
Menjalani kehidupannya setelah menikah kembali dengan Byantara, Anggita merasa kali ini dia begitu menikmati kehidupan barunya dan bahagia.
Bukan karena dia sudah mendapatkan kembali Byantara yang dulu menjadi obsesinya, tapi karena Anggita memiliki banyak kegiatan yang membuat dia tidak bosan.
Anggita sering memasak bersama Bu Ids di dapur setelah mengantar Benji pergi sekolah, bahkan Anggita mencoba beberapa masakan baru hanya karena rasa ngidamnya ingin memakan sesuatu yang dia pelajari dari channel YouTube. Biasanya setelah memasak, Anggita kembali pergi menjemput Benji. Bu Darmawan tidak mengijinkan Anggita untuk membawa mobil sendiri karena Anggita yang sedang hamil. Walaupun kehidupan Anggita menjadi monoton, Anggita cukup menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga. Dan menjelang sore Anggita akan menyambut kepulangan Byantara seperti apa yang dia lakukan saat pertama kali menjadi istri Byantara.
Yang menjadi masalah adalah ketika Anggita sudah berpikir ke urusan ranjang. Anggita tahu kalau tindakannya yang suka menghindari Byantara tidak benar. Byantara sudah menjadi suami nya tapi dia merasa segan untuk melayani Byantara dalam urusan itu. Akhirnya ada saja cara yang Anggita lakukan untuk menghindari Byantara. Bukankah itu sama saja melepaskan tanggung jawabnya? Apalagi Anggita tahu kalau Byantara adalah pria yang cukup hangat di atas tempat tidur, entah sampai kapan Anggita bisa menghindari Byantara?
*********
Perasaan benci Anggita pada Byantara juga sudah memudar seiring waktu, apalagi Byantara sudah bersikap baik dan perhatian padanya. Byantara juga sudah berusaha menuruti kemauan Anggita dan berusaha sabar pada Anggita. Tapi kalau ditanya apakah dia sudah mencintai Byantara kembali? Anggita juga tidak tahu isi hatinya saat ini. Buat Anggita saat ini cinta sudah bukan prioritas utama lagi, berbeda dengan saat dia masih gadis, yang ada di pikirannya hanya cinta romantis dan menikah dengan orang yang dia cintai.
Yang jelas perasaan nya pada Samuel sepertinya sudah memudar seiring waktu. Terakhir kali Samuel menghubungi Anggita lewat telpon untuk menyampaikan kalau dia sudah ingin kembali ke New Zealand. Samuel masih sempat bertanya pada Anggita, apakah Anggita mau menerima tawaran untuk menjadi bintang iklan untuk produk anak-anak bersama Benji, penawaran Samuel yang dulu sempat terputus karena banyak kejadian saat itu, tapi Anggita langsung menolak. Anggita tidak ingin ada salah paham lagi dengan Byantara, Anggita benar-benar ingin menjalani hidup yang tenang kali ini.
Ketika pembicaraan antara Anggita dan Samuel selesai, Anggita baru tahu kalau dia sudah tidak memiliki rasa apa-apa lagi, hanya perasaan bersahabat seperti dia dengan Theo, karena bagaimanapun Samuel dulu sudah memperlakukan Anggita dan Benji dengan baik. Dan saat Samuel berkata kalau dia akan kembali ke New Zealand, hati Anggita sama sekali sudah tidak merasa kehilangan, bahkan Anggita baru sadar kalau dia sudah lupa dengan Samuel andai saja Samuel tidak menghubunginya!
__ADS_1
**********
POV Anggita
Sebenarnya aku ingin melaksanakan tugas ku sebagai istri sebaik-baiknya. Aku sudah setuju menikah dengan mas Byantara kembali, sudah seharusnya aku menerima konsekwensinya dan melakukan tanggung jawab ku sebagai istri mas Byan seutuhnya, entah aku mencintai ataupun tidak pada mas Byan!
Tapi kalau berpikir ke masalah itu, tiba-tiba aku merasa takut sendiri, aku teringat Benji yang lahir prematur, Benji yang begitu kecil, Benji yang begitu membuat iba. Aku benar-benar takut kalau berhubungan dengan mas Byantara akan mempengaruhi kehamilan ku, walaupun sudah ku cari tahu di beberapa media kalau tidak akan bermasalah selama kami melakukannya dengan hati-hati, tetapi tetap saja aku takut. Apalagi setiap berhubungan, mas Byantara agak kasar dan begitu bernaf*su, walaupun saat itu mas Byan dipengaruhi obat perang*sang, aku tetap takut!
