
"Apa Benji?" tanya Anggita memperhatikan Benji dan sama sekali tidak mau melihat ke arah Byantara.
"Monster kalau di depan anak kecil baik, nanti sepi jadi jahat? Papa ada mama saja baik sama Benji, nanti gak ada mama jahat lagi ya?" tanya Benji teringat perkataan ibunya.
Pertanyaan yang membuat Anggita bingung untuk menjawabnya. Tapi Anggita semakin sadar kalau Benji menjadi lancar berbicara, akhirnya Anggita pun mengalihkan pertanyaan Benji.
"Wah! Benji sudah bisa ngomong monster! Benji sudah bisa bicara banyak, sudah bisa sebut huruf r! Anak mama hebat banget," puji Anggita yang memeluk Benji dan mengecup dahi Benji.
Benji yang memang suka dipeluk Anggita langsung tertawa senang dan lupa dengan pertanyaannya tadi.
Byantara hanya memandang ibu dan anak itu dalam diam, Byantara yakin Anggita pernah berkata jelek mengenainya di hadapan Benji. Tapi dia tidak bisa menyalahkan Anggita, memang dia sudah bersifat keterlaluan pada Anggita dulunya, karena keegoisannya.
Andai dari dulu aku bisa menerima kenyataan menikah dan menjadi suami yang baik buat Gita tentu saat ini aku sudah bahagia dengan Gita dan Benji. Andai otak ku tidak dipenuhi rasa curiga pada Gita dan aku mau menerima keinginan ayah tentu aku sudah bahagia saat ini! Entah bagaimana aku harus mengambil hati Gita agar Gita bisa mencintai ku seperti dulu lagi? sesal Byantara dalam hati sambil menatap ke jalan menerawang.
********
Benji merasa senang dengan lingkungan sekolah barunya. Baru saja mereka mensurvey sekolah pertama Benji sudah langsung memutuskan ingin sekolah di sana.
"Benji suka ma! Banyak mainan." ujar Benji girang. Benji baru berumur empat tahun sudah pasti otaknya masih dipenuhi dengan keinginan bermain. Jadi begitu melihat banyak mainan, Benji sudah langsung tertarik.
Apalagi guru-guru nya yang sangat ramah. Pengurus sekolah juga cukup mengenal Byantara, sang pengusaha sukses. Sudah pasti mereka merasa senang kalau Benji memilih bersekolah di sana.
Mereka sudah tahu biasanya kalau anak para pengusaha itu jadi sekolah di tempat mereka, saat sekolah mengadakan kegiatan sosial atau apapun, otomatis mereka akan mendapatkan sponsor dari pengusaha itu.
"Bagaimana menurut mu Gita?" tanya Byantara memulai pembicaraan, setelah sejak awal mereka berangkat tidak pernah sekalipun mereka berinteraksi.
"Gak masalah mas Byan, yang penting Benji suka. Dan ku lihat guru-guru nya juga cukup baik dan perhatian," ujar Anggita langsung setuju.
Akhirnya Byantara dan Anggita sepakat dengan untuk mendaftarkan Benji bersekolah di sana.
**********
__ADS_1
Sella benar-benar merasa cemburu dan iri pada Anggita, ketika pagi tadi melihat Byantara dan Anggita pergi bersama untuk mendaftarkan Benji sekolah.
Kalau seperti ini terus sepertinya kedudukan ku sebagai istri Byantara bisa terancam! pikir Sella yang semakin cemas.
Aku harus cepat bergerak untuk merusak hubungan mereka yang semakin baik sebelum terlambat! pikir Sella yang akhirnya semakin membulatkan tekadnya untuk mencelakai Samuel.
"Kalian harus bisa mengerjakannya dengan rapi, dan kalau sampai kalian tertangkap aku tidak mau terlibat. Aku akan membayar mahal kalian!" ujar Sella menelpon seseorang.
"Baik Bu, kami sangat profesional, ibu tidak perlu khawatir. Ibu sudah tepat bekerjasama dengan kami." promosi orang suruhan Sella itu.
"Kalian setiap waktu harus stand by ya! Saatnya yang tepat, aku akan memberitahu kalian waktu dan tempatnya!" ujar Sella mengakhiri pembicaraannya di telpon.
*********
Ternyata aku tidak perlu lama menunggu! pikir Sella yang tanpa sengaja melihat bayangan Samuel di depan gerbang Mansion yang Sella yakini pasti datang mencari Anggita, saat Sella baru saja mau masuk mobil dan hendak keluar.
