Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Salah rencana


__ADS_3

Nah kan? Gak rugi tadi aku memberi ijin Hani ikut! pikir Byantara kegirangan dalam hati, ternyata Hani memihak padanya.


"Betul juga ucapan mu, Hani! Kau pintar Hani. Lebih baik kita tes DNA Benji saja, biar kau tidak bisa menolak kenyataan kalau Benji itu anak ku!" ujar Byantara memandang ke arah Anggita dan tersenyum menang.


Hani langsung kegirangan dipuji Byantara sambil memandang ke arah Rizky, berharap Rizky melihat kelebihannya.


Siapa bilang aku masih kecil, tuh aku lebih tahu dari pada orang dewasa, pikir Hani yang merasa bangga.


"Aku lebih tahu dari siapa pun! Aku pernah tidur dengan siapa, aku lebih tahu. Aku akui kalau dulu aku berniat menipu mu dan berkata kalau aku hamil anak mu! Agar anak ku punya seorang ayah! Tapi kau terlalu pintar untuk aku tipu, perbuatan ku ketahuan oleh mu! Makanya selama itu aku tidak pernah kembali melihat ibu, karena aku sadar kalau aku sudah bersalah dan memang kau lebih cocok dengan Sella, dibanding aku yang kotor ini. Kau tidak perlu melakukan tes DNA lagi, ini hanya akan membuat mu malu saja. Lebih baik kita lupakan masa lalu kita, kita mulai hidup baru kita sendiri-sendiri lagi. Bukankah dulu ini yang kau inginkan? Kau bebas, aku pun sudah bebas. Dan ku harap ke depannya kau jangan mempersulit hidup ku lagi, aku pastikan aku tidak akan muncul di depan mu lagi mas Byan! Dulu aku tidak rela, aku merasa kau harusnya milik ku, kini aku sudah merelakan dan sudah sadar, kalau aku memang tidak cocok untuk mu! Aku hanya perempuan rendah dan kotor! Tolong lepaskan aku dan anak ku, Benji tidak ada hubungan apa pun dengan mu!" ujar Anggita yang mempermalukan dirinya sendiri, Anggita benar-benar sudah tidak perduli kalau dia mau dipandang sebagai perempuan yang tidak benar akhlaknya, yang penting Benji bisa dia bawa pergi.


Mendengar perkataan Anggita tiba-tiba Byantara hatinya terasa begitu sakit, ternyata ada saat dimana Anggita bisa menolehkan luka pada hatinya. Anggita lebih memilih mempermalukan dirinya sendiri, daripada mengakui kalau Benji adalah anaknya. Byantara benar-benar merasa geram sampai mengepalkan tangannya, tapi tidak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba dia merasa hatinya seperti digores benda tajam


Apakah ini yang namanya sakit hati? Apakah aku mencintai perempuan yang pernah ku benci ini? Di saat dia sudah tidak menginginkan aku lagi, aku malah tidak rela! Apakah aku sakit jiwa?


Semua yang berada di ruangan terpaku mendengar perkataan Anggita, bahkan Hani yang biasa cerewet saja terpana mendengar perkataan Anggita. Tiba-tiba Hani baru sadar kalau Anggita sepertinya dendam dan sangat membenci Byantara.


Aduh! Jangan-jangan tadi aku salah ngomong lagi!


Sedangkan Rizky dan Robby hanya bersiap menerima kemarahan tuan mereka, apalagi Robby yang sudah hafal sekali dengan kebiasaan tuannya itu kalau sedang marah.


Aduh! Kali ini apalagi yang bakal dibanting Tuan?


***********

__ADS_1


"Gita! Kau jangan mempermalukan diri mu sendiri! Kau bukan perempuan seperti itu! Ibu tidak mungkin membesarkan seorang anak yang seperti itu! Kau selalu menjadi anak gadis ibu yang paling baik, kau tidak mungkin melakukan hal yang mempermalukan keluarga! Byantara saja yang hatinya sudah dibutakan selama ini!" ujar Bu Darmawan memecahkan kesunyian di ruangan itu sambil menangis tersedu-sedu.


Dari tadi Bu Darmawan sudah berdiri di dalam ruangan itu, hanya saja karena semua yang berada di ruangan itu sedang dalam keadaan tegang dan hanya memperhatikan adu mulut Byantara dan Anggita, membuat mereka tidak sadar akan kehadiran Bu Darmawan yang datang ingin melihat Benji.


