Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Rahasia yang terungkap


__ADS_3

"Gita, apa yang sudah Byantara lakukan pada mu? Mengapa Byantara tidak memakai baju di kamar mu?" tanya Bu Darmawan menyelidik, setelah Byantara keluar dari kamar Anggita lewat pintu samping karena diusir terus oleh Anggita. Bahkan Byantara hanya sempat memungut bajunya dan tidak sempat memakainya, karena Anggita begitu galak dan setiap ada kesempatan memukulnya.


Sebetulnya mudah buat Byantara untuk melawan Anggita, tapi karena perasaan bersalah dan ada ibunya, akhirnya Byantara mengalah dan segera menghilang dari kamar itu dengan cepat, lagi pula beberapa bagian tubuhnya terasa sakit juga karena dipukul Anggita berulang kali.


*********


"Kami tidak melakukan apa pun Bu!" sahut Anggita berbohong. Anggita tidak mau kalau gara-gara kejadian semalam dia disuruh rujuk lagi oleh Bu Darmawan.


"Tapi mengapa Byantara berada di tempat tidur mu dan melepas bajunya semua?" tanya Bu Darmawan tidak percaya.


"Kalau Byantara melakukan sesuatu pada mu, katakan pada ibu, ibu akan minta Byantara bertanggung jawab, Gita!" desak Bu Darmawan lagi.


"Tidak Bu, tidak ada yang perlu dipertanggung jawabkan. Anggita tidak kenapa-kenapa! Gita mau mandi dulu Bu, mau bersiap-siap mengantar Benji ke sekolah. Ini hari pertama Benji sekolah, Bu," ujar Anggita mengalihkan pembicaraan.


Mendengar itu akhirnya Bu Darmawan lupa dengan misinya untuk menyatukan Byantara dan Anggita kembali.


"Oh iya! Ya sudah, ibu turun dulu Gita, mau lihat Benji dan bangunin Benji. Biar Benji terbiasa bangun pagi dan tidak terlambat ke sekolah. Kau jangan khawatir kan Benji, ibu yang akan mempersiapkan Benji. Kau persiapkan saja diri mu!" instruksi Bu Darmawan.


"Baik Bu. terimakasih ibu sudah jagain Benji semalaman sampai pagi," ujar Anggita berusaha sopan, bagaimanapun Bu Darmawan sudah perhatian dan banyak membantunya, padahal hatinya sendiri merasa menyesal.


Andai semalam Benji bersama ku, Mas Byan pasti tidak bisa memperlakukan aku dengan seenaknya!


*********

__ADS_1


"Byantara, kau sungguh tega. Saat seperti ini kau malah pergi ke kamar sebelah dan meniduri Anggita! Bukankah aku adalah istri mu, Anggita kini bukan siapa-siapa mu lagi!" ujar Sella yang tidak bisa menahan rasa cemburunya lagi, ketika melihat Byantara muncul dari kamar tembusan hanya memakai celana boxer, sedangkan baju piyamanya berada di genggaman tangannya.


"Kau masih berani memprotes tindakan ku! Kau sungguh berani Sella! Apa yang sudah kau taruh dalam minuman ku?" Byantara bukannya merasa bersalah, Byantara malah menjadi marah begitu mendengar protes Sella.


"Kau jangan salah kan aku terus Byan! Salah mu sendiri, kau tidak pernah memberi nafkah batin pada ku! Ini hanya upaya ku memperbaiki hubungan kita, agar aku juga bisa memberi mu anak Byan! Aku juga menginginkan anak dari mu! Kau sungguh tidak adil!" ujar Sella dengan kecewa


"Tidak ada kata adil di sini, sudah ku bilang dari dulu kalau aku tidak ingin punya anak dari mu, kita akan bercerai! Akan ku urus surat perceraian kita hari ini, sebaiknya cepat kau tanda tangani sebelum aku berubah pikirin dan tidak akan memberi sepersen pun padamu!" ancam Byantara.


"Aku tidak merasa punya salah pada mu Byan, aku tidak bersedia bercerai dengan mu. Kau tega, kau sudah lupa, tanpa aku sampai sekarang mungkin kau sudah tidak ada di dunia ini!" ujar Sella tidak terima dan mulai mengingatkan jasanya.


