Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Menemui Byantara


__ADS_3

Anggita hatinya merasa tidak tenang sejak tadi, untungnya hari ini nenek Tang sudah diperbolehkan pulang. Tapi karena pengecekan, akhirnya sampai menjelang sore mereka baru bisa pulang.


Begitu mobil Samuel masuk ke Mansion Tang, Anggita langsung merasa hatinya tidak enak ketika melihat Ibu Minah dan Hani sepertinya sedang berbicara dengan penjaga pintu Mansion.


Lho, ada Bu Minah dan Hani, kok Benji gak ada? Masak sampai sore begini Benji masih tidur, pikir Anggita merasa heran.


Saat Anggita baru keluar dari mobil Samuel dan membuka pintu untuk nenek Tang, Hani berlari menghampiri Anggita.


"Tante Gita! Benji hilang!"


Anggita langsung kaget mendengar perkataan Hani.


"Kok bisa hilang? Benji tidak pernah keluar dari Mansion, kenapa bisa hilang?" tanya Anggita dengan suara bergetar dan mulai merasa ketakutan.


"Maaf Gita, kami sudah cari ke mana-mana tapi tidak menemukan Benji, entah ke mana anak itu." ujar Bu Minah yang tidak tahu kalau tadi saat Hani keluar, Benji ikut keluar. Mana mau Hani mengaku, sedangkan penjaga pintu juga berkata tidak melihat ada yang keluar selain Hani, karena sang penjaga pintu juga takut disalahkan.


"Coba kau cari Benji, siapa tahu Benji bersembunyi. Serahkan nenek Tang pada ku." ujar Bu Minah.


Mendengar itu Anggita langsung mengangguk dan segera menuju ke kamar dengan hati berdebar-debar mulai tidak tenang.


Tuhan, semoga Benji hanya sembunyi dan tidak hilang. Kalau Benji hilang, aku harus cari ke mana? pikir Anggita sedih.


Setelah ijin pada neneknya, Samuel pun juga membantu Anggita mencari Benji.


*********


Setelah setengah jam berkeliling di Mansion yang luas itu dan belum juga menemukan Benji, Anggita mulai putus asa dan air matanya mulai berhamburan keluar karena khawatir dan bingung


Samuel melihat itu akhirnya memeluk bahu Anggita dan mengajak Anggita duduk di kursi taman untuk menenangkan diri.


"Kau harus tenang dulu Gita, coba kau pikir dulu, kira-kira Benji bisa pergi ke mana?"

__ADS_1


"Aku jarang mengajak Benji keluar dari Mansion Tuan, rasanya Benji tidak mungkin berani keluar dari Mansion apalagi dia masih begitu kecil." jawab Anggita mulai menangis karena khawatir.


"Coba kau pikir lagi, kira-kira ada tidak orang yang bisa membawa Benji pergi. Em... Mungkin bapaknya Benji?" tanya Samuel ragu.


"Maksud mu....?" Anggita langsung terdiam dan menghentikan pembicaraannya. Anggita tidak ingin memberitahu siapa ayah Benji sebenarnya, dia ingin menyimpan rahasia itu selamanya.


"Tidak mungkin Tuan, Dia sama sekali tidak menginginkan dan mengetahui keberadaan Benji.' jawab Anggita akhirnya, ketika melihat Samuel masih menunggu jawabannya.


*********


"Adakah orang yang mencurigakan akhir-akhir ini yang masuk ke Mansion Tang?", tanya Samuel pada semua pelayan yang dikumpulkannya.


Hani yang tiba-tiba teringat dengan Rizky dan sakit hati karena Rizky meninggalkan Mansion Tang tanpa memberitahunya, langsung melaporkan kecurigaannya.


"Ah! Om Sam, tukang kebun baru yang bekerja dua hari di sini mencurigakan om. Waktu itu Hani sering lihat kalau tukang kebun itu suka memperhatikan Tante Gita dan Benji!"


"Sekarang di mana tukang kebun itu?" tanya Samuel.


"Coba kau bawa pada ku datanya. Aku akan coba meminta orang untuk menyelidikinya, saat ini satu-satunya nya yang bisa kita curigai tukang kebun itu," ujar Samuel yang melayangkan pandangannya ke sekitarnya dan baru sadar kalau Anggita tidak ikut berkumpul.


