
Mendengar laporan dari nenek Tang, walau merasa geram, Byantara sedikit merasa lega, setidaknya nenek Tang masih berada di pihak yang sama dengannya. Nenek Tang juga tidak setuju kalau Samuel bersama Anggita,
Tapi yang menjadi masalah Anggita sudah setuju mengikuti Samuel ke New Zealand, bahkan membawa Benji ikut serta.
Ternyata Gita hanya menipu ibu dan aku saja! Begitu Gita diajak Samuel pergi ke New Zealand, Gita langsung setuju! Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, aku harus gerak cepat sebelum terlambat! Kalau mereka sudah berada di New Zealand, sudah sulit bagi ku membawa mereka kembali!
Byantara melambaikan tangannya memberi tanda pada Rizky dan Robby keluar dari ruangannya. Byantara ingin menyendiri dan konsentrasi berpikir bagaimana cara dia membawa kembali Anggita dan Benji kembali ke Mansion nya. Byantara sadar agak sulit membawa Anggita kembali, Byantara sudah tahu sifat Anggita saat menyukai seseorang, apapun akan Anggita lakukan, seperti saat Anggita mencintai dia dulu.
Tapi kini Anggita sudah tidak mencintainya, cinta Anggita sudah berpindah! Bisa jadi Anggita malah membencinya.
Hanya ada satu cara! Tiba-tiba Byantara teringat cara yang pernah diusulkan Theo, sepertinya itu satu-satunya cara agar Anggita kembali padanya, meminta bantuan Theo menjalankan rencananya!
**********
"Ada apa kau memanggilku Byan? Bukankah kau sudah berhasil menemukan anak mu?" tanya Theo begitu duduk di depan Byantara
Theo akhir-akhir ini sibuk dan hanya mengikuti berita Byantara dari televisi. Theo hanya tahu kalau Byantara mencari anaknya yang diculik, dari sana Theo mengambil kesimpulan kalau Byantara sudah tahu Benji adalah anaknya. Jadi Theo sebisa mungkin menghindari Byantara, tapi hari ini dia dipanggil untuk bertemu, mau tidak mau Theo menemui Byantara.
"Mengapa kau tidak memberitahu aku kalau Benji anak ku?" tanya Byantara.
"Aku tidak tahu kalau Benji adalah anak mu, Gita juga tidak pernah mengatakan pada ku kalau Benji adalah anak mu. Bagaimana aku bisa tahu kalau Benji anak mu?" ujar Theo tidak mau disalahkan.
"Masak kau tidak menyadari kemiripan kami?" tanya Byantara lagi curiga.
"Dulu kau saja tidak mengakui kalau anak di perut Gita adalah anak mu, bagaimana aku berani mengambil keputusan kalau Benji adalah anak mu?" sindir Theo yang membuat Byantara akhirnya terdiam dan merasa bersalah.
__ADS_1
"Baiklah Theo, aku ingin kau menjalankan usul mu hari itu! Aku ingin Anggita kembali ke Mansion kami! Ibu ku sangat sedih," ujar Byantara yang masih sempat-sempatnya menjadikan ibunya sebagai alasan
"Bukankah hubungan mu dan Anggita sudah membaik? Kau kan sudah berhasil menemukan Benji untuknya?" sahut Theo yang berpikir kalau Anggita sudah kembali pada Byantara lagi.
"Aku baru ditelpon nenek Tang kalau salah satu orang kepercayaannya berkata kalau Samuel mengajak Anggita ke New Zealand, dan Anggita juga mengiyakan ajakan itu. Kau harus membantu ku kali ini Theo!" ujar Byantara.
Theo tertegun mendengar perkataan Byantara, tiba-tiba hatinya juga merasa ikut tidak rela kalau Anggita mengikuti Samuel ke New Zealand.
Bertahun-tahun sudah aku menunggu waktu yang tepat untuk memiliki Gita, mengapa dengan semudah itu Samuel mendapatkan hati Gita. Padahal Samuel baru pulang belum begitu lama ke Indonesia. Kalau Gita mengikuti Samuel ke New Zealand, aku tidak mungkin mempunyai kesempatan untuk memiliki Gita lagi! Tapi kalau Gita bersama Byan, aku masih punya kesempatan untuk memiliki Gita. Byan hanya menginginkan Benji dan menyenangkan ibunya saja, juga ada Sella istri syah Byantara. Byan tidak mencintai Gita!
