibur Anggita dalam hati, menyemangati dirinya sendiri.


**********


Anggita memandang mobil yang dibawa Samuel sampai keluar dari pintu Mansion dan sampai bayangan mobil itu menghilang.


"Lepaskan aku! Aku sudah mau menjemput Benji," ujar Anggita ketus pada Byantara yang masih memeluk bahu Anggita.


"Gita! Aku senang akhirnya kau memilih ku!" ujar Byantara yang perlahan melepaskan pelukannya pada bahu Anggita dan berganti menggenggam kedua pergelangan tangan Anggita untuk menghadap ke arahnya.


"Kata siapa aku memilih mu, mas Byan? Aku hanya menolak mas Samuel, agar kau tidak mempersulit dan mencelakainya lagi. Aku menolaknya karena aku sudah berjanji pada nenek Tang. Kalau mas Byan mau tahu perasaan ku yang sebenarnya, aku masih mencintai mas Sam. Hanya aku sadar kalau kami tidak mungkin bersama. Aku sudah pernah mengalaminya sekali, aku tidak ingin lagi egois hanya mementingkan cinta ku. Pengalaman mengajarkan padaku kalau sesuatu yang dipaksakan tidak akan berakhir baik. Walaupun kali ini kasusnya berbeda, dan Mas Sam juga memiliki perasaan yang sama pada ku, tapi banyak yang menjadi pertimbangan!" sindir Anggita mengeluarkan unek-uneknya.


Bersambung✨✨✨✨✨

__ADS_1


__ADS_2