
Anggita yang sudah khawatir sejak tadi, langsung berlari ke pintu mendatangi Rizky.
Byantara juga bangun dari kursinya dan melangkah lebar menuju ke arah Rizky. Sedangkan Robby yang membukakan pintu untuk Rizky semakin yakin kalau Benji adalah anak Byantara, karena wajah Benji yang begitu mirip, Robby bahkan menatap bingung ke arah Tuannya.
Mengapa baru sadar kalau Benji anaknya sesudah begitu lama? otaknya cerdas, tapi kok telmi banget?
"Tolong berikan anak ku pada ku!" pinta Anggita. Setelah melihat ke arah Byantara, dan Byantara mengangguk, Rizky pun segera memindahkan Benji yang masih terlelap ke gendongan Anggita. Anggita segera membawa Benji dan menidurkan Benji di sofa yang tersedia di ruangan itu, perhatian Anggita hanya fokus ke arah Benji dan begitu duduk di sofa, Anggita langsung mengecup dahi Benji dan bersyukur akhirnya Benji baik-baik saja. Benji hanya terlihat kecapekan saja karena tidak bangun dari tidurnya sama sekali.
*********
Beberapa saat kemudian, Anggita baru menangkap pembicaraan orang di sekitarnya setelah yakin kalau Benji dalam keadaan baik-baik saja. Anggita sama sekali tidak sadar kalau Byantara dari tadi berdiri di belakang sofa yang dia duduki, memperhatikan apa yang sedang dilakukan Anggita dan juga memperhatikan wajah Benji.
"Wuih Bang Ali benar-benar keren, bang Ali yang sudah berhasil menyelamatkan Benji! untung ada bang Ali." puji Hani yang semakin kagum pada Rizky.
Anggita yang mulai memperhatikan pembicaraan di ruangan itu menjadi curiga.
"Hani memang kenal? Siapa bang Ali?" tanya Anggita yang seingatnya Byantara berkali-kali menyebut nama nama pria itu Rizky. Anggita memang belum pernah melihat Rizky, karena saat Rizky bekerja di sana, tidak lama kemudian Anggita menemani nenek Tang di Rumah Sakit.
"Ini kan tukang kebun baru yang Hani ceritakan waktu itu, yang Hani curigai kalau menculik Benji karena baru kerja dua hari berhenti, dan saat bang Ali berhenti pas dengan hari Benji hilang. Maaf ya bang Ali, kalau aku sudah curiga yang tidak-tidak. Malah bang Ali yang akhirnya berhasil menemukan Benji." cerita Hani sambil menatap kagum ke arah Rizky.
Mendengar perkataan Hani, tiba-tiba saja muncul suatu pikiran yang membuat mata Anggita mencari keberadaan Byantara. Anggita tidak menyangka kalau dia menemukan Byantara sedang berdiri di belakangnya dan sedang.memperhatikan Benji dengan intens.
*********
"Kau --- kau --- Kau yang sudah merencanakan ini bukan? Benar dugaan ku kalau kau yang menculik Benji bukan?" tuduh Anggita terbata-bata, yang segera mengangkat tubuh Benji dari sofa dan segera bangun dari duduknya
"Hani! Ayo kita pulang ke Mansion sekarang!" ajak Anggita tanpa menunggu jawaban Byantara.
__ADS_1
Byantara yang masih terpukau dengan wajah Benji, seketika sadar kalau dia sudah bertindak ceroboh, dia sudah lupa kalau pernah menyuruh Rizky memata-matai Anggita.
"Bukan aku yang menculik Gita! Untuk apa aku menculik Benji?" sahut Byantara.
"Untuk apa lagi? Kau mau merebut Benji dari ku karena mengira kalau Benji ini anak mu! Ku beritahu pada mu, Benji bukan anak mu!" ujar Anggita dengan marah.
"Sudah ku bilang aku tidak menculik Benji! Kau jangan sembarang menuduh Gita! Tapi aku yakin Benji itu anak ku!" ujar Byantara tidak mau kalah.
"Duh, Tante Gita jangan marah-marah dan berprasangka jelek dulu sama om Byan. Bang Ali sepertinya bukan orang jahat Tante Gita, tidak mungkin melakukan kejahatan." ujar Hani yang malah membela Byantara karena Hani belum mau pulang secepat itu, Hani semakin tergila-gila pada Rizky sang idola yang hari ini penampilannya keren habis, dan tambah ganteng menurut Hani.
