Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Tidak ingin terlibat


__ADS_3

Sebetulnya Anggita sempat merasa kaget mendengar kalau Byantara mau menceraikan Sella. Dan kelihatannya hal itu bukan main-main karena seluruh pakaian Sella sudah dikeluarkan dari kamar.


Tapi karena Anggita adalah perempuan yang tidak suka ikut campur urusan orang lain, Anggita berusaha menghindari masalah yang bukan urusannya itu.


Anggita sama sekali tidak terprovokasi dengan perkataan Sella. Begitu ada kesempatan, Anggita segera melangkah masuk ke kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya, sama sekali tidak memperdulikan sindiran Sella.


Sella sendiri yang menjadi semakin panas melihat sifat Anggita yang tenang dan sama sekali tidak perduli.


"Tuh kan kalian lihat sendiri! Dia sudah bersalah, makanya gak berani dengan ku! Malah ngumpet di kamar! Cih dasar pelakor!" ujar Sella, tapi tidak ada seorang pelayan pun yang melayani perkataan Sella. Mereka tetap pada tugas mereka, membawa baju dan barang Sella keluar dari kamar Byantara.


"Maaf nona Sella, jadi bajunya mau dibawa ke mana? Dan kata Tuan Byantara kalau nona Sella belum siap pindah, boleh pilih kamar mana saja yang tidak berpenghuni, tapi harus yang di lantai bawah, tidak boleh yang di lantai atas," ujar Bu Tatik menyampaikan pesan Byantara.


"Mengapa tidak boleh?" tanya Sella.


"Saya juga tidak tahu, saya cuman menjalankan tugas. Saya harap nona Sella tidak mempersulit kami!" ujar Bu Tatik.


"Kamar yang paling besar!" sahut Sella dengan kesal dan langsung melangkah turun ke bawah dengan menghentakkan kakinya. Walau merasa tidak rela, Sella tahu percuma dia melawan kehendak Byantara, semua pelayan tunduk pada instruksi Byantara.


*********


Dasar pria tidak berperasaan! Dulu begitu membenci ku karena menganggap aku adalah penghalang hubungan dia dan Sella, gara-gara aku melaporkan hubungan mereka. Tapi setelah dia berhasil melenyapkan ku dan pada akhirnya dia berhasil memiliki dan menikah dengan Sella, mengapa kini malah diceraikan? Bukankah harusnya saat ini mereka hidup berbahagia? Bukannya aku malah jadi sasarannya saat hubungan nya memburuk dengan Sella. Pantas saja kemaren malam dia muncul di kamar ku, ternyata aku hanya tempat pelampiasannya saja! pikir Anggita yang merasa geram lagi teringat kejadian kemaren malam.


Ahh...Aku harus menyudahi pikiran ku tentang Byantara dan Sella! Sebaiknya aku lebih konsentrasi pada kehidupan ku sendiri saja, apa yang harus aku lakukan di masa yang akan datang kalau aku sudah lepas dari mansion ini! pikir Anggita, tapi setelah itu tiba-tiba memukul kepalanya sendiri karena merasa dia sudah tertipu oleh Byantara.


Mengapa sejak tinggal di sini, aku seperti perempuan bodoh dan linglung? Byantara sudah membuatku menjadi seperti ini!Kalau dia bercerai dengan Sella, terus kapan dia akan punya anak? Terus kapan aku dan Benji bisa pergi dari mansion ini? Aku betul-betul sudah dipermainkan Byantara. Kurang ajar! Malam ini aku harus bicara dengan Byantara! Aku tidak boleh terjebak oleh nya lagi! pikir Anggita yang merasa kalau dia sudah ditipu oleh Byantara.


*********

__ADS_1


Hari ini Anggita begitu santai dan berada di kamar sambil membereskan barang miliknya dan Benji, tapi sudah pasti itu tidak memerlukan waktu lama.


Apalagi ketika Bu Darmawan menelponnya agar tidak usah menjemput Benji pulang. Bu Darmawan yang akan menjemput Benji pulang setelah pulang arisan.


Anggita yang malas bertemu dengan Sella karena Sella sepertinya sedang melampiaskan kekesalannya pada Anggita. Hal tersebut membuat Anggita sama sekali tidak mau keluar dari kamarnya. Anggita terpaksa harus menahan keinginannya yang ingin memasak di dapur untuk mengisi waktu, sebetulnya Anggita bisa memaklumi kalau Sella marah karena Byantara secara kebetulan menceraikan Sella setelah semalam Byantara berada di kamarnya.