"Theo! Kenapa kau diam saja? Jawab aku!" panggil Byantara yang menyadarkan Theo dari lamunannya.
"Baiklah Byan, aku akan melaksanakan rencana ku dan membantu mu, semoga saja berhasil," ujar Theo.
**********
Anggita terlihat semakin cantik, seperti kata orang kalau perempuan yang sedang jatuh cinta akan terlihat cantik.
Anggita sama sekali tidak curiga kalau pagi ini Nenek Tang memintanya untuk mendorongnya dengan kursi roda ke luar taman untuk menghirup udara segar, padahal sudah lama nenek Tang jarang menggunakan kursi roda lagi.
"Gita! Kau sebenarnya adalah perempuan yang sangat cantik. Kau juga pintar, nenek sangat beruntung mendapat perawat seperti kau Gita", puji nenek Tang tiba-tiba.
"Terimakasih nek, aku juga merasa beruntung bertemu nenek yang baik, kalau tidak aku tidak tahu bagaimana dengan keadaan ku dan Benji sekarang. Nenek dan Mas Theo yang sudah berjasa besar hingga aku dan Benji bisa seperti sekarang ini. Nenek bagaikan malaikat penolong dalam hidup ku", ujar Anggita tersenyum.
"Benarkah kau menganggap ku sebagai malaikat penolong di hidup mu Gita?" tanya nenek Tang.
__ADS_1
"Betul nek", sahut Anggita mengangguk dan tersenyum.
"Kalau benar begitu, nenek ingin memohon pada mu agar kau jangan terlalu dekat dengan Samuel, cucu nenek!" ujar nenek Tang masih dengan suara biasa, sepertinya dia hanya mengucapkan hal biasa saja. Tapi mendengar itu Anggita langsung merasa kaget dan sadar, mengapa kemaren bisa-bisa nya dia menerima perasaan Samuel tanpa memikirkan hal lainnya? Bahkan sampai tadi pagi hatinya masih berbunga-bunga membayangkan hal-hal yang indah, tapi begitu mendengar perkataan nenek Tang tiba-tiba Anggita sadar kalau bukan hal yang mudah baginya menjalani hubungan dengan Samuel. Pasti dia akan menghadapi banyak rintangan. Semua tidak semudah yang diucapkan Samuel.
Apakah dia masih perlu memperjuangkan perasaan cinta seperti dulu lagi? Seperti saat dia memperjuangkan untuk mendapatkan cinta Byantara? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hati Anggita yang tiba-tiba menjadi resah.
"Maafkan nenek Tang, Gita. Untuk saat ini rasanya tidak mungkin nenek memakai mu sebagai perawat nenek lagi, karena kau adalah ibu dari Benji. Bagaimanapun nenek merasa segan pada Tuan Byantara, walaupun sekarang kau bukan istri Byantara lagi. Nenek harap kau bisa mengerti keputusan nenek. Nenek harap kau bisa mengerti mengingat hubungan baik kita selama ini. Nenek tidak ingin Sam sakit hati untuk kedua kalinya. Sebaiknya kau meninggalkan Sam sebelum terlalu dalam perasaannya. Terimakasih kau sudah merawat nenek dengan baik selama ini, Gita!" ujar nenek Tang.
Anggita tentu mengerti apa yang harus dia lakukan selanjutnya, sepertinya dia harus pergi dari Mansion Tang. Ternyata apa yang dibayangkan indah itu hanya fatamorgana saja. Pada akhirnya pertemuan dia dengan Byantara membuat dia mengalami kesulitan kembali, bagaimana Anggita tidak semakin membenci Byantara?
*********
Tidak lama setelah pembicaraan dengan nenek Tang, kedatangan Theo yang menjumpai Anggita semakin membuat Anggita akhirnya membulatkan tekadnya untuk pergi dari Mansion Tang, sebelum perasaannya semakin dalam kepada Samuel.
Bersambung..........
Buat yang pro sama Samuel, jangan sedih ya, soalnya ini sudah alur ceritanya sejak awal.
Lagipula Gita perempuan yang mandiri dan kuat, jadi gak bakal tertindas banget kok🤭
Maaf ya kalau tidak sesuai ekspektasi pembaca yang mendukung Samuel.
Semoga tetap terhibur
🙏🥰🥰🥰
__ADS_1