Sella langsung membatalkan niatnya untuk masuk ke mobilnya, Sella segera menghampiri Samuel yang tampak sedang berbicara dengan penjaga gerbang Mansion.
Penjaga gerbang Mansion yang melihat Sella mengangguk hormat.
"Maaf, saya datang mencari Anggita, ada yang perlu saya bicarakan." ujar Samuel sopan.
"Anggita sedang pergi membawa Benji untuk daftar sekolah. Kalau Tuan Samuel mau bisa masuk untuk menunggu, mungkin sebentar lagi mereka pulang. Soalnya sudah pergi lumayan lama," ujar Sella lagi.
"Sebaiknya saya tunggu di sini saja, terimakasih," sahut Samuel memilih menunggu di depan.
"Baiklah kalau begitu Tuan Samuel," ujar Sella tidak memaksa lagi, lagi pula dia hanya basa basi saja, Sella hanya ingin tahu apakah Samuel mau menunggu sampai Gita pulang atau tidak.
*********
Bagus! Akhirnya aku bisa melaksanakan rencana ku!" pikir Sella merasa senang dan segera masuk ke dalam Mansion kembali, tidak jadi pergi keluar.
__ADS_1
Begitu tiba di kamar, Sella segera menuju ke kamarnya dan berdiri di depan jendela yang bisa melihat ke gerbang Mansion. Terlihat tubuh jangkung Samuel yang sepertinya masih menunggu Anggita.
"Kalian bersiap-siap ya, mobilnya Pajero berwarna putih dengan nomornya A3322SM! Kalian bisa lakukan saat dia tidak terlalu jauh dari mansion kami!" ujar Sella memberi instruksi pada orang yang dia sewa untuk mencelakakan Samuel.
*********
Anggita tentu saja langsung mengenali Samuel yang berdiri di depan Gerbang Mansion. Byantara yang melihat kedatangan Samuel sudah langsung merasa hatinya langsung terbakar cemburu.
Begitu mobil sudah masuk ke halaman Mansion, Byantara malah turun lebih dahulu dan segera menghampiri Samuel. Anggita yang melihat itu segera mengajak Benji turun untuk menuju ke arah Samuel juga. Anggita khawatir kalau Byantara akan bertengkar dengan Samuel kalau teringat ancaman terakhir Byantara.
"Untuk apa kau ke sini lagi?" tanya Byantara dengan tidak senang. Karena Anggita membawa Benji, akhirnya Anggita tidak bisa berjalan cepat untuk mengejar langkah Byantara yang lebar dan cepat itu.
"Ada yang hendak ku sampaikan kepada Anggita!" sahut Samuel
"Katakan dan cepat pergi dari sini, aku tidak suka melihat mu di sini!" usir Byantara lagi.
"Maaf Tuan, aku hendak menyampaikan langsung pada Anggita. Lagipula aku mau melihat apakah keadaan Anggita dan Benji baik-baik saja," sahut Samuel yang kukuh tidak mau pergi.
"Kau sungguh menghina ku! Aku bisa menjaga Anggita dan Benji dengan baik!" ujar Byantara yang langsung menarik kerah baju Samuel, membuat sang penjaga gerbang segera keluar dari posnya.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu kalau Tuan keberatan dengan kedatangannya. Tuan Samuel, sebaiknya anda segera keluar dari sini daripada terjadi keributan," ujar sang penjaga yang merasa serba salah.
"Jangan mengusirnya pak! Dia adalah tamu ku!" ujar Anggita yang segera menarik tangan Byantara agar melepaskan cengkeramannya pada krah baju Samuel.
"Papa. Ini Om Sam, Om Sam orang baik!" ujar Benji yang mengira ayahnya salah sangka, Benji tentu tidak mengerti kalau sang ayah cemburu.
Mendengar perkataan Benji, akhirnya Byantara hanya bisa menatap tajam ke arah Samuel, sesudah itu Byantara tanpa berkata apa-apa lagi langsung melangkah masuk ke Mansion untuk menahan emosinya. Bagaimanapun Byantara khawatir kalau Benji akan takut padanya lagi, kalau dia berlaku kasar pada Samuel. Sella yang sejak tadi menatap kejadian itu dari atas jendela kamar langsung tersenyum senang.
Hah! Keberuntungan sedang berpihak pada ku! Semakin Byantara memusuhi Samuel semakin bagus. Aku yakin pasti Gita akan menuduh Byantara yang sudah mencelakakan Samuel!
Bersambung.........
__ADS_1