Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Membantu mencari Benji


__ADS_3

"Ada apa kau mencari ku malam-malam begini?" tanya Byantara yang memecah kesunyian di ruangan itu.


Mendengar suara bariton itu, Anggita sontak membalikkan tubuhnya ke arah suara itu. Anggita tidak menyangka kalau Byantara akan muncul secepat itu, karena Anggita berpikir kalau Byantara sedang menghindarinya.


Demi Benji aku harus membuang semua harga diri ku. Aku harus memohon padanya untuk mengembalikan Benji pada ku! Pikir Anggita membulatkan tekad untuk memohon pada Byantara.


*********


Anggita langsung menghampiri Byantara yang masih berdiri di pintu masuk ruang tamu.


"Mas Byan, aku mohon pada mu! Aku mohon kau kembalikan Benji pada ku. Maafkan aku, kalau aku pernah berbuat salah pada mu dan menyinggung mu. Benji tidak ada hubungannya, dia masih kecil dan tidak berdosa. Kalau kau memang membenci ku, kau lampiaskan saja pada ku, jangan anak ku!"


Anggita langsung menjatuhkan badannya dan berlutut di hadapan Byantara. Byantara yang tidak tahu apa-apa tentu saja merasa kaget dengan tindakan Anggita, apalagi ketika melihat wajah Anggita yang memelas.


Apa maksudnya? Sejak kapan Gita bisa memohon seperti itu?


Byantara benar-benar tidak menyangka kalau Anggita akan berlutut di hadapannya.


Setelah mencerna perkataan Anggita, akhirnya Byantara mulai bisa menebak apa yang Anggita bicarakan.


Byantara menghampiri Anggita dan menariknya bangun, tapi Anggita bersikukuh tetap berlutut dan tidak mau bangun dari posisinya.


"Aku akan bangun kalau mas Byan sudah mengabulkan permintaan ku!"


"Huh! Dari dulu kau selalu keras kepala. Hanya kau saja yang berani menentang ku sejak dulu! Setelah sekian lama sikap mu tetap saja tak berubah!" omel Byantara kesal dan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa di ruangan itu.


Tapi ketika melihat Anggita tetap pada posisinya, akhirnya Byantara kehilangan rasa sabarnya juga.


"Kalau kau masih tidak bangun juga dan duduk di sini, aku tidak akan mengabulkan permintaan mu!" ancam Byantara sambil menepuk sofa di sampingnya.


Akhirnya Anggita mengalah dan bangun dari posisinya menuju ke sofa itu, tapi Anggita memilih tempat duduk yang agak jauh dari Byantara.


"Katakan dengan jelas, kau mau aku melakukan apa untuk mu?" tanya Byantara.

__ADS_1


"Aku ingin mas Byan mengembalikan Benji pada ku!"


"Maksud mu si tuyul itu? Kenapa kau harus meminta pada ku?" tanya Byantara bingung.


Begitu bencinya dia pada Benji, bahkan memberikan julukan tuyul, pikir Anggita yang semakin mencurigai Byantara adalah pelaku penculikan Benji.


"Karena aku yakin mas Byan sudah menculiknya." tuduh Anggita dengan yakin.


"Untuk apa aku menculik anak mu itu? Kau jangan asal tuduh Gita," sahut Byantara tidak terima.


"Aku tidak tahu apa alasan mas Byan menculik Benji. Yang aku tahu sudah sejak lama aku bekerja di sana, aku tidak pernah sekalipun bermasalah. Tapi begitu bertemu dengan mas Byan, Benji langsung hilang. Kalau mas Byan tidak ingin melihat ku, aku janji setelah mas Byan mengembalikan Benji pada ku, aku akan pergi selamanya dari kota ini sehingga kita tidak perlu bertemu lagi!"


Mendengar itu Byantara menjadi emosi, Byantara langsung bangun dari duduknya, menghampiri Anggita dan mencengkram rahang Anggita.


"Dari dulu kau selalu sok tahu. Kau pikir kau memiliki otak yang begitu hebat, sehingga bisa tahu isi hati ku? Itulah yang aku benci dari diri mu! Kau mau menghilang dari kota ini? Mau mengikuti kekasih mu itu ke New Zealand? Kau jangan mimpi!" Byantara menatap tajam ke netra Anggita dengan geram.


