
Sella yang akhir-akhir ini sering melihat gerak gerik Byantara merasa aneh sejak persiapan kamar sebelah untuk tempat tinggal Anggita dan Benji, Byantara juga terlibat. Entah apa yang sudah dilakukan Byantara di kamar itu.
Sella menjadi curiga ketika malam hari sesudah kedatangan Anggita dan Benji, Byantara sepertinya rajin sekali duduk di meja kerjanya yang berada di kamar dan memperhatikan laptopnya dengan serius. Bahkan tadi pagi juga, padahal sudah lama Sella tahu kalau Byantara selalu cepat turun ke bawah kalau dia sedang berada di kamar, Byantara sepertinya selalu menghindar untuk berdua dengannya kecuali saat tidur saja.
Sella pun menjadi curiga, dan Sella membuka laptop di meja itu dengan nekad.
Akhirnya Sella mengerti apa yang sudah dilakukan oleh Byantara, saat dia membuka laptop langsung terlihat CCTV pada kamar Anggita dan Benji. Sepertinya Byantara memang tidak merubah layarnya, Byantara tentu tidak mengira kalau Sella akan tertarik dan berani membuka laptopnya.
Melihat Byantara yang sedang berada di kamar Anggita dan sedang memeluk Anggita, seketika Sella menjadi marah dan geram
Sial! Apa yang dilakukan mereka? Mengapa Byantara tidak mengusir Gita? Mengapa Byantara malah memeluk Anggita? Apakah Anggita sudah merayu Byantara? Berbagai tebakan di kepalanya membuat hati Sella terbakar cemburu dan iri. Sella segera menyalakan volume suara agar dia dapat ikut mendengar apa yang dibicarakan Byantara dan Anggita.
Aku tidak akan membiarkan kau merebut Byantara dari ku semudah itu Gita! sungut Sella.
*********
"Aku yakin kau masih mencintai ku Gita! Aku tidak ingin melihat mu memberi harapan pada Samuel lagi! Aku melarang mu untuk bertemu dengan Samuel! Kini Byantara malah menekan tubuh Anggita ke tembok, karena Anggita dari tadi memberontak.
Bahkan Byantara mencengkram kedua tangan Anggita ke belakang Agar Anggita berhenti memukulnya.
"Cih! Kau terlalu percaya diri mas Byan! Lepaskan aku!" teriak Anggita yang menjadi frustasi karena tubuhnya yang terkunci dan kalah tenaga dengan Byantara, tapi hati Byantara yang sudah dibakar cemburu tidak memperdulikan itu semua.
__ADS_1
Bahkan Byantara tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya pada Anggita dan melu*mat bibir Anggita, membuat Anggita terdiam sejenak dan tubuhnya menegang tiba-tiba, Anggita benar-benar tidak menyangka Byantara akan melakukan hal itu padanya.
Bayangan Byantara memesrai dia malam itu kembali berputar di kepala Anggita, malam itu dia begitu bahagia saat dia menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Selama menjadi istri Byantara, hanya sekali itu Byantara bersikap hangat padanya dengan memeluknya sepanjang malam. Anggita saat itu begitu bahagia mengira Byantara sudah menerimanya, tapi di luar dugaan saat menjelang pagi Byantara marah dan menuduh dia sudah memasukkan obat perang*sang ke minumannya, yang berakhir dengan sikap Byantara yang semakin dingin padanya sejak kejadian itu.
Mengingat hal itu, Anggita kembali merasakan sakit hati yang begitu mendalam pada Byantara. Di saat dia begitu bahagia menyerahkan mahkotanya yang selalu dia jaga untuk Byantara, tapi Byantara sama sekali tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang berharga.
"Jangan berpikir kau sudah menyerahkan kesucian mu, aku akan terjebak oleh mu dan mencintai mu Gita!" terngiang kembali ucapan Byantara saat itu yang membuatnya sakit hati.