"Anggita berada di mana?", tanya Samuel yang merasa heran mengapa Anggita malah menghilang.


"Tadi nona Anggita terlihat terburu-buru keluar dari Mansion, Tuan Samuel. Saya tidak sempat bertanya padanya karena kendaraan online yang dipesannya sudah tiba di depan dan nona Anggita langsung masuk," jawab sang penjaga gerbang.


**********


Anggita menatap Mansion yang berdiri megah di hadapannya itu. Sudah empat tahun dia tidak menginjak tempat itu lagi. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih ketika dia tiba di tempat itu. Tempat yang menyisakan banyak kenangan, yang membuat hatinya merasa sakit kembali.


Aku tidak menyangka suatu hari aku akan kembali lagi ke sini! Aku tidak menyangka kalau aku harus menjilat ludah ku sendiri. Tapi demi Benji aku harus menebalkan muka! Aku yakin Byantara yang sudah menculik Benji, entah apapun tujuannya, aku yakin dia hanya ingin membuat hidup ku tidak tenang. Kali ini walau harus bersujud di kakinya tetap harus ku lakukan, yang penting Benji kembali pada ku!" tekad Anggita dalam hati.


Tadi setelah lebih tenang dan berpikir lama, akhirnya Anggita mencurigai Byantara. Anggita merasa selama ini dia hidup baik-baik saja, tapi begitu belum berapa lama dia bertemu Byantara, Benji langsung hilang. Anggita kini hanya bisa berharap agar Byantara tidak tahu kalau Benji adalah anaknya.

__ADS_1


Dengan tekad bulat, akhirnya Anggita melangkah masuk ke Mansion itu.


"Nona Anggita!" sapa Pak Adi, penjaga gerbang Mansion itu. Pak Adi sudah pasti masih mengenali Anggita. Pak Adi sudah bekerja lama di keluarga Byantara, bahkan sejak Anggita masih remaja, sehingga terbiasa memanggil Anggita dengan sebutan nona.


"Apakah Tuan Byantara sudah pulang?", tanya Anggita.


"Sudah nona, semua sedang berada di dalam mansion. Bisa saya bantu nona?" tanya Pak Adi sopan.


"Terimakasih Pak Adi, aku ingin bertemu dengan Tuan Byantara," jawab Anggita berusaha tersenyum demi kesopanan.


Akhirnya Pak Adi memanggil salah seorang pelayan yang lewat untuk mengantar Anggita masuk ke dalam mansion. Kebetulan pelayan itu adalah pelayan baru, jadi tidak mengenal Anggita.


Dengan jantung berdebar kencang, Anggita mengikuti pelayan itu dari belakang, padahal dulu dia begitu familiar dengan tempat itu. Anggita hanya bisa tersenyum getir merasa hidupnya sudah dipermainkan.


*********


Saat pelayan memberitahu kedatangan tamu untuk Byantara, Byantara sedang mandi, jadi saat mendengar ada yang mencari Byantara, Sella yang turun menemui tamu itu.


Siapa yang malam-malam datang mencari Byantara, berani sekali mengganggu Byantara, pikir Sella yang penasaran, karena tidak ada yang pernah mencari Byantara di malam hari kecuali Robby. Akhirnya Sella memutuskan dia akan turun lebih dulu menjumpai tamu Byantara untuk memuaskan rasa ingin tahunya.


Sella matanya sampai membelalak kaget ketika melihat siapa yang berdiri di ruang tamu. Anggita yang masih merasa tegang memilih berdiri daripada duduk di sofa yang tersedia. Setelah Sella sadar dari rasa kagetnya, Sella segera mendekati Anggita.


"Cih! Perempuan tidak tahu malu! Buat apa kau malam-malam begini mencari suami ku? Pergi! Byantara tidak mau menemui mu!" usir Sella.


"Aku akan pergi kalau mas Byan yang mengusir ku!" bantah Anggita yang membuat Sella menjadi marah.


"Pergi kau! Jangan mengganggu pernikahan ku?" usir Sella lagi, lupa kalau dulu dia juga mengganggu pernikahan Anggita. Bahkan kini Sella mengusir dengan mendorong Anggita keluar.


"Hentikan Sella! Gita, akhirnya kau kembali."


Tampak Bu Darmawan yang berdiri di pintu ruang tamu memandang Anggita dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2