"Nona, saya memang bekerja pada Tuan Byantara, tapi percayalah kalau bukan saya yang menculik anak nona. Kalau nona tidak percaya, tunggu saja anak nona bangun dan tanyakan apa yang sudah terjadi padanya." ujar Rizky.
"Iya nona, sabar dulu!" ujar Robby ikut menenangkan Anggita.
"'Kalau begitu apa tujuan mu bekerja sebagai tukang kebun di Mansion Tang?" tanya Anggita masih curiga.
Robby juga kebingungan mencari alasan, rasanya tidak mungkin dia mengatakan kalau Sang Tuan mengutus Rizky untuk memata-matai hubungan Samuel dan Anggita.
"Karena saya tidak sengaja pernah melihat Hani, dan saya tertarik pada Hani jadi saya melamar sebagai tukang kebun di sana." ujar Rizky yang akhirnya menjawab, mau tidak mau dia berkorban untuk Tuannya.
"Benar ya bang? Aduh Abang bikin hati Hani berbunga-bunga saja." ujar Hani terharu dan kegirangan.
"Iya Hani, tetapi maaf setelah tahu Hani masih tujuh belas tahun, Abang tidak berani, Hani masih terlalu muda, makanya Abang berhenti kerja." ujar Rizky berbohong.
*********
"Kau dengar kan? Aku tidak pernah meminta dia menjadi tukang kebun di Mansion Tang?" ujar Byantara menatap ke arah Rizky berterimakasih.
__ADS_1
"Besok orang yang pertama berhasil menemukan Benji akan datang ke sini untuk mengambil hadiah, kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya langsung padanya!" sambung Byantara lagi.
"Baiklah kalau bukan kau pelakunya! Aku tidak perlu bertemu orang itu lagi. Kita tidak perlu bertemu lagi mas Byan, kita sudah punya kehidupan masing-masing. Terlalu sering bertemu malah akan membuat kita berdua sakit hati, kau dan aku kan sama-sama tahu kalau kita dari dulu tidak pernah cocok. Tapi bagaimanapun aku ucapkan terimakasih pada mas yang sudah berhasil menemukan Benji. Sebaiknya aku kembali ke mansion Tang dulu." ujar Anggita segera melangkah menuju pintu.
"Ayo Hani!" ajak Anggita yang membuat Hani kecewa karena secepat itu tidak bisa melihat sang idola lagi.
"Tunggu! Kau tidak bisa seenak itu meninggalkan tempat ini! Kalau kau mau pergi, tinggalkan Benji di sini!" bentak Byantara yang langsung mencengkram pergelangan tangan Anggita.
"Apa hak mu? Benji anak ku!" sahut Anggita marah juga, membuat Benji yang berada di gendongan Anggita mulai bergerak, sepertinya terganggu dengan suara Anggita yang keras
"Ssstt ..kau pelan kan suara mu! Benji tidurnya terganggu. Rizky kau gendong Benji dulu!" perintah Byantara.
Anggita berusaha menolak, tapi kalah tenaga dengan Rizky. Lagipula Benji sudah lumayan berat, Anggita sebenarnya sudah kecapekan juga karena sejak tadi menggendong Benji.
"Apa mau mu mas Byan? Kau jangan coba-coba merebut anak ku!" omel Anggita yang mendekati Byantara dan menatap marah ke arah Byantara.
"Benji anak ku juga! Aku juga berhak!"
"Cih! Dasar tidak tahu malu! Mentang-mentang kau belum punya anak, kau jangan gila dan asal mengaku anak ku sebagai anak mu juga. Kau sudah lupa saat aku bilang hamil, kau bilang kalau itu bukan anak mu? Bagaimana setelah empat tahun berlalu, kau bisa mengaku Benji anak mu? Kau dengar baik-baik mas Byan, BENJI ITU BUKAN ANAK MU, BENJI ANAK KU DENGAN PRIA LAIN!!!" Anggita yang sedang emosi sudah tidak perduli lagi dengan orang-orang di sekitarnya yang ikut mendengar.
"Tapi Tante Gita, kok Hani merasa kalau Benji wajahnya mirip banget sama om Byan. Biar pasti cek DNA saja." usul Hani sok tahu.
Kali ini Anggita benar-benar sudah menyesal dengan keputusannya mengajak Hani ikut serta.
Dasar penghianat!
Bersambung............
__ADS_1