Tidak mendapat perlawanan dari Anggita membuat Byantara terbawa suasana dan perlahan merubah ciu*mannya menjadi lembut, bahkan Byantara terpengaruh sendiri dan tangannya yang tadi mencengkram tangan Anggita berpindah ke tengkuk Anggita dan menekan leher Anggita, agar Anggita tidak menghindari kecupannya.
"Gita..," panggil Byantara dengan suara berat yang terpengaruh keadaan, yang malah membuat Anggita tiba-tiba sadar apa yang harus dia lakukan agar terlepas dari suasana itu.
Anggita menggunakan kesempatan itu mendorong Byantara dengan kedua tangannya yang sudah bebas.
"Kau sudah gila!" ujar Anggita marah sambil menghapus bibirnya dengan punggung tangannya, seakan-akan Anggita ingin menghapus bekas ciu*man Byantara.
"Kalau kau tidak keluar lagi dan mengganggu ku terus, aku akan lapor pada ibu agar ibu membiarkan aku dan Benji pergi!" ancam Anggita.
Byantara yang mulai bisa berpikiran jernih dan sadar kalau dia sudah bersalah akhirnya berjalan menuju ke pintu keluar. Tapi begitu tangannya menyentuh handel pintu, Byantara berhenti sejenak dan membalikkan badannya kembali yang membuat Anggita terkesiap seketika.
"Ku peringati kau Gita, jangan coba-coba berhubungan dengan Samuel lagi kalau kau tidak ingin hal buruk terjadi pada Samuel!" ancam Byantara. Setelah itu Byantara baru keluar dari kamar Anggita.
__ADS_1
Astaga! Ternyata bukan hanya malam saja, bahkan Tuan Byantara pulang cepat dan berada di kamar nona Anggita! Ngapain saja tuh? Jangan-jangan CLBK nih! tebak Wiwik yang kebetulan melihat Byantara yang keluar dari kamar Anggita kembali. Memang tugas Wiwik adalah membersihkan lantai atas.
*********
Sella dengan geram dan mengepalkan tangannya menyaksikan pertunjukan di kamar sebelah melalui CCTV di laptop Byantara.
Ketika melihat Byantara keluar, Sella dengan cepat mematikan laptop itu. Ucapan Byantara di akhir terngiang-ngiang terus di kuping Sella.
Sejak dulu hal apa saja sudah pernah Sella lakukan demi untuk memiliki Byantara. Kini dia bukan lagi untuk memiliki, tapi dia harus menjaga apa yang sudah menjadi miliknya.
Sepertinya Byantara menyukai Anggita saat ini, mungkin karena Anggita memiliki anaknya jadi dia tidak ingin Anggita pergi darinya lagi. Rasanya saat ini sudah tidak mungkin Byantara rela membuang Anggita. Kali ini yang harus aku lakukan adalah membuat Anggita yang pergi meninggalkan Byantara karena sakit hati. Aku harus membuat Anggita membenci Byantara dan meninggalkan Byantara.
Maafkan aku Tuan Samuel, seharusnya kau tidak terlibat dalam urusan ini, tapi salah mu sendiri mencintai perempuan itu! pikir Sella yang mulai berencana hendak mencelakakan Samuel.
Sebelum meninggalkan kamar, tadi Byantara sempat mengancam Anggita, Sella berniat mencelakakan Samuel agar Anggita mengira kalau Byantara yang mencelakakan Samuel. Sella merasa kali ini adalah saat yang tepat untuk memperburuk hubungan antara Anggita dan Byantara.
Binggo! Sella kau memang sejak dulu selalu pintar, walaupun ibu ku hanya pelayan, aku akhirnya bisa hidup sampai di tahap ini. Aku tidak ingin milik ku hilang hanya gara-gara perempuan itu! pikir Sella yang tersenyum sendiri seperti orang sakit jiwa, bahkan memuji kepintarannya sendiri.
Tentu bukan masalah yang besar bagi Sella untuk mencelakakan orang, biasa orang yang sudah pernah melakukan kejahatan sekali, melakukan nya lagi tentu sudah bukan hal yang berat, apalagi selama ini dia belum pernah tertangkap tangan.
Bersambung...........
__ADS_1