Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Malam romantis yang berubah


__ADS_3

Dear pembacaku tersayang🥰🥰,


Episode kali ini kalau kurang hot, siapin kompor, kalau terlalu hot, siapin kipas ya😂😂🏃


Sebentar saja Byantara sudah mengungkung tubuh Anggita di bawahnya. Anggita yang terjatuh ke atas tempat tidur dengan kedua kakinya menjuntai ke bawah lantai berusaha bangun, tapi tenaganya sudah pasti tidak bisa menang melawan Byantara.


Anggita langsung menahan dada Byantara dengan kedua tangannya ketika Byantara mendekatkan wajahnya ke wajah Anggita.


"Mas Byan, sadar! Kau sedang mabuk!" ujar Anggita berusaha menyadarkan Byantara.


"Aku tidak sedang mabuk Gita! Aku hanya minum sedikit saat tadi pertemuan dengan rekan-rekan bisnis. Aku mabuk karena mu Gita! Aku rindu pada mu! Kau jangan terus menghindari ku! Aku menginginkan mu, kau jangan menolak ku terus," desah Byantara yang menatap tajam ke mata Anggita yang indah.


Mendengar itu, Anggita mengerjapkan matanya, Anggita merasa terenyuh dan merasa bersalah karena selalu berusaha menghindari kewajibannya sebagai istri Byantara. Akhirnya kali ini Anggita mengalah, Anggita mengalungkan lengannya ke leher Byantara memberi tanda kalau dia bersedia melayani Byantara. Byantara langsung tersenyum senang dan mendekatkan wajahnya ke wajah Anggita dan langsung melahap bibir yang sudah menggodanya sejak tadi. Byantara menci*um bibir Anggita dengan begitu bernafsu membuat Anggita sampai kewalahan dan merasa kehabisan nafas. Untung saja tidak berapa lama kemudian Byantara melepaskan pagutannya, memberi kesempatan pada Anggita untuk bernafas.


Anggita sampai terengah-engah karena kehabisan nafas, Byantara hanya tersenyum melihat keadaan Anggita. Tampak Anggita dengan rambut panjangnya yang terburai di atas tempat tidur, dadanya yang masih naik turun karena kehabisan nafas, membuat Byantara semakin tergoda. Tapi ketika tatapan Byantara turun ke perut Anggita yang masih terlihat rata, padahal Anggita sudah hamil tiga bulan, membuat Byantara menjadi penasaran dan menyingkapkan gaun tidur Anggita untuk melihat perut Anggita, tanpa sadar Byantara mengelus perut Anggita dengan lembut dan mendekatkan wajahnya ke perut itu.


"Belum ada suara Gita!" ujar Byantara yang kembali menaikkan posisinya menatap ke wajah Anggita. Anggita yang jantungnya berdegup kencang dengan kelakuan Byantara, wajahnya langsung merona merah semua karena malu. Bagaimanapun sejak dulu bisa dibilang mereka jarang melakukan kontak fisik, walaupun sudah dua kali menikah. Anggita tadi merasakan nafas hangat Byantara yang menghembus pahanya. Tangan Anggita langsung turun ke bawah untuk memperbaiki posisi gaunnya yang sudah disingkap Byantara, tetapi Byantara langsung menahan tangan Anggita.

__ADS_1


"Tidak perlu Gita!" ujar Byantara yang kini malah melepaskan kancing baju Anggita dan mulai melepaskan baju Anggita


"Pelan-pelan mas, aku sedang hamil!" ujar Anggita yang sudah tidak bisa menolak keinginan Byantara. Untung saja lampu di kamar Byantara belum dinyalakan, hanya ada lampu kecil yang membuat suasana remang-remang, setidaknya Anggita tidak terlalu malu dengan tubuhnya yang sudah polos dan hanya dibungkus pakaian dalam.


"Aku akan pelan-pelan Gita," janji Byantara dengan suara berat karena sudah terpengaruh keadaan. Byantara kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Anggita, Byantara berpindah ke samping kiri Anggita, dia tidak ingin menekan tubuh Anggita. Sebelah tangannya memegang pipi Anggita, agar menghadap ke arahnya. Byantara kembali menge*cup dan melu*mat bibir Anggita, kali ini dengan lembut, membuat Anggita benar-benar merasa terbuai dengan perbuatan Byantara. Byantara melenguh senang ketika dia merasa Anggita sudah mulai mau membalasnya. Anggita benar-benar sudah membuatnya mabuk dan tidak bisa menahan hasratnya lagi kali ini.