Byantara berjalan ke meja kerjanya sambil memakai piyamanya kembali. Byantara duduk di meja kerjanya dan mulai melihat laptopnya, membuat Sella menjadi emosi, hingga kelepasan bicara.


"Kau sudah tidur semalaman di sana dengan perempuan itu, apakah masih kurang? Bahkan tidak melihatnya sebentar saja kau sudah tidak tahan?"


"Kau bahkan sudah berani membuka laptop ku! Kau masih tidak sadar kesalahan mu? Kau masih berani minta keadilan? Untung kau pernah menolong nyawaku, hingga aku masih bersikap lunak pada mu Sella!" ujar Byantara.


"Sudah sampai tahap ini, aku akan memberitahu mu yang sebenarnya. Sebetulnya sudah lama aku ingin menceraikan mu, tapi aku menahan keinginan ku itu karena khawatir ibu ku memintaku menikah lagi! Kau tidak pantas jadi istri ku Sella, sampai kapan pun aku tidak mungkin meniduri perempuan yang suka mengobral tubuhnya." ujar Byantara.


"Apa maksud mu Byantara?" tanya Sella semakin bingung dengan ucapan Byantara.


"Kau lihat ini!' ujar Byantara sambil membalikkan laptop nya menghadap ke arah Sella, membuat Sella kaget seketika dengan wajah pucat pias.


"Selama ini kau mengikuti aku Byan?" ujar Sella dengan suara bergetar karena takut.

__ADS_1


*********


Di malam Byantara mengetahui kalau Sella bukan gadis yang suci lagi, Byantara yang memang mudah curiga akhirnya menyewa orang untuk mengikuti gerak gerik Sella.


Sella mengaku kalau hal itu tidak sengaja, karena minumannya sudah diberi obat. Byantara tentu tidak dengan mudah percaya begitu saja.


Memang di awal-awal bulan Byantara tidak menemukan hal yang mencurigakan mengenai Sella. Tapi akhirnya di bulan ketiga, orang suruhan Byantara berhasil menemukan Sella yang masuk ke hotel dengan salah satu aktor lawan mainnya di film.


Setelah syuting selesai, Sella pun sudah tidak berhubungan dengan aktor lawan mainnya itu. Tapi orang suruhan Byantara kembali menemukan Sella yang masuk hotel, kali ini dengan salah satu pemilik Production House.


"Sudah lihat kesalahan mu? Kau sudah tahu kenapa aku jijik menyentuh mu? Setelah itu orang suruhanku aku suruh hentikan menyelidiki mu, sudah tidak bermanfaat untuk ku lagi. Apa pun yang mau kau lakukan aku sudah tidak perduli lagi Sella!" ujar Byantara tersenyum sinis.


"Mengapa kau tidak menceraikan aku saat itu Byantara?" tanya Sella.


"Kita hanya saling memanfaatkan Sella! Kau pikir sendiri, muka ku mau ditaruh di mana, punya istri yang suka main dengan banyak pria? Dan gara-gara menikahi mu, aku sudah menceraikan Gita, pasti aku hanya akan jadi bahan tertawaan saja. Kutunggu saat yang tepat untuk menceraikan mu! Dan ini saat yang tepat, Anggita sudah kembali ke Mansion. Kau tinggal pilih Sella, kau mau cerai baik-baik atau mau bikin keributan?" tanya Byantara dengan muka dingin.


Sella langsung bersimpuh di lantai dengan tubuh lemas.


"Kau memang mencari kelemahan ku! Kau sengaja mencari kesalahan ku!" ujar Sella meneteskan air mata menyesal, menyesal mengapa dia terpancing melakukan hal itu hanya untuk kepuasan sesaat.


"Kalau kau memang tidak bersalah, apakah aku bisa menemukan kesalahan mu? Bahkan aku sekarang mulai berpikir di saat pertama aku menggauli Anggita, bukankah saat itu setelah aku pulang dari apartemen mu? Kini aku yakin kalau dulu kau juga yang sudah memberi obat pe*rangsang pada ku! Saat itu kita belum menikah, kau bahkan sudah ingin aku meniduri mu Sella! Aku sudah salah menilai mu Sella. Kupikir kau perempuan yang polos dan jujur, ternyata kau penuh tipu muslihat!" ujar Byantara marah.


Bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2