Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Jangan mengharapkan Gita dan Benji kembali lagi!


__ADS_3

Selesai mengucapkan itu, Anggita termenung dengan tatapan kosong. Saat itu Samuel dan Anggita sedang berada di halaman luar Mansion Tang.


Samuel posisinya menghadap ke arah gerbang masuk Mansion, sedangkan Anggita membelakangi pintu masuk.


Ketika melihat sebuah mobil mewah asing masuk ke Mansion, Samuel menajamkan penglihatannya pada orang yang keluar dari mobil itu. Walau dari jauh, Samuel tentu mengenali Byantara, Byantara juga memiliki tubuh yang tinggi walau masih kalah tinggi dengannya. Byantara penampilannya juga terlihat sangat mencolok, sepertinya Byantara pecinta warna putih. Dua kali bertemu, Byantara selalu memakai kemeja berwarna putih hanya saja kali ini celananya bergaris yang lebih banyak didominasi warna putih juga. Sedangkan pria yang keluar dari balik kemudi, Samuel tidak kenal, tapi yang pasti itu adalah bawahan Byantara, tebak Samuel.


Tiba-tiba Samuel berpikir ingin menunjukkan kedekatan hubungannya dengan Anggita. Samuel segera menghampiri Anggita.


"Kau jangan khawatir Gita, aku pasti akan membantu menemukan Benji untuk mu! Aku menyayangi Benji seperti anak ku sendiri. Akan datang kalau ada kesulitan apa pun kau bisa memberitahu ku, aku pasti akan membantu mu," ujar Samuel yang langsung memeluk tubuh Anggita .


Beruntung Anggita yang hatinya sedang tidak tenang membiarkan Samuel memeluknya, lagipula Anggita merasa dia ada tempat untuk berbagi perasaan gundahnya. Setidaknya dia butuh orang yang menghiburnya dalam keadaan seperti ini.


*********


Dari jauh saja Byantara sudah mengenali Anggita, sejak dulu rambut Anggita yang hitam dan panjang sepunggung tidak pernah berubah. Bahkan di saat sedang trend perempuan mewarnai rambut mereka, Anggita tetap dengan rambut hitamnya itu. Benar kata Bu Darmawan, Anggita memang sosok yang kaku, jarang berubah prinsip dan teguh pada pendiriannya.


Hanya satu yang sudah berubah, sepertinya cintanya sudah berubah, Anggita sama sekali sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi padanya!


********


Malah kini Byantara yang cemburu melihat kedekatan Samuel dengan Anggita.


"Saat anak mu sedang hilang, kau malah bermesraan dengan pria lain. Dimana otak mu Gita?" Byantara langsung menarik Anggita, Anggita sempat kaget, tapi hanya sebentar saja.


"Jangan kasar Tuan Byantara!" tegur Samuel yang kini menggenggam pergelangan tangan Anggita yang sebelah lagi, Samuel juga tidak mau melepaskan Anggita.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas Sam, beri kesempatan aku berbicara dengan mas Byan." ujar Anggita yang membuat Samuel mau tidak mau akhirnya melepaskan genggaman tangannya itu.


"Apakah kau sudah menemukan Benji?" tanya Anggita tanpa memperdulikan pertanyaan Byantara yang menyindirnya. Bagi Anggita yang penting saat ini adalah menemukan Benji dulu, Byantara mau bersikap apa padanya dia sudah tidak perduli.


"Belum!" sahut Byantara ketus dan memandang tajam ke arah Samuel.


"Bagaimana kau sampai bisa kehilangan Benji? Kalau aku sudah menemukan Benji, aku juga tidak akan mengembalikan Benji pada mu!" ancam Byantara.


Karena rasa cemburunya, Byantara yang tadinya ingin bersikap lebih baik pada Anggita malah melupakan misinya itu.