Byantara kembali memposisikan tubuhnya di atas Anggita, kedua lututnya berada di antara tubuh Anggita untuk menopang tubuhnya, Byantara mulai membuka kancing kemejanya sendiri sambil menatap mesra ke arah Anggita yang terlihat pasrah dan menggoda.


Anggita perlahan juga memberanikan diri untuk menatap ke arah Byantara, pria yang pernah dia cintai itu untuk mengetahui perasaan hatinya sendiri terhadap Byantara saat ini. Tanpa sadar matanya menatap ke tubuh Byantara yang sudah terekspos, tubuh tegap yang dulu sangat dia kagumi itu.


Tapi tiba-tiba mata Anggita melebar ketika melihat sesuatu disudut kanan kemeja Byantara, Anggita menajamkan penglihatannya. Tiba-tiba Anggita bangun dari posisinya dan memundurkan tubuhnya ke belakang. Byantara yang memang tidak berani menekan tubuh Anggita karena Anggita yang sedang hamil, memudahkan Anggita untuk memundurkan tubuhnya tanpa hambatan. Anggita segera turun dari tempat tidur dan memungut bajunya untuk menutupi tubuhnya.


"Kau! - - Dasar pria mesum! Buaya!" omel Anggita dengan marah, Anggita kali ini tidak bisa menahan air matanya lagi yang berhamburan keluar.


"Apa maksud mu Gita? Bukankah kau sudah mengijinkan ku untuk memiliki mu malam ini? Jelaskan pada ku apa salah ku?" tanya Byantara segera mendekati Anggita.


"Jangan dekati aku! Aku benci pada mu!" teriak Anggita dengan marah. Byantara tentu tidak mau menurut begitu saja. Tapi ketika Byantara semakin dekat dengan Anggita, terlihat Anggita yang tiba-tiba menutup mulutnya. Anggita yang terlihat mau muntah segera berlari ke kamarnya sendiri dan menuju kamar mandi. Byantara yang khawatir segera mengikuti Anggita dan menunggu Anggita di depan pintu kamar mandi. Tapi ketika Anggita sudah selesai dan hendak keluar dari kamar mandi, melihat Byantara yang berada di depan pintu kamar mandinya segera menutup kembali pintunya.

__ADS_1


"Gita! Cepat keluar, nanti kau masuk angin kalau lama-lama di kamar mandi. Apakah kau baik-baik saja?" tanya Byantara khawatir.


"Aku keluar, kalau mas Byan pergi!" ujar Anggita.


"Baiklah Gita, aku segera keluar dari kamar mu! Kau segera istirahat kalau sedang tidak sehat!" ujar Byantara menghela nafas kesal dan mengalah. Byantara. akhirnya memutuskan keluar dari kamar Benji dan Anggita. Byantara cukup mengenal Anggita yang keras kepala itu. Byantara tidak mau terjadi apa-apa dengan Anggita yang sedang hamil anaknya itu!


**********


Kembali ke kamarnya, Byantara menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas tempat tidur. Byantara benar-benar bingung dengan Anggita yang tiba-tiba marah dan menangis tanpa sebab, padahal tadi sudah begitu menurut padanya dan juga membalas kemesraan yang dia berikan.


Apakah kehamilan membuat sifatnya menjadi susah ditebak? Ah... Aku benar-benar tidak mengerti isi hati mu Gita!" desah Byantara kecewa. Sepertinya dia harus memadamkan hasratnya, rasanya Anggita sudah tidak mungkin memberikan jatah padanya lagi.


Byantara akhirnya bangun dari tempat tidur dan melanjutkan membuka kemejanya kembali. Dia harus ke kamar mandi untuk memadamkan hasratnya dan sekalian mandi. Byantara melempar kemejanya ke lantai dengan kesal, melampiaskan kekecewaannya.


Tiba-tiba Byantara melihat sesuatu di kemejanya, Byantara memungut kembali kemejanya dan lebih memperhatikan kemejanya lagi.


"Shi*t! Bagaimana ada cap bibir perempuan itu di kemeja ku?" gerutu Byantara yang mulai bisa menebak kalau Anggita marah karena cap bibir di kemejanya itu!

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2