Apa perduli ku? Bukankah dulu dia juga punya andil dalam perceraian ku dengan mas Byan juga? pikir Anggita mengusir rasa bersalahnya.


Ternyata tidak punya kegiatan apa pun sungguh tidak enak, akhirnya aku malah berpikir yang tidak-tidak! pikir Anggita merasa kesal sendiri, akhirnya menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur yang empuk itu.


Anggita tidak menyangka dalam waktu singkat saja dia malah akhirnya tertidur. Mungkin karena tidak ada pekerjaan yang perlu dia lakukan lagi, akhirnya membuat Anggita terlelap, apalagi setelah semalam Anggita tidak nyaman tidur dalam pelukan Byantara.


*********


Byantara melangkah masuk ke dalam mansion, tidak seperti biasanya Byantara pulang di siang hari.


"Tuan sudah makan? Kalau belum saya siapkan," tawar Bu Tatik.


"Saya sudah makan tadi," sahut Byantara


"Kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Byantara.


"Sudah Tuan, sekarang nona Sella masih berada di kamar paling besar yang di depan kanan," sahut Bu Tatik.


"Biarkan saja dia mau tinggal di mana, yang penting jangan di lantai atas!" ujar Byantara yang langsung mau menuju ke kamar yang disebut Bu Tatik. Byantara ingin segera mengakhiri hubungannya dengan Sella secepat mungkin.


"Maaf Tuan," panggil Bu Tatik yang akhirnya menghentikan langkah Byantara.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Nona Anggita sejak pagi berada di kamar dan tidak keluar dari kamarnya, bahkan sampai saat ini belum makan juga. Saya khawatir terjadi sesuatu dengan nona Anggita. Tadi saya memanggil nona Anggita, tapi tidak ada sahutan dari kamar nya, Tuan. Saya takut terjadi apa-apa, karena nona Anggita kan baru-baru ini sakit," lapor Bu Tatik khawatir.


"Nona Anggita bukannya pergi sama ibu?" tanya Byantara merasa aneh, karena saat dia memarkir mobilnya tadi, mobil keluarga mereka sedang tidak ada, sehingga Byantara berpikir Anggita sedang menjemput Benji.


"Tidak Tuan, tadi pagi setelah mengantar Benji, nona sudah kembali sendiri. Saat kami memindahkan barang nona Sella, saya sudah melihat nona Anggita masuk ke kamar," sahut Bu Tatik lagi.


"Apakah nona Anggita tidak bertanya apa pun saat Bu Tatik memindahkan barang Sella?" selidik Byantara.


"Nona Anggita sudah tahu, soalnya nona Sella sempat menyalahkan nona Anggita. Tapi saat Sella marah-marah, nona Anggita memilih untuk masuk kamar langsung dan sama sekali tidak memperdulikan ucapan nona Sella. Dan sejak itu nona Anggita sama sekali tidak keluar dari kamar lagi, bahkan saat jam makan siang nona Anggita juga tidak makan," lapor Bu Tatik.


"Baiklah, kalau begitu biar aku ke atas melihat keadaan Anggita," ujar Byantara akhirnya merubah tujuannya menuju ke lantai dua.


********


Byantara karena khawatir dengan keadaan Anggita sudah lupa dengan janjinya untuk tidak seenaknya masuk ke kamar Anggita. Ketika mencoba membuka kamar Anggita, dan kamar Anggita terkunci dari depan, akhirnya Byantara memutuskan untuk masuk lewat pintu tembusan.


Begitu masuk ke kamar itu, Byantara melihat Anggita yang berada di atas tempat tidur dengan posisi miring ke kiri dan tangannya sendiri dijadikan bantal.


Tampak rambut panjang Anggita sebagian menutupi wajah Anggita.


Byantara segera menghampiri Anggita, karena posisi Anggita yang berada di tengah tempat tidur yang besar itu, Byantara mau tidak mau naik ke atas tempat tidur untuk memeriksa keadaan Anggita.


Byantara dengan perlahan menaikkan rambut yang menutup wajah Anggita sebagian, dan diselipkan ke kuping Anggita. Belum sempat Byantara menyentuh dahi Anggita, Anggita yang merasa ada bayangan menutupinya, tiba-tiba membuka matanya dan kaget ketika melihat Byantara sudah berada di depannya, bahkan juga naik ke atas tempat tidurnya.


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2