"Apa hak mu? Dia anak ku! Bagaimana bisa kau tidak mengembalikan pada ku?" Anggita benar-benar marah dan histeris mendengar perkataan Byantara, Anggita langsung menghempaskan tangan Byantara yang memegangnya tadi, kini dengan kedua tangannya yang bebas Anggita memukul dada Byantara bertubi-tubi, sementara Byantara sama sekali tidak memperdulikan perbuatan Anggita.


"Nona harap tenang dulu!" ujar Robby yang dari tadi tidak ikut campur, kini menangkap kedua pergelangan tangan Anggita agar tidak memukul Byantara.


Dasar posesif! Padahal bukan istrinya lagi. Dibantu malah dibentak, gerutu Robby dalam hati.


*********


"Kalau kau ingin menemukan Benji, kau ikut aku. Aku tidak ingin kekasih mu itu ikut-ikutan!"


"Mengapa kau suka sekali mengancam orang yang lemah, tuan Byantara?" sindir Samuel yang mulai kehilangan rasa sabarnya. Rasanya kini dia mulai mengerti mengapa Anggita bisa sampai bercerai dari laki-laki terkaya di kota mereka itu.


"Ini adalah urusan suami istri Tuan Samuel, anda tidak berhak ikut campur!" sahut Byantara.


"Kita sudah bukan suami istri mas Byan, kini kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi," sahut Anggita dengan dingin.

__ADS_1


"Memang sudah tidak, tapi Benji adalah anak ku, berarti aku ayah nya dan kau ibunya!" sahut Byantara yang sudah lupa kalau dulu dia tidak mengakui Benji adalah anaknya.


"Cih! Tidak tahu malu! Bagaimana bisa kau mengaku tuyul itu sebagai anak mu?" sindir Anggita tajam, teringat Byantara pernah mengatai Benji tuyul.


"Kalau bukan anak ku, bagaimana dia bisa mirip dengan ku?" tanya Byantara yang tidak perduli dengan sindiran Anggita.


"Tentu dia mirip dengan mu, karena saat aku hamil Benji, aku begitu membenci mu dan menyumpahi mu setiap hari! Kalau aku tahu akan seperti itu, aku sudah pasti tidak akan melakukannya!" sahut Anggita mendengus dan asal menjawab saja.


"Sudah! Aku tidak ingin berargumentasi dengan mu lagi! Kalau kau memang ingin segera bertemu Benji, ikuti aku! Kalau kau tidak ikut, aku tidak akan mengantarkan Benji pada mu." ancam Byantara


"Apakah kau sudah berhasil menemukannya?", tanya Anggita menatap ke Byantara penuh harap, lupa pertikaian mereka.


"Belum! Tapi seseorang sudah menelpon ku tadi, katanya dia sudah menemukan Benji dan akan mengantarkannya pada ku ke Darmawan Grup. Kalau kau mau cepat bertemu Benji, ikuti aku! Hanya kau saja, dia tidak boleh!" ujar Byantara sambil menunjuk ke arah Samuel.


"Maaf mas Sam, aku pergi dulu untuk bertemu Benji", pamit Anggita pada Samuel dengan perasaan tidak enak. Anggita tahu kalau Samuel selama ini memang tulus menyayangi Benji.


"Tidak apa Gita, yang penting kau segera bertemu dengan Benji, biar hati mu tenang. Nanti kalau kalian sudah kembali ke sini, aku juga bisa melihat Benji," ujar Samuel menepuk bahu Anggita menenangkan, padahal hatinya sendiri sudah tidak tenang.


Anggita mengangguk dan segera mengikuti Robby yang menuju ke mobil.


"Kau jangan harap Gita dan Benji kembali ke sini lagi. Aku tidak akan membiarkannya!" Sempat-sempatnya Byantara membisikkan kata-kata itu ke Samuel sambil menatap menantang ke Samuel dan tersenyum sinis sebelum pergi.


Tiba-tiba Samuel merasa hatinya tidak enak, benarkah kali ini terakhir kalinya dia bisa melihat Benji dan Anggita di Mansion neneknya?


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2