"Apapun itu terserah! Yang penting kau kembalikan Benji pada ku!" Anggita berusaha menarik lepas tangan Byantara yang mencengkram rahangnya itu.


Akhirnya Byantara melepaskan cengkraman tangannya dan menegakkan tubuhnya.


"Benarkah bukan kau yang menculik Benji?" tanya Anggita masih tidak percaya.


"Aku terlalu sibuk untuk melakukan hal seperti itu!" sahut Byantara sinis.


"Ke mana Benji kalau begitu?" ujar Anggita semakin cemas, bahkan kini kedua pelupuk matanya mulai tergenang air mata karena khawatir.


Baru kali ini Byantara melihat keadaan Anggita yang begitu menyedihkan, tiba-tiba perasaan ibanya muncul


"Berikan foto anak mu pada ku. Aku akan minta orang untuk mencarinya, kau jangan khawatir, aku pasti akan menemukannya untuk mu!" janji Byantara sambil menepuk bahu Anggita.


"Kau tentu masih ingat nomor ku!"


"Maaf, nomor mu sudah aku delete sejak lama, aku sudah tidak punya nomor mu lagi", ujar Anggita sambil mengeluarkan telpon genggamnya.

__ADS_1


Byantara langsung merebut telpon genggam Anggita dan mulai memasukkan nomor handphonenya dengan kesal. Ternyata Anggita benar-benar sudah melupakannya.


"Kirimkan foto Benji ke nomor ku, aku akan meminta orang untuk mencarinya!" instruksi Byantara sambil mengembalikan telpon genggam Anggita.


Kali ini Anggita mengangguk pasrah, kalau memang Benji bukan diculik Byantara, tetap saja Byantara yang lebih sanggup menemukan Benji untuknya dengan kekuasaan dan uang yang dimiliki Byantara.


*********


Arman merasa tidak tenang ketika dia tidak berhasil menghubungi nomor telepon Sella juga.


Sebetulnya sejak berhasil menculik Benji, Arman sudah menghubungi Sella, tapi Sella sama sekali tidak mengangkat teleponnya.


Sella memang lupa mengaktifkan telepon genggamnya yang sedang dicas itu. Tapi ketika saat Sella menguping pembicaraan Byantara dan Anggita, Sella langsung berpikir kalau Arman sudah menculik Benji sesuai permintaannya. Sella segera mengaktifkan telepon genggamnya, saat melihat ke layar terlihat panggilan tidak terjawab puluhan kali dari nomor Arman


Sella bukannya menghubungi Arman, tapi Sella segera menghapus kontak hubungannya dengan Arman dan semua pesan chat yang pernah mereka lakukan, bahkan Sella langsung memblokir kontak Arman.


Sella tidak menyangka kalau Anggita akan mencari Byantara, kini Sella malah takut ketahuan kalau dia adalah pelakunya.


Semoga Arman sudah membunuh anak itu, setidaknya sudah membuang dia ke tempat yang jauh. Aku sudah tidak boleh terlibat dan berhubungan dengan Arman lagi, aku tidak mau berurusan dengan Byantara, pikir Sella dengan egois dan sama sekali tidak memikirkan nasib Arman.


*********


"Byan, mengapa Gita datang menjumpai mu? Apakah Gita akan kembali ke sini dan tinggal bersama kita?" tanya Bu Darmawan setelah Anggita pergi.


"Apakah ibu ingin Anggita kembali tinggal di sini?" Byantara malah bertanya balik pada sang ibu.


"Sudah pasti ibu ingin sekali Anggita kembali tinggal di sini. Tapi kita kan harus tahu status Gita dulu, kalau dia sudah menikah, mana mungkin dia bisa tinggal di sini lagi."


"Kalau ibu mau, aku akan membuat Gita kembali!" janji Byantara.


"Jadi tadi Gita ke sini karena ingin tinggal bersama kita lagi?" tanya Bu Darmawan dengan mata berbinar-binar.


"Bukan Bu, dia meminta aku mencari anaknya yang hilang." ujar Byantara.

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2