
Tampak Byantara sedang duduk termenung di ruang kantornya. Dari tadi hanya Anggita yang berada di pikirannya. Byantara tidak menyangka kalau semua yang dia pikir akan mudah setelah menikah dengan Anggita, ternyata tidak semudah pikirannya.
Byantara benar-benar tidak menyangka kalau Anggita begitu keras kepala dan sepertinya masih membencinya, walaupun kalau soal melayani, Anggita tetap melayani nya seperti dulu. Setiap pulang Anggita selalu menyambutnya dan segera menyiapkan minum untuknya. Setelah itu menyiapkan baju rumah untuk ganti dan selalu menaruhnya di atas kasur. Tapi setiap Byantara keluar dari kamar mandi, Anggita pasti sudah menghilang dari kamarnya dan sudah kembali ke kamarnya bersama Benji.
Bahkan saat mereka menikah kembali, Anggita menolak untuk dirayakan lagi.
"Gita malu Bu, Benji juga sudah besar, masak ibunya menikah lagi?Yang penting orang dekat sudah tahu kalau aku sudah menjadi istri Byantara kembali, itu sudah cukup Bu!' tolak Anggita.
Akhirnya Bu Darmawan tidak memaksa Anggita lagi, sedangkan Byantara yang memang tidak terlalu suka acara pesta juga menyetujui tanpa banyak protes. Untung Bu Darmawan masih menyimpan foto pernikahan Byantara dan Anggita yang dulu. Bu Darmawan mengeluarkannya dan memasang kembali foto pernikahan Byantara dan Anggita yang pertama kali itu.
Byantara harus menelan kekecewaan kembali ketika saat dia mengajak Anggita untuk bulan madu, Anggita langsung menolak keinginan Byantara tanpa berpikir panjang lagi.
"Gak mau mas Byan, kan kita sudah menikah kembali dan juga bukan penganten baru lagi. Dulu saja saat pertama kita menikah saja gak ada acara bulan madu, kata mu bulan madu acara yang tidak penting. Sekarang buat apa kita pergi bulan madu? Terus Benji mau dikemanakan?" tolak Anggita yang secara tidak langsung mengingatkan kesalahan Byantara kembali.
__ADS_1
"Benji bisa tinggalkan di sini sama ibu dan Bu Tatik kalau kalian mau bulan madu! Bulan madu kan paling cuman seminggu Gita" ujar Bu Darmawan yang langsung memihak Byantara. Bu Darmawan juga tahu walau Anggita sejak menikah kembali dengan Byantara, hubungan Anggita dengan Byantara masih lenggang dan terlihat canggung, jauh dari kata mesra. Bahkan Bu Darmawan tahu dari Byantara kalau Anggita masih tidur di kamar Benji, Anggita sepertinya belum berniat untuk sekamar dengan Byantara.
"Ah..Gak usah Bu! Aku merasa tidak enak sama Benji, masak aku meninggalkannya hanya untuk pergi dengan mas Byan sekedar berbulan madu saja? Apalagi Benji juga masih kecil dan belum ngerti bulan madu, nanti malah menjadi pertanyaan Benji apa itu bulan madu hingga membuat ibunya meninggalkannya," tolak Anggita kembali dengan seribu satu macam alasannya.
Kalau bukan karena rasa bersalahnya dulu, rasanya Byantara akan merebut paksa Anggita dari kamar Benji. Ternyata Bu Darmawan masih belum menyerah, ketika melihat wajah Byantara yang kecewa karena ditolak Anggita.
"Tapi dulu kau kan pernah berkata pada ibu saat merencanakan pernikahan mu dulu, kau ingin ke kota Prancis yang romantis itu? Apa salahnya kalau sekarang kau pergi, agar keinginan mu kesampaian!" usul Bu Darmawan lagi.