**********


"Ibu! Aku -- aku--" Anggita bingung bagaimana dia harus menghadapi Bu Darmawan.


"Gita! Kau jangan seperti itu, kau jangan asal mengatai diri mu sendiri. Ibu yakin kau bukan perempuan seperti itu, kau istri yang setia. Kau jangan membuat hati ibu sedih dan terluka, Gita," ujar Bu Darmawan segera menghampiri Anggita dan memeluk erat Anggita.


Anggita hanya bisa menatap nanar ke arah Bu Darmawan, saat seperti ini otaknya benar-benar tidak bisa diajak berpikir lagi. Entah apa yang harus dia lakukan kalau Bu Darmawan juga mengakui Benji adalah cucunya.


*********


Bahkan Byantara sama sekali tidak berkata apa pun pada ku, tapi malah mengumumkan langsung kalau dia sedang mencari anaknya yang hilang itu. Dia bisa dengan begitu yakin memutuskan kalau Benji adalah anaknya! Jangan-jangan Byantara dipengaruhi ibunya itu! Kerjanya tiap hari ribut punya cucu saja! Huh! Semoga saja anak itu sudah menghilang dari peredaran! harap Sella dalam hati.


Tapi tiba-tiba sebuah bayangan berdiri di hadapannya, membuat Sella langsung tersadar dari lamunannya.


"Ternyata kau hanya memanfaatkan aku nona Sella! Kau coba-coba mempermainkan aku!" ujar Arman yang tahu-tahu sudah berada di hadapan Sella.


"Untuk apa kau ke sini? Bukankah manager ku sudah mengirimkan surat pemberhentian pada mu? Bahkan uang pesangon sudah dikirim ke rekening mu. Untuk apa kau datang mencari ku?" tanya Sella.


"Sepertinya nona setelah memanfaatkan aku, kini ingin membuang aku. Bahkan nona sama sekali tidak ingin terlibat. Kau sungguh keji nona, aku tulus melakukannya untuk mu, tapi begitu aku sudah melakukannya kau langsung memutuskan semua hubungan dengan ku. Bahkan kau sama sekali tidak memperdulikan keselamatan ku!" ujar Arman dendam.

__ADS_1


"Bukankah memang hubungan kita adalah seorang nona dengan pelayan? Saat aku membutuhkan mu, maka aku akan membayar mu. Saat aku sudah tidak butuh, aku bisa memutuskan hubungan kerja kita kapan saja. Lagipula aku sudah memberi mu pesangon! Apa itu masih kurang? Kau sebutkan saja, berapa lagi yang kau inginkan? Kalau masuk akal, aku akan membayar mu!" ujar Sella dengan angkuh.


"Ternyata kebersamaan kita tidak ada artinya sama sekali buat nona! Nona hanya memanfaatkan aku saja. Untung aku sudah tidak salah mengambil keputusan nona!" ujar Arman kini tersenyum lebar.


"Apa maksud mu, Arman?" tanya Sella.


"Kata nona, anak yang ku culik bukannya hanya anak seorang perawat?"


"Memang! Anak itu memang hanya anak seorang perawat!" sahut Sella.


"Tapi nona tidak bilang kalau ayahnya Tuan Byantara, suami nona sendiri! Untung aku tahu sebelum terlambat!" ujar Arman tersenyum lagi.


"Nona tidak perlu mengirimkan uang pada ku lagi. Sebentar lagi aku akan menerima hadiah besar dari Tuan Byantara karena sudah berhasil menemukan anaknya. Selamat nona Sella, kau akan segera mempunyai anak." ujar Arman tersenyum mengejek ke arah Sella. Kini semua rasa kagumnya pada idolanya itu sirna semua, yang ada hanyalah rasa dendam


Setelah terdiam sejenak dan mencerna kata Arman, Sella akhirnya mengerti apa yang sudah terjadi.


"Kau laki-laki tak berguna! Sia*lan kau!" omel Sella yang langsung mengambil sepatunya dan melempar ke arah Arman. Sayang tidak kena, karena Arman sudah berjalan jauh.


Sella tidak menyangka kali ini rencana yang sudah dia buat berbalik menyerang dirinya sendiri. Andai saja dia tidak punya rencana menculik Benji, belum tentu Byantara sadar kalau Benji adalah anak kandungnya.


Menyesal pun sudah terlambat!


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2