
"Aku sudah tidak mau mendengar apa pun dari mu, Sella! Tandatangani surat cerai itu sekarang juga!" perintah Byantara menunjuk surat di atas meja.
Dengan tangan bergetar, Sella akhirnya menandatangani surat cerai itu. Bahkan air mata nya kini berlomba-lomba keluar. Sella benar-benar terpukul, semua usaha yang dia lakukan demi mendapatkan dan mempertahankan Byantara ternyata sia-sia saja pada akhirnya.
Sella benar-benar menyesal saat ini, semua jebakan yang dia lakukan pada akhirnya malah menyerang diri dia sendiri.
Rasanya sungguh menyakitkan! Pada akhirnya aku kalah lagi oleh orang yang sama! keluh Sella dengan sedih dan kecewa, padahal Sella berambisi menjadi istri orang kaya untuk mengangkat derajatnya, setelah melihat Anggita yang seorang anak yatim piatu malah bisa masuk ke dalam keluarga kaya seperti keluarga Darmawan, bahkan begitu disayang oleh ibu dan Pak Darmawan.
Byantara langsung menarik kertas yang sudah Sella tanda tangani.
"Ku harap kau segera pergi dari sini dan jangan menunjukkan diri mu di hadapan ku lagi, Sella! Jangan membuat kesabaran ku habis!" ancam Byantara sebelum beranjak dari kamar Sella.
*********
Sella mulai merapikan bajunya dan memasukkan baju-baju nya ke koper kecil. Sebetulnya untuk tempat tinggal dan biaya hidup, Sella sudah tidak perlu khawatir. Pekerjaannya sebagai foto model dan bintang film membuat Sella mempunyai simpanan yang cukup, apalagi dia juga masih mendapat uang bulanan dari Byantara saat masih menjadi istri Byantara.
Sella hanya merasa malu, pasti banyak orang yang akan membuat gosip tentang perceraiannya. Dan bisa dipastikan job nya sudah pasti makin berkurang, kalau banyak yang tahu dia sudah bukan istri Byantara lagi.
Tiba-tiba perasaan tidak rela muncul lagi dalam hati Sella, Sella tahu kalau Anggita sering melewati depan kamarnya untuk menuju ke dapur. Sella pun membuka pintu kamarnya dan berharap Anggita lewat di depan kamarnya.
Dugaan Sella benar juga, setelah hampir lima belas menit, Sella melihat Anggita yang melewati depan kamarnya.
__ADS_1
Kok cepat banget Byantara sudah keluar dari kamar Sella? pikir Anggita yang melihat kamar Sella terbuka. Tapi Anggita segera membuang muka dan berlagak tidak melihat, Anggita memang orang yang tidak suka ikut campur urusan orang lain.
Tapi baru beberapa langkah melewati kamar itu, terdengar suara Sella yang memanggilnya.
"Anggita! Tunggu! Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu!" ujar Sella yang mengejar Anggita.
"Aku tidak mau cari masalah dengan mu Sella! Rasanya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ujar Anggita yang teringat terakhir kali Sella menjelek-jelekkan dia di hadapan pelayan dan menuduhnya sebagai seorang pelakor.
"Aku bukan ingin mengajak mu bertengkar Anggita. Aku hanya ingin memberitahu mu, sebagai sesama perempuan. Aku hanya ingin mengingatkan mu saja!" ujar Sella.
"Katakan lah!" ujar Anggita sambil memperhatikan gerak gerik Sella yang terlihat agak aneh.
Enak sekali kau Byan! Aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan apa yang kau inginkan dengan begitu mudah! pikir otak jahat Sella.
"Kau tidak usah menasehati aku Sella! Harusnya kau tahu kalau aku sudah pernah mengalaminya! Bukannya dulu kau yang menghasut mas Byan? Bukan kah dulu aku sudah memperingati mu agar jangan berhubungan dengan mas Byan, yang saat itu adalah suami ku." sindir Anggita.