"Iya Bu, dulu aku sangat ingin ke sana. Tapi itu kan dulu aku masih muda, pikiran ku saat itu masih dipengaruhi film-film romantis, tapi saat ini aku kan sudah mengerti kenyataan hidup, Bu! Aku malah mau tertawa kalau teringat tingkah laku ku yang belum dewasa itu!" sahut Anggita tersenyum simpul.
"Ayo Gita kita pergi, aku juga ingin sekali pergi ke sana! Sekali-kali berlibur mencari suasana lain selain bekerja. Masak kau tidak percaya kalau ibu bisa menjaga Benji?" ujar Byantara yang kemudian berpindah duduk ke samping Anggita dan menunggu jawaban Anggita. Dan seperti biasa Byantara menggunakan kesempatan itu menggenggam tangan Anggita.
Ternyata Anggita tidak kehilangan akal untuk menolak ajakan bulan madu itu.
__ADS_1
"Tapi aku masih hamil muda mas Byan, akhir-akhir ini aku juga sering capek walau hamil ku baru tiga bulan lebih. Aku takut terjadi apa-apa dengan kehamilan ku kalau berpergian jauh," tolak Anggita yang kali ini langsung berhasil membuat Bu Darmawan berubah pikiran dan tidak memaksa Anggita lagi, bahkan malah jadi memihak Anggita.
"Ya sudah Byan, lain kali saja baru pergi! Masih banyak waktu, tunggu sampai Gita siap berpergian saja, daripada menyesal kalau terjadi apa-apa," sahut Bu Darmawan yang langsung mendukung Anggita. Bu Darmawan khawatir terjadi apa-apa dengan calon cucunya.
**********
POV Byantara
Waktu sungguh tidak terasa, tahu-tahu sudah tiga bulan aku kembali berstatus sebagai suami Anggita sesuai keinginan ku, tapi hubungan kami sama sekali tidak mengalami kemajuan! Anggita masih seperti pertama kali saat dia datang, dia masih tidur bersama dengan Benji, sama sekali belum ada tanda-tanda mau pindah ke kamar ku. Sikapnya juga masih canggung dan menjaga jarak dengan ku, aku juga tidak berani memaksa, aku takut Gita malah jadi stress dan takut, kata Mbah Google perempuan hamil tidak boleh stres, takutnya akan mempengaruhi perkembangan janin Gita!
Mengapa sesulit itu dia memaafkan aku? Padahal memaafkan yang lain begitu mudah bagi dia? Bahkan dia sudah memaafkan Theo dengan alasan bagaimana juga Theo pernah menyelamatkannya. Bahkan dia berkata bukan salah Theo menyembunyikan kejadian itu, karena memang dia juga tidak ingin aku mengetahuinya. Katanya menolong seseorang tidak perlu ditunjukkan, harus dengan ikhlas. Hati Gita begitu baik, tapi kenapa melupakan kesalahan ku begitu sulit bagi dia.?
Untung saja saat ibu Sella datang mencari dia, aku yang menemui ibu Sella. Kalau tidak jangan-jangan dia juga bakal memaafkan Sella! Sella pantas dihukum, sebetulnya penjara enam tahun juga masih terlalu ringan buat kesalahan yang dibuat Sella. Ternyata yang menculik Benji waktu dulu juga dia, berani-beraninya pria itu mengaku kalau dia yang sudah menyelamatkan Benji. Ternyata dia kaki tangannya Sella juga! Bahkan dia melakukan itu bukan karena uang, tapi dibayar Sella dengan tubuhnya. Sungguh perempuan tidak berakhlak! Tubuhnya dengan mudah diobral ke siapa pun! Mengapa saat itu aku begitu bodoh, sehingga tertipu olehnya. Aku benar-benar menyesal sudah menghabiskan waktu ku empat tahun dengan perempuan seperti itu dan menyia-nyiakan Anggita! Mungkin itu balasan untuk ku yang begitu buta. Mungkin karena itu Anggita sulit memaafkan aku. Sampai kapan aku harus bersabar?
__ADS_1
Bersambung..............