Sedangkan untuk mendiskusikan masalah ini dengan mas Byantara aku merasa malu, nanti dikira aku yang mau dan minta! Bukankah mas Byantara melakukan hal itu pada ku hanya karena obat perang*sang yang diberikan Sella? Jadi sebenarnya mas Byan menginginkannya atau tidak, aku juga tidak tahu. Walaupun kalau dilihat dari sikap mas Byan sepertinya dia ingin bersikap hangat pada ku, tapi aku tidak tahu isi hatinya.
Cukup sekali aku dihina mas Byantara, aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama lagi, kesalahan yang membuat ku dihina lagi. Sungguh menyakitkan kalau terulang kembali!
Yang namanya kejadian tidak menyenangkan pasti akan membuat seseorang akan mengingatnya terus. Demikian juga dengan Anggita, Anggita masih selalu teringat saat awal pernikahannya dengan Byantara, Byantara selalu mengomelinya yang memakai baju tidur yang sexy. Padahal saat itu Anggita merasa itu hal yang wajar, Anggita hanya berpikir untuk menarik perhatian Byantara agar Byantara mau menerima dia menjadi istri yang sesungguhnya. Tapi Byantara malah berkata kalau Anggita memakai baju seperti itu hanya untuk menggodanya, dan Anggita jangan terlalu berharap kalau dia akan meniduri Anggita karena itu, saat itu Byantara berkata kalau dia sama sekali tidak tertarik pada Anggita.
Dan yang paling berbekas ketika Byantara melempar buku-buku yang Anggita baca, buku-buku yang berisi bagaimana agar Anggita disayang suami, yang pasti dari hal umum sampai hal pribadi. Bahkan Byantara saat itu juga menuduh kalau Anggita sudah menaruh obat perang*sang, yang membuat Byantara menidurinya.
__ADS_1
Sekarang Anggita kembali hamil, juga karena tidak sengaja. Karena Sella menaruh obat perang*sang di minuman Byantara. Bukankah berarti Byantara menghamilinya dua kali hanya gara-gara pengaruh obat? Hal itu yang akhirnya membuat Anggita tidak berani mendiskusikan masalah itu pada Byantara. Anggita takut Byantara akan salah paham. Jadi satu-satunya cara hanya menghindari Byantara. Anggita lupa kalau cara seperti ini tidak akan bertahan selamanya.
**********.
Tidak seperti biasanya, saat jam sudah menunjukkan pukul enam sore, Byantara belum juga sampai di rumah. Padahal sejak Anggita menjadi istri Byantara kembali, Byantara selalu pulang tepat waktu.
Bu Darmawan bahkan bercerita pada Anggita kalau saat Byantara masih menjadi suami Sella, Byantara lebih banyak pulang malam, bahkan kadang di atas jam sembilan malam baru sampai. Bu Darmawan berkata kalau dia bersyukur dengan kehadiran Anggita kembali yang membuat suasana menjadi hangat di keluarga mereka.
Saat Benji sudah tertidur, Anggita kembali bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke jendela kamarnya untuk melihat ke bawah Mansion.
Sepertinya mas Byan belum kembali! pikir Anggita ketika melihat ke bawah dan belum ada mobil Byantara. Anggita akhirnya berjalan ke pintu tembusan untuk mengintip ke kamar Byantara memastikan. Anggita tidak menyangka saat dia mengintip itu, tiba-tiba saja Anggita ditarik dan membuat Anggita terpekik kaget.
"Mas Byan!"
"Ssttt!" ujar Byantara tersenyum dan menaruh telunjuknya di bibir.
__ADS_1
"Kau habis minum ya mas? Ayo ke kamar mandi dulu untuk cuci muka!" ujar Anggita yang menarik pergelangan tangan Byantara menuju kamar mandi, Anggita samar-samar mencium bau minuman keras dari nafas Byantara. Byantara menurut, tapi ketika mereka melewati tempat tidur Byantara, Byantara tiba-tiba mendorong Anggita ke atas tempat tidur. (Nah loh, sudah kagak sabar Abang kita ini🤭🤭)
Bersambung.......