"Apakah kau bahagia melihat keadaan ku sekarang Anggita? Jangan-jangan ini adalah harapan mu agar aku mengalami hal yang sama dengan mu!" tuduh Sella.
"Untuk apa aku bahagia dengan suatu hal yang tidak ada hubungannya dengan ku lagi? Hidup itu adalah pilihan, sejak kau memilih mas Byan, walau kau tahu dia sudah beristri saat itu, kau harus tanggung sendiri akibatnya. Sekali mas Byantara melakukannya, bukan tidak mungkin dia akan melakukan hal yang sama lagi suatu hari!" ujar Anggita yang mengeluarkan isi hatinya selama ini. Akhirnya dia mempunyai kesempatan mengucapkan rasa kecewanya pada perbuatan Sella dulu.
"Coba kau ingat Sella, pernahkah aku berlaku jahat pada mu saat ibu mu masih menjadi pelayan di Mansion Darmawan?" tanya Anggita.
__ADS_1
"Memang tidak Anggita. Bahkan boleh dibilang kau cukup baik pada ku. Tapi aku merasa hidup ini tidak adil untuk ku! Kau yang seorang anak yatim piatu bisa menjadi bagian dari keluarga Darmawan yang begitu kaya raya, tapi aku yang punya ibu seorang pelayan, akan selamanya tetap menjadi anak pelayan! Kalau aku tidak melakukan perubahan dalam hidup ku, bukankah selamanya aku hanya anak pelayan, dan bahkan bukan tidak mungkin aku akan meneruskan pekerjaan ibu ku!" sahut Sella ketus.
Akhirnya Anggita mengerti, ternyata selama ini Sella iri pada dirinya yang mempunyai ayah dan ibu angkat yang kaya dan juga menyayangi dirinya. Perasaan iri memang paling bahaya, perasaan yang bisa membuat orang berani melakukan apa pun.
"Kalau aku boleh memilih, aku tentu tetap memilih kalau ayah ibu ku masih hidup, walaupun aku tidak menjadi anak angkat orang kaya. Harusnya kau bersyukur masih mempunyai seorang ibu, walau hanya bekerja sebagai pelayan, kau masih punya keluarga," ujar Anggita menghela nafas.
"Setelah ini semoga kau bisa melakukan hal yang lebih bijak Sella, jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ingin kau miliki! Percayalah kalau memang sudah ditakdirkan menjadi milik mu, pada akhirnya akan menjadi milik mu juga! Maaf aku harus segera pergi, nanti Benji menunggu ku terlalu lama" ujar Anggita yang segera melangkah ke dapur untuk melanjutkan niatnya. Entah kenapa Benji hari ini merasa lapar terus, dan Benji minta dibuatkan susu lagi.
"Tunggu Gita! Ku beritahu suatu rahasia lagi pada mu!" ujar Sella yang tidak pernah sadar, yang ada Sella masih ingin membuat hubungan Byantara dan Anggita memburuk.
Anggita sebenarnya sudah tidak perduli dengan Sella dan meneruskan langkahnya tapi ucapan Sella akhirnya membuat dia menghentikan langkahnya.
"Sepertinya Byantara menderita kelainan Gita, Byantara sedang mengincar mu, bahkan kamar mu sudah dipasang CCTV. Dia selalu memantau gerak gerik mu, kau lebih berhati-hati saja! Malah jangan-jangan dia sudah melakukan hal tidak senonoh pada mu bukan?" ujar Sella dengan tertawa mengejek.
Wajah Anggita langsung memerah teringat kejadian malam itu.
Ternyata Sella mengetahui kejadian malam itu. Sungguh memalukan! pikir Anggita yang segera berjalan pergi meninggalkan Sella.
Rasakan kau Byan! Kau pikir aku akan enak-enak saja membiarkan kau rujuk kembali dengan Anggita? Jangan mimpi! geram Sella penuh dendam.
Bersambung.